REFLEKSI SETIAP WAKTU: ANTITESIS BERPIKIR TAHUN BARU

Posted on Januari 1, 2008. Filed under: Kebudayaan | Tags: , , , , , , |

mengapa selalu berpikir tentang tahun baru? mengapa menjelang tahun baru dijadikan titik refleksi masa lalu, masa kini dan masa depan? padahal setiap hari selalu terjadi fase masa lalu setelah kita melewati sesuatu, masa kini setiap kita berpikir saat itu, masa depan ketika kita berpikir nanti. artinya setiap waktu kita harus selalu berlatih untuk merefleksikan segala sesuatu. menunda refleksi maka menjadikan refleksi tak bermakna, karena kita hanya bisa memahami masa lalu, tak dapat mencegah penyimpangan semaksimal mungkin, dan akan bertindak aksi reaksi…refleksi setiap waktu akan mengakumulasi untuk membentuk refleksi menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, dan seterusnya…akhirnya membentuk sebuah visi ke depan…bukan refleksi parsial…

contohnya ya yang terefleksi dari gaya refleksi tahun baruan… kalau sudah banjir seluruh pulau impian, baru kemudian pemimpin turun ke lapangan “gak pake sepatu di tengah banjir”… tetapi tidak menegur para komprador dan para penjarah berlabel perusahaan energi besar di kota yang sedang tenggelam, untuk tidak bikin “metropolitan” di tengah “kabupaten kumuh”, yang bikin orang asli kota itu cemburu karena tetap miskin meski mereka yang punya tanah dan sumber daya alam, kemiskinan mengarahkan mereka untuk menjarah hutan penyangga lingkungan, aneh… itulah gaya refleksi kita…

tidak adakah yang akan kita lakukan…sedang dilakukan…telah dilakukan? tidak adakah yang akan dibagikan…sedang dibagikan…telah dibagikan? apakah hanya akan dimiliki sendiri…sedang dimiliki sendiri…telah dimiliki sendiri? apakah kita tidak tahu pentingnya berbagi? tidak pentingnya memiliki tanpa berbagi? apakah memang kita hanya bisa ngomong tentang pentingnya berbagi tetapi kenyatannya dan angan-angannya selalu mendahulukan kepentingan sendiri saja?
belajar adalah cara untuk mengerti…belajar adalah cara untuk memahami…belajar adalah cara untuk mendekati…belajar adalah cara untuk menyadari…belajar adalah cara untuk mencintai…belajar adalah cara untuk semuanya…belajar adalah cara untuk mencetak masa depan, masa kini dan masa lalu

masa depan selalu tak terlihat…masa depan selalu diinginkan…masa depan selalu dituju…masa depan selalu dijadikan ukuran …masa depan selalu dijadikan tempat menuai hasil

masa kini adalah cara untuk melihat…masa kini adalah cara untuk merencanakan…masa kini adalah cara untuk memprediksi…masa kini adalah cara untuk menyemai masa depan

masa lalu adalah tempat mengingat apa yang pernah kita lalui, apa yang kita ungkapkan, apa yang kita janjikan, apa yang kita persaksikan, apa yang melekat, apa yang tak pernah terlupakan..

setiap pelaku masa lalu selalu menginginkan wujud dari apa yang telah dilalui, ungkapkan, janjikan, persaksikan, melekat, tak terlupakan…

maybe or must be? :)

Make a Comment

Make a Comment: ( 1 so far )

blockquote and a tags work here.

One Response to “REFLEKSI SETIAP WAKTU: ANTITESIS BERPIKIR TAHUN BARU”

RSS Feed for TAZKIYAH PERADABAN-Be the Light that You Are Comments RSS Feed

semoga mereka bisa menunduk agar bisa liat yang di bawah,semoga mereka bisa bercermin dari mana asal mula mereka….
Top Pak Tulisannya…Sukses
:)


Where's The Comment Form?

    About

    sedang berproses migrasi ke http://www.ajidedim.com

    RSS

    Subscribe Via RSS

    • Subscribe with Bloglines
    • Add your feed to Newsburst from CNET News.com
    • Subscribe in Google Reader
    • Add to My Yahoo!
    • Subscribe in NewsGator Online
    • Komentar-komentar terakhir pada seluruh tulisan dalam RSS
    • Subscribe in Rojo

    Meta

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...