AGAMA DAN PERADABAN: PENGANTAR UMUM (1)
1. PENDAHULUAN
Mengapa terjadi peristiwa 11 September 2001 dengan mengatasnamakan “terorisme” Internasional? Mengapa Amerika Serikat melakukan intervensi militer ke Afghanistan dan Irak, bahkan sekarang melakukan tekanan atas nama nuklir ke Korea Utara dan Iran? Mengapa Israel tetap melakukan penindasan Palestina dan Libanon? Belum lagi hampir tujuh tahun sejak 2001 di negara-negara yang memiliki penduduk Muslim tak terkecuali Indonesia terjadi penggerebekan besar-besaran para “teroris”.
Di sisi lain, mengapa pula Huntington dalam bukunya The Clash of Civilizations atau Francis Fukuyama dalam The End of History and The Last Man menggaris bawahi Islam adalah ancaman bagi barat? Menurut Huntington (2001) bagi Barat yang menjadi ganjalan utama dalam politik peradaban di abad 21 bukanlah fundamentalisme Islam, tetapi Islam itu sendiri. Islam bagi Huntington adalah sebuah peradaban yang masyarakatnya berbeda dengan kebudayaan Barat. Pendapat mirip Huntington mengenai Islam disampaikan oleh Francis Fukuyama:
Dan Islam memang telah berhasil mengalahkan demokrasi liberal di sebagian besar dunia Islam …. Dan sementara hampir satu milyar manusia adalah Islam secara kultural-seperlima dari populasi dunia-mereka tidak dapat menentang demokrasi liberal di wilayahnya sendiri pada tingkat ide. Sesungguhnya dunia Islam akan tampak lebih mudah diserang oleh ide-ide liberal dalam jangka panjang daripada sebaliknya, karena liberalisme semacam ini telah menarik para pengikut muslim yang banyak dan kuat selama satu setengah abad yang lalu.
Bagi Huntington, perkembangan Islam dalam konteks geo-politik dunia saat ini merupakan ancaman bagi Barat. Hal itu nampak dari data statistik detil telah dihimpunnya untuk mendeteksi perkembangan peradaban-peradaban di dunia. Misalnya saja, data angkatan muda Muslim (14 s/d 24 th) selama seratus tahun ternyata telah mengalami kenaikan lebih dari 20 %. Kenaikan usia muda yang berpendidikan menengah di negara-negara Muslim dan mayoritas Muslim akan menjadi kekuatan penting bagi Kebangkitan Islam dan berpengaruh terhadap munculnya militansi, militerisme dan imigrasi.
Data lain, yaitu mengenai kenaikan jumlah penduduk dunia antara tahun 1965 sampai 1990. Dalam kurun waktu tersebut menurutnya jumlah penduduk dunia telah meningkat dari 3,3 miliar menjadi 5,3 miliar. Kenaikan rata-rata penduduk dunia hanya sebesar 1,85%, sedangkan di negara Islam dan negara dengan mayoritas Muslim kenaikan rata-ratanya lebih dari 2%. Lebih rinci lagi, jumlah umat Islam tahun 1980 kurang dari 18 % tetapi pada tahun 2000 akan mencapai 20% dan tahun 2025 mencapai 30%. Pemeluk agama Kristen di sisi lain, pada tahun 1980 mencapai 30%, dan akan mengalami penurunan menjadi hanya 25% pada tahun 2025. Sebuah agama universal memiliki keterkaitan dengan munculnya sebuah bahasa universal. Di Cina karena pengaruh komunis perubahan dengan non religius sangat drastis. Data tersebut menunjukkan adanya kenaikan jumlah pemeluk dua agama besar yaitu Kristen dan Islam, selama 80 tahun. Selama masa-masa yang panjang, Islam sebagai agama telah mengalami kenaikan signifikan dan Kristen sebaliknya. Naiknya pemeluk agama Islam disamping konversi (Kristen) juga melalui “reproduksi”. (Huntington 2001, 89-91).
Belum lagi data mengenai pertumbuhan penduduk di Amerika Serikat sendiri, penggunaan bahasa-bahasa dunia, perkembangan agama, penguasaan wilayah dan lainnya. Semua data tersebut mengarah pada perkembangan signifikan naiknya dominasi Islam dan makin menurunnya Barat. Berkenaan dengan penyebaran dan penggunaan bahasa, dijelaskan oleh Huntington (2001, 85-86) bahwa sejarah telah mencatat penyebaran bahasa merefleksikan penyebaran kekuasaan di dunia. Meningkatnya penyebaran kekuasaan akan berarti meningkatnya penyebaran bahasa. Jika kehadiran Cina di masa depan mampu menggantikan posisi Barat sebagai Peradaban yang dominan, bahasa Inggris akan tersisih oleh bahasa Mandarin sebagai lingua franca dunia. Ketakutan Huntington dapat dilihat dari keresahan simbolis berupa kalimat di bawah ini:
Seluruh negara Barat akan tetap menjadi salah satu peradaban dunia paling kuat memasuki awal abad 21,… Dalam hal ini pada tahun 1920 mencapai puncaknya. Namun sejak itu, secara perlahan tapi pasti, peran tersebut terus mengalami degradasi. Pada tahun 2020 , seratus tahun kemudian, Barat – barangkali – hanya memiliki pengaruh terhadap 24% dari seluruh wilayah dunia (menurun dratis dibanding ketika mencapai puncaknya pada tahun 1920, yaitu sebesar 49%), 10% dari seluruh penduduk dunia (turun dari 48%), dan barangkali 15-20% dari seluruh wilayah yang secara sosial telah termobilisasi, 30% dari seluruh hasil produksi dunia (turun dari 70%) dan kurang lebih 10% dari kekuatan militer global (turun dari 45%).
Berikut disampaikan juga attachment mengenai data statistik pendukung yang diambil dari Buku Clash of Civilization karya Samuel P. Huntington. silakan klik data statistik agama dan peradaban
…bersambung



It’s good. Thanks.
Asih Dewayanti
September 7, 2009