SEMBOYAN DAKWAH WALISONGO Januari 29, 2008
Posted by ajidedim in agama, islam, tokoh.Tags: islam, Kebudayaan, walisongo
trackback
Wejangan Soekarno, mantan Presiden Pertama kita, salam ta’dhim buat beliau, JAS MERAH, jangan sekali-sekali melupakan sejarah…Saya coba nderek wejangan beliau, dengan mem-posting semboyan “Semboyan Dakwah Walisongo”…ajaran Islam yang Membumi…kontekstual…Berikut saya kutipkan tulisan Walisongo dari website yang menurut saya bagus banget….Islam yang Indonesia banget…Islam yang tetap memberi porsi “kearifan lokal”… thats my opinion lo…
(Dikutip dari http://jalantrabas.blogspot.com/2007_12_01_archive.html)
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”(QS. Ali Imron : 110).Kurang lebih lima ratus tahun yang lalu walisongo berdakwah dan berkeliling kehampir seluruh pulau jawa, maka dalam masa yang relatif singkat, yang hampir penduduknya beragama Hindu dan Budha, maka berubah menjadi kerajaan Islam Demak. Para Walisoongo mempunyai semboyan yang terekam hingga saat ini adalah :
1. Ngluruk Tanpo Wadyo Bolo / Tanpo pasukan
Berdakwah dan berkeliling kedaerah lain tanpa membawa pasukan.
2. Mabur Tanpo Lar/Terbang tanpa Sayap
Pergi kedaerah nan jauh walaupun tanpa sebab yang nampak.
3. Mletik Tanpo Sutang/Meloncat Tanpa Kaki
Pergi kedaerah yang sulit dijangkau seperti gunung-gunung juga tanpa sebab yang kelihatan.
4. Senjoto Kalimosodo
Kemana-mana hanya membawa kebesaran Allah SWT. (Kalimosodo : Kalimat Shahadat)
5. Digdoyo Tanpo Aji
Walaupun dimarahi, diusir, dicaci maki bahkan dilukai fisik dan mentalnya namun mereka seakan-akan orang yang tidak mempan diterjang bermacam-macam senjata.
6. Perang Tanpo tanding
Dalam memerangi nafsunya sendiri dan mengajak orang lain supaya memerangi nafsunya. Tidak pernah berdebat, bertengkar atau tidak ada yang menandingi cara kerja dan hasil kerja daripada mereka ini.
7. Menang Tanpo Ngesorake/Merendahkan
Mereka ini walaupun dengan orang yang senang, membenci, mencibir, dan lain-lain akan tetap mengajak dan akhirnya yang diajak bisa mengikuti usaha agama dan tidak merendahkan, mengkritik dan membanding-bandingkan, mencela orang lain bahkan tetap melihat kebaikannya.
8. Mulyo Tanpo Punggowo
Dimulyakan, disambut, dihargai, diberi hadiah, diperhatikan, walaupun mereka sebelumnya bukan orang alim ulama, bukan pejabat, bukan sarjana ahli tetapi da’I yang menjadikan dakwah maksud dan tujuan.
9. Sugih Tanpo Bondo
Mereka akan merasa kaya dalam hatinya. Keinginan bisa kesampaian terutama keinginan menghidupkan sunnah Nabi, bisa terbang kesana kemari dan keliling dunia melebihi orang terkaya didunia.
Semboyan seperti diatas sudah banyak dilupakan umat islam masa kini. Pesan Walisongo diantaranya pesan Sunan kalijogo diantaranya adalah :
1. Yen kali ilang kedunge
2. Yen pasar ilang kumandange
3. Yen wong wadon ilang wirange
4. Enggal-enggal topo lelono njajah deso milangkori ojo bali sakdurunge patang sasi, enthuk wisik soko Hyang Widi, maksudnya adalah : Apabila sungai sudah kering, pasar hilang gaungnya, wanita hilang rasa malunya, maka cepatlah berkelana dari desa ke desa jangan kembali sebelum empat bulan untuk mendapatkan ilham (ilmu hikmah) dari Allah SWT.
Para Walisongo berdakwah dengan mempunyai sifat-sifat diantaranya :
1. Mempunyai sifat Mahabbah atau kasih sayang
2. Menghindari pujian karena segala pujian hanya milik Allah SWT
3. Selalu risau dan sedih apabila melihat kemaksiatan
4. Semangat berkorban harta dan jiwa
5. Selau memperbaiki diri
6. Mencari ridho Allah SWT
7. Selalu istighfar setelah melakukan kebaikan
8. Sabar menjalani kesulitan
9. Memupukkan semua kejagaan hanya kepada Allah SWT
10. Tidak putus asa dalam menghadapi ketidak berhasilan usaha
11. Istiqomah seperti unta
12. Tawadhu seperti bumi
13. Tegar seperti gunung
14. Pandangan luas dan tinggi menyeluruh seperti langit.
15. berputar terus seperti matahari sehingga memberi kepada semua makhluk tanpa minta bayaran.
Para Walisongo adalah penerus dakwah Nabi Muhammad SAW, sebagai penerus atau penyambung perjuangan, mereka rela meninggalkan keluarga, kampung halaman dan apa-apa yang menjadi bagian dari hidupnya. Para Walisongo rela bersusah payah seperti itu karena menginginkan ridho Allah SWT. Diturunkannya agama adalah agar manusia mendapat kejayaan didunia dan akherat. Segala kebahagiaan, kejayaan, ketenangan, keamanan, kedamainan dan lain-lainnya akan terwujud apabila manusia taat pada Allah SWT dan mengikuti sunnah baginda Nabi Muhammad SAW secara keseluruhan atau secara seratus persen. Sebagaimana dikatakan dalam Al-Qur’an bahwa ummat Nabi Muhammad SAW diutus kepermukaan bumi adalah khusus mempunyai tanggung jawab penting. Misi pentingnya adalah untuk mengajak manusia dipermukaan bumi ini ke jalan Allah SWT.
















Seandainya pemuda sekarang paham akan ajaran leluhurnya yang bijaksana…
Ane kagum dengan cara dakwah dan perjuangan ala walisongo yang membumi dan arif. Ane juga kagum sama cara penulisannya mas Aji… enak gitu.
Salam pedes
Betapa mulianya ya mereka para wali. Aku sampai meneteskan air mata haru. Semoga allah menempatkan mereka pada tempat yang layak disisinya. Jihad para wali tersebut sangat efektif sekali efeknya sampai sekarang yang patut kita syukuri. Semoga ada yang meneruskan perjuangannya. Ternyata orang-orang besar itu memberi kepada semua makhluk tanpa meminta bayaran. mereka itu Ikhlas. Tidak diragukan lagi dalam Quantum ikhlas bukunya Erbe Sentanu disebutkan Memberi = Menerima.
aku kagum dgn perjuangan para wali smoga sebagai generasi penerus bisa mneruskan perjuangan para wali berani melawan yg munkar dan keji.
+++++++++++++++
Dalam bingkai menyebarkan agama melalui dakwah islamiyah disusunlah metaphora diatas. Kendati campur aduk dalam agentnya antara manusia ril dan mitos.Yang penting bermanfa’at, utilisasi metaphora dan mitos sebagai bingkai penyiaran agama.
+++++++++++++++
contoh bingkai /frame posmo dan pos structuralis yang bagus
Subhanallah yang telah menjadikan para kekasihnya mengusahakan Agama agar tetap ada dimuka bumi hingga hari Kiamat…
Ya Allah golongkan hamba kedalam para kekasih-Mu yang memperjuangkan Agama hingga yaumil Kiamat..
MasyaAllah aq dapat berkata banyak setelah membaca ini Semoga allah selalu melindungi kita Amin…….
MasyaAllah aq tak dapat berkata banyak setelah membaca ini Semoga allah selalu melindungi kita, dan semoga para Auliyah yang telah menuntun kami menuju jalan Allah diberi kenikmatan oleh Allah Swt Amin…….
ASWB… Yups! tentunya kita masih trus berharap bahwa masih ada orang-0orang yang memilki jiwa seperti jiwanya mereka para wali songo…
aswb… ane minta izin buat copy-paste di blog ane yah…?!
assalamualaikum ikhwan ana selalu mendukung antum dg menulis sejarah islam dg itu para penerus bangsa ini tdk terus di pengaruhi pemikiran barat
assalamualaikum, salam kenal, minta ijin untuk kami cetak karena ada teman yang sudah lama ngebet punya semboyan dakwah walisongo.
Kapan latihan 4 bulannya ? atau mungkin sudah tiap tahun?
wassalam
Silahkan segera daftarkan diri tuan-tuan di markas dakwah mesjid jamie kebon jeruk, hayam wuruk, jakarta, untuk keluar di jalan Allah 4 bulan IPB, 4 bulan Negri Jauh, 4 bulan jalan kaki, 4 bulan biasa, dan rasakan sendiri hakikat dakwah para nabi, para ambiya, para sahabat, para wali, Insya Allah.
Waw….Assalamu’alaikum….
Terima kasih banyak atas semua yang anda tulis di atas.
Saya anggap ini bagian dari dakwak tersebut.
Semoga bermanfaat bagi kita semua…amin..!
Wassalamu’alaikum….
Assalamualaikum….
Saat ini kita berada dialam yang berbeda dengan Para pendakwah dahulu…tetapi mereka sudah memberikan sinyal akan terjadi keadaan seperti yang disebutkan oleh Sunan Kalijogo tersebut diatas. Hari ini kita sudah tidak lagi mendengar gaung pasar karena hampir seluruh kota khususnya di indonesia berlomba-lomba mendirikan bangunan yang disebut mall, megamall,supermall dan sejenisnya. Para wanita udah tidak ada rasa malu lagi mempertontonkan kemolekan tubuh mereka…baik dikalangan umum dan dunia bisnis yang sudah menjadi biasa karena ingin mengikuti perubahan jaman yg katanya modern atau canggih. Kali, parit juga banyak yg sudah hilang menjadi tempat pemukiman dan sungai menjadi kecil karena sampah-sampah. sehingga hari ini Bukit tinggi di sumatera Barat saja sudah terjadi banjir. Ini semua adalah peringatan kalau tidak mau disebut azab dari allah S.W.T. Untuk itu sesuai dengan pesan Sunan KaliJogo diatas….saya berniat untuk berkelana dari desa ke desa jangan kembali sebelum empat bulan untuk mendapatkan ilham (ilmu hikmah) dari Allah SWT. Bagaimana dengan saudara-saudaraku se iman? Apakah ada niat untuk mengikuti pesan Sunan Kali Jogo?Agar diri kita mendapat petunjuk dari allah S.W.T melalui ilmu hikmah NYA.
Maaf cuma saya belum mengerti bagaimana memulainya….
Wassalam….
saya sangat sepakat sekali dg uraian tersebut.saya juga ikut prihatin dg keadaan umat sekarang khususnya para penyebar islam/da’i/ustadz2 sekarang dimn mereka byk yg menghujat,mencemooh bahkan menghina cara2 dakwah yg prnh dilkkn para walisongo.nampaknya mereka lupa bahwa mereka bisa tahu tentang islam adalah karena berkat perjuangan walisongo.smg Allah memaafkan dan memberi hidayah pada mereka.amin