GEMPA PASAR SAHAM dan TRADISIONAL 9 SKALA RICHTER!!! Januari 22, 2008
Posted by ajidedim in ekonomi.Tags: Akuntansi, akuntansi syariah, bursa saham, ekonomi, ekonomi islam, ekonomi kerakyatan, Ekonomi Rakyat, globalisasi, indonesia, Islamic Banking, islamic economic, islamic financial, keuangan, koperasi, krisis ekonomi, krisis global, neoliberalisme, pasar saham, sosial
trackback
Sejak senin, 20 Januari 2008 “dunia maya aliran kas uang”, sebuah bentuk kapitalisme gaya baru, neoliberalisme, mulai mengalami “gempa 9 skala richter”, terutama pasar saham dunia akibat gagal bayar kartu kredit dan kredit perumahan di AS. Menurut Detik.com kemarin, bursa saham London, Paris, Frankfurt dan Madrid mengalami penurunan perdagangan terbesar dan lebih buruk sejak sehari setelah peristiwa 9/11. Bursa saham Amerika Latin juga mengalami penurunan ke level terendah.
Hari ini, tanggal 22 januari 2008, malah pasar saham India dan Korsel gempa gila-gilaan, sampai-sampai pasar saham Bombay dan Korsel menghentikan perdagangannya hari ini juga. Sementara Tokyo, Australia, Hongkong, Singapura juga turun. Ini tanda-tanda gempa susulan ya…hehehehe…asik…tepuk tangan…mari merayakan gempa…merayakan…apa ya?
Indonesia tidak ketinggalan. Negara kita ini kan cuma pengekor teori, konsep dan aplikasi ekonomi, termasuk ekonomi syariahnya…yang baru-baru ini bikin acara besar-besaran di Expo Syariah…salah satunya Se minar tentang Investasi Pasar Saham Syari’ah. Ya gitu deh…kalo negara penghasil ilmu, konsep dan aplikasi ekonomi mengalami gempa, ya Indonesia sebagai “subordinat” paling setia ya harus ikut masuk jurang gempa juga…
Enak ya beberapa tahun ini, termasuk akhir tahun 2007 dan awal 2008, pemerintah bikin kebijakan naikkan gaji PNS maupun TNI/Polri…tapi apakah sudah memikirkan keseimbangannya dengan gaji swasta yang gak mungkin serta merta naik…kalo swasta siapa yang mau bayarin utangnya…ya gulung tikar…belum lagi ekonomi rakyat kita…koperasi, usaha rakyat dari yang paling kecil sampai yang katanya menengah… apa karena itu ya kemudian kabinet kita bingung mau jualan murah BUMN-BUMN…terus apa lagi yang mau dijual…?
kok bisa ya tim ekonomi Indonesia, bikin prediksi inflasi lebih stabil dari tahun 2007? apa saya yang salah membaca tanda-tanda ekonomi? atau memang saya gak ngerti blas tentang ekonomi makro ya? atau ekonomi makro yang gak ngerti blas tentang realitas ekonomi masyarakat
?
Jadi, kita mau apa sekarang? kita lihat saja nanti…kata lagu pop Indonesia lama…jreng…


















Menurut Professor Gary Hamel,
secara teoritis juga tidak ada yang bisa melakukan prediksi, jadi semuanya bulshit.
Yang bisa hanya mendeteksi diskontinuitas,
dan mencoba melakukan beberapa perkiraan dari situ.
Situasi saat ini sih sebenernya hal biasa,
ini karena efek dari Bubbling economics.
kalo kata stiglitz si… bubble economics bukan hal biasa…tapi rekayasa keserakahan ekonomi…
Sebagai rakyat kita memang bisa berandai-andai saja.
aah semua tu hanya alat aja buat jaga status quo mereka. reformasi dan semua yang terjadi selama ini hanya bullshit. kenapa sih para ekonom n politisi nya itu2 saja, kenapa gak sekalian go to hell aja mereka yang tega menjual harga diri dan nasib orang banyak dengan akal busuk kapitalisme/ IMF/ amerika ato apapun itu.
Reformasi gak bakal mempan, harus potong satu generasi biar para politisi kampret dan mafia brekele tu go to hell sekalian
HIDUP REVOLUSI!!!!!
Das leidige Thema Kredit und Seo
Kredit und Seo