breaknews: Buku Akuntansi Syariah Baru
Link Konsep Nilai Tambah Syariah
Link lanjutan mengenai Akuntansi Syariah: Pengantar Bagian Dua
Link lain bertema Tazkiyah Tujuan Akuntansi Syariah
Link lain bertema Review Exposure Draft PSAK Akuntansi Syariah
1. PENDAHULUAN
Segala Puji Bagi Allah. Sesungguhnya kesucian dan kebenaran hanyalah bersumber dari dan diniatkan/ditujukan kepada Allah. Sering kita bertanya-tanya bagaimana bentuk akuntansi di Indonesia? Seperti kita ketahui hampir seluruh ‘peta’ akuntansi Indonesia merupakan by product Barat. Akuntansi konvensional (Barat) di Indonesia bahkan telah diadaptasi tanpa perubahan berarti. Hal ini dapat dilihat dari sistem pendidikan, standar, dan praktik akuntansi di lingkungan bisnis. Kurikulum, materi dan teori yang diajarkan di Indonesia adalah akuntansi pro Barat. Semua standar akuntansi berinduk pada landasan teoritis dan teknologi akuntansi IASC (International Accounting Standards Committee). Indonesia bahkan terang-terangan menyadur Framework for the Preparation and Presentation of Financial Statements IASC, dengan judul Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang dikeluarkan Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) (Mulawarman 2006b; 2007d).
Perkembangan terbaru, saat ini telah disosialisasikan sistem pendidikan akuntansi “baru” yang merujuk internasionalisasi dan harmonisasi standar akuntansi. Pertemuan-pertemuan, workshop, lokakarya, seminar mengenai perubahan kurikulum akuntansi sampai standar kelulusan akuntan juga mengikuti kebijakan IAI berkenaan Internasionalisasi Akuntansi Indonesia tahun 2010 (Mulawarman 2007d).
Dunia bisnis tak kalah, semua aktivitas dan sistem akuntansi juga diarahkan untuk memakai acuan akuntansi Barat. Hasilnya akuntansi sekarang menjadi menara gading dan sulit sekali menyelesaikan masalah lokalitas. Akuntansi hanya mengakomodasi kepentingan ”market” (pasar modal) dan tidak dapat menyelesaikan masalah akuntansi untuk UMKM yang mendominasi perekonomian Indonesia lebih dari 90%. Hal ini sebenarnya telah menegasikan sifat dasar lokalitas masyarakat Indonesia (Mulawarman 2006b).
Padahal bila kita lihat lebih jauh, akuntansi secara sosiologis saat ini telah mengalami perubahan besar. Akuntansi tidak hanya dipandang sebagai bagian dari pencatatan dan pelaporan keuangan perusahaan. Akuntansi telah dipahami sebagai sesuatu yang tidak bebas nilai (value laden), tetapi dipengaruhi nilai-nilai yang melingkupinya. Bahkan akuntansi tidak hanya dipengaruhi, tetapi juga mempengaruhi lingkungannya (lihat Hines 1989; Morgan 1988; Triyuwono 2000a; Subiyantoro dan Triyuwono 2003; Mulawarman 2006).
Ketika akuntansi tidak bebas nilai, tetapi sarat nilai, otomatis akuntansi konvensional yang saat ini masih didominasi oleh sudut pandang Barat, maka karakter akuntansi pasti kapitalistik, sekuler, egois, anti-altruistik. Ketika akuntansi memiliki kepentingan ekonomi-politik MNC’s (Multi National Company’s) untuk program neoliberalisme ekonomi, maka akuntansi yang diajarkan dan dipraktikkan tanpa proses penyaringan, jelas berorientasi pada kepentingan neoliberalisme ekonomi pula (Mulawarman 2007d).
Pertanyaan lebih lanjut adalah, apakah memang kita tidak memiliki sistem akuntansi sesuai realitas kita? Apakah masyarakat Indonesia tidak dapat mengakomodasi akuntansi dengan tetap melakukan penyesuaian sesuai realitas masyarakat Indonesia? Lebih jauh lagi sesuai realitas masyarakat Indonesia yang religius? Religiusitas Indonesia yang didominasi 85% masyarakat Muslim?
2. Akuntansi Syari’ah: ANTARA Aliran Pragmatis DAN IDEALIS
Perkembangan akuntansi syari’ah saat ini menurut Mulawarman (2006; 2007a; 2007b; 2007c) masih menjadi diskursus serius di kalangan akademisi akuntansi. Diskursus terutama berhubungan dengan pendekatan dan aplikasi laporan keuangan sebagai bentukan dari konsep dan teori akuntansinya. Perbedaan-perbedan yang terjadi mengarah pada posisi diametral pendekatan teoritis antara aliran akuntansi syari’ah pragmatis dan idealis.
2.1. Akuntansi Syariah Aliran Pragmatis
Aliran akuntansi pragmatis lanjut Mulawarman (2007a) menganggap beberapa konsep dan teori akuntansi konvensional dapat digunakan dengan beberapa modifikasi (lihat juga misalnya Syahatah 2001; Harahap 2001; Kusumawati 2005 dan banyak lagi lainnya). Modifikasi dilakukan untuk kepentingan pragmatis seperti penggunaan akuntansi dalam perusahaan Islami yang memerlukan legitimasi pelaporan berdasarkan nilai-nilai Islam dan tujuan syari’ah. Akomodasi akuntansi konvensional tersebut memang terpola dalam kebijakan akuntansi seperti Accounting and Auditing Standards for Islamic Financial Institutions yang dikeluarkan AAOIFI secara internasional dan PSAK No. 59 atau yang terbaru PSAK 101-106 di Indonesia. Hal ini dapat dilihat misalnya dalam tujuan akuntansi syari’ah aliran pragmatis yang masih berpedoman pada tujuan akuntansi konvensional dengan perubahan modifikasi dan penyesuaian berdasarkan prinsip-prinsip syari’ah. Tujuan akuntansi di sini lebih pada pendekatan kewajiban, berbasis entity theory dengan akuntabilitas terbatas.
Bila kita lihat lebih jauh, regulasi mengenai bentuk laporan keuangan yang dikeluarkan AAOIFI misalnya, disamping mengeluarkan bentuk laporan keuangan yang tidak berbeda dengan akuntansi konvensional (neraca, laporan laba rugi dan laporan aliran kas) juga menetapkan beberapa laporan lain seperti analisis laporan keuangan mengenai sumber dana untuk zakat dan penggunaannya; analisis laporan keuangan mengenai earnings atau expenditures yang dilarang berdasarkan syari’ah; laporan responsibilitas sosial bank syari’ah; serta laporan pengembangan sumber daya manusia untuk bank syari’ah. Ketentuan AAOIFI lebih diutamakan untuk kepentingan ekonomi, sedangkan ketentuan syari’ah, sosial dan lingkungan merupakan ketentuan tambahan. Dampak dari ketentuan AAOIFI yang longgar tersebut, membuka peluang perbankan syari’ah mementingkan aspek ekonomi daripada aspek syari’ah, sosial maupun lingkungan. Sinyal ini terbukti dari beberapa penelitian empiris seperti dilakukan Sulaiman dan Latiff (2003), Hameed dan Yaya (2003b), Syafei, et al. (2004).
Penelitian lain dilakukan Hameed dan Yaya (2003b) yang menguji secara empiris praktik pelaporan keuangan perbankan syari’ah di Malaysia dan Indonesia. Berdasarkan standar AAOIFI, perusahaan di samping membuat laporan keuangan, juga diminta melakukan disclose analisis laporan keuangan berkaitan sumber dana zakat dan penggunaannya, laporan responsibilitas sosial dan lingkungan, serta laporan pengembangan sumber daya manusia. Tetapi hasil temuan Hameed dan Yaya (2003b) menunjukkan bank-bank syari’ah di kedua negara belum melaksanakan praktik akuntansi serta pelaporan yang sesuai standar AAOIFI.
Syafei, et al. (2004) juga melakukan penelitian praktik pelaporan tahunan perbankan syari’ah di Indonesia dan Malaysia. Hasilnya, berkaitan produk dan operasi perbankan yang dilakukan, telah sesuai tujuan syari’ah (maqasid syari’ah). Tetapi ketika berkaitan dengan laporan keuangan tahunan yang diungkapkan, baik bank-bank di Malaysia maupun Indonesia tidak murni melaksanakan sistem akuntansi yang sesuai syari’ah. Menurut Syafei, et al. (2004) terdapat lima kemungkinan mengapa laporan keuangan tidak murni dijalankan sesuai ketentuan syari’ah. Pertama, hampir seluruh negara muslim adalah bekas jajahan Barat. Akibatnya masyarakat muslim menempuh pendidikan Barat dan mengadopsi budaya Barat. Kedua, banyak praktisi perbankan syari’ah berpikiran pragmatis dan berbeda dengan cita-cita Islam yang mengarah pada kesejahteraan umat. Ketiga, bank syari’ah telah establish dalam sistem ekonomi sekularis-materialis-kapitalis. Pola yang establish ini mempengaruhi pelaksanaan bank yang kurang Islami. Keempat, orientasi Dewan Pengawas Syari’ah lebih menekankan formalitas fiqh daripada substansinya. Kelima, kesenjangan kualifikasi antara praktisi dan ahli syari’ah. Praktisi lebih mengerti sistem barat tapi lemah di syariah. Sebaliknya ahli syariah memiliki sedikit pengetahuan mengenai mekanisme dan prosedur di lapangan.
2.2. Akuntansi Syari’ah Aliran Idealis
Aliran Akuntansi Syari’ah Idealis di sisi lain melihat akomodasi yang terlalu “terbuka dan longgar” jelas-jelas tidak dapat diterima. Beberapa alasan yang diajukan misalnya, landasan filosofis akuntansi konvensional merupakan representasi pandangan dunia Barat yang kapitalistik, sekuler dan liberal serta didominasi kepentingan laba (lihat misalnya Gambling dan Karim 1997; Baydoun dan Willett 1994 dan 2000; Triyuwono 2000a dan 2006; Sulaiman 2001; Mulawarman 2006a). Landasan filosofis seperti itu jelas berpengaruh terhadap konsep dasar teoritis sampai bentuk teknologinya, yaitu laporan keuangan. Keberatan aliran idealis terlihat dari pandangannya mengenai Regulasi baik AAOIFI maupun PSAK No. 59, serta PSAK 101-106, yang dianggap masih menggunakan konsep akuntansi modern berbasis entity theory (seperti penyajian laporan laba rugi dan penggunaan going concern dalam PSAK No. 59) dan merupakan perwujudan pandangan dunia Barat. Ratmono (2004) bahkan melihat tujuan laporan keuangan akuntansi syari’ah dalam PSAK 59 masih mengarah pada penyediaan informasi. Yang membedakan PSAK 59 dengan akuntansi konvensional, adanya informasi tambahan berkaitan pengambilan keputusan ekonomi dan kepatuhan terhadap prinsip syari’ah. Berbeda dengan tujuan akuntansi syari’ah filosofis-teoritis, mengarah akuntabilitas yang lebih luas (Triyuwono 2000b; 2001; 2002b; Hameed 2000a; 2000b; Hameed dan Yaya 2003a; Baydoun dan Willett 1994).
Konsep dasar teoritis akuntansi yang dekat dengan nilai dan tujuan syari’ah menurut aliran idealis adalah Enterprise Theory (Harahap 1997; Triyuwono 2002b), karena menekankan akuntabilitas yang lebih luas. Meskipun, dari sudut pandang syari’ah, seperti dijelaskan Triyuwono (2002b) konsep ini belum mengakui adanya partisipasi lain yang secara tidak langsung memberikan kontribusi ekonomi. Artinya, lanjut Triyuwono (2002b) konsep ini belum bisa dijadikan justifikasi bahwa enterprise theory menjadi konsep dasar teoritis, sebelum teori tersebut mengakui eksistensi dari indirect participants.
Berdasarkan kekurangan-kekurangan yang ada dalam VAS, Triyuwono (2001) dan Slamet (2001) mengusulkan apa yang dinamakan dengan Shari’ate ET. Menurut konsep ini stakeholders pihak yang berhak menerima pendistribusian nilai tambah diklasifikasikan menjadi dua golongan yaitu direct participants dan indirect participants. Menurut Triyuwono (2001) direct stakeholders adalah pihak yang terkait langsung dengan bisnis perusahaan, yang terdiri dari: pemegang saham, manajemen, karyawan, kreditur, pemasok, pemerintah, dan lain-lainnya. Indirect stakeholders adalah pihak yang tidak terkait langsung dengan bisnis perusahaan, terdiri dari: masyarakat mustahiq (penerima zakat, infaq dan shadaqah), dan lingkungan alam (misalnya untuk pelestarian alam).
2.3. Komparasi Antara Aliran Idealis dan Pragmatis
Kesimpulan yang dapat ditarik dari perbincangan mengenai perbedaan antara aliran akuntansi syari’ah pragmatis dan idealis di atas adalah, pertama, akuntansi syari’ah pragmatis memilih melakukan adopsi konsep dasar teoritis akuntansi berbasis entity theory. Konsekuensi teknologisnya adalah digunakannya bentuk laporan keuangan seperti neraca, laporan laba rugi dan laporan arus kas dengan modifikasi pragmatis. Kedua, akuntansi syari’ah idealis memilih melakukan perubahan-perubahan konsep dasar teoritis berbasis shari’ate ET. Konsekuensi teknologisnya adalah penolakan terhadap bentuk laporan keuangan yang ada; sehingga diperlukan perumusan laporan keuangan yang sesuai dengan konsep dasar teoritisnya. Untuk memudahkan penjelasan perbedaan akuntansi syari’ah aliran pragmatis dan idealis, silakan lihat gambar berikut:
3. Proyek IMPLEMENTASI Shari’ate Enterprise Theory
Proses pencarian bentuk teknologis aliran idealis dimulai dari perumusan ulang konsep Value Added (VA) dan turunannya yaitu Value Added Statement (VAS). VA diterjemahkan oleh Subiyantoro dan Triyuwono (2004, 198-200) sebagai nilai tambah yang berubah maknanya dari konsep VA yang konvensional. Substansi laba adalah nilai lebih (nilai tambah) yang berangkat dari dua aspek mendasar, yaitu aspek keadilan dan hakikat manusia.
Terjemahan konsep VA agar bersifat teknologis untuk membangun laporan keuangan syari’ah disebut Mulawarman (2006, 211-217) sebagai shari’ate value added (SVA). SVA dijadikan source untuk melakukan rekonstruksi sinergis VAS versi Baydoun dan Willett (1994; 2000) dan Expanded Value Added Statement (EVAS) versi Mook et al. (2003; 2005) menjadi Shari’ate Value Added Statement (SVAS). SVA adalah pertambahan nilai spiritual (zakka) yang terjadi secara material (zaka) dan telah disucikan secara spiritual (tazkiyah). SVAS adalah salah satu laporan keuangan sebagai bentuk konkrit SVA yang menjadikan zakat bukan sebagai kewajiban distributif saja (bagian dari distribusi VA) tetapi menjadi poros VAS. Zakat untuk menyucikan bagian atas SVAS (pembentukan sources SVA) dan bagian bawah SVAS (distribusi SVA).
SVAS lanjut Mulawarman (2006) terdiri dari dua bentuk laporan, yaitu Laporan Kuantitatif dan Kualitatif yang saling terikat satu sama lain. Laporan Kuantitatif mencatat aktivitas perusahaan yang bersifat finansial, sosial dan lingkungan yang bersifat materi (akun kreativitas) sekaligus non materi (akun ketundukan). Laporan Kualitatif berupa catatan berkaitan dengan tiga hal. Pertama, pencatatan laporan pembentukan (source) VA yang tidak dapat dimasukkan dalam bentuk laporan kuantitatif. Kedua, penentuan Nisab Zakat yang merupakan batas dari VA yang wajib dikenakan zakat dan distribusi Zakat pada yang berhak. Ketiga, pencatatan laporan distribusi (distribution) VA yang tidak dapat dimasukkan dalam bentuk laporan kuantitatif.
Bagaimana bentuk laporan keuangan syari’ah lainnya? To be continued…
DISARIKAN DARI:
Mulawarman, Aji Dedi. 2006. Menyibak Akuntansi Syari’ah: Rekonstruksi Teknologi Akuntansi Syari’ah Dari Wacana Ke Aksi. Penerbit Kreasi Wacana. Jogjakarta.
Mulawarman, Aji Dedi. 2006b. Pensucian Pendidikan Akuntansi. Prosiding Konferensi Merefleksi Domain Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Fakultas Ekonomi UKSW. Salatiga. 1 Desember.
Mulawarman, Aji Dedi. 2007a. Menggagas Laporan Arus Kas Syari’ah. Simposium Nasional Akuntansi X. Unhas Makassar. 26-28 Juli
Mulawarman, Aji Dedi. 2007b. Menggagas Neraca Syari’ah Berbasis Maal: Kontekstualisasi “Kekayaan Altruistik Islami”. The 1st Accounting Conference. FE-UI Depok. 7-9 Nopember.
Mulawarman, Aji Dedi. 2007c. Menggagas Laporan Keuangan Syari’ah Berbasis Trilogi Ma’isyah-Rizq-Maal. Simposium Nasional Ekonomi Islam 3. Unpad. Bandung. 14-15 Nopember.
Mulawarman, Aji Dedi. 2007d. Menggagas Teori Akuntansi Syari’ah. Seminar Akuntansi Syari’ah, Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, 24 Nopember.
Menurut data Indonesian Capital Market Direktory 2005, perusahaan yang terdaftar di bursa saham per Desember 2004 mencapai 331 perusahaan. Sebagai perbandingan, jumlah usaha mikro, kecil dan menengah saat ini mencapai lebih dari 16 juta entitas.
Ditegaskan oleh Chua (1986) bahwa akuntansi bukan hanya dipandang bersifat rasional teknis saja, suatu aktivitas jasa yang terpisah dari hubungan kemasyarakatan. Tetapi, seperti dikatakan oleh Hines (1989), bahwa accounting creates and maintains (or can play a part in changing) the social world, is through its reflection and reinforcement of the values of society.
AAOIFI singkatan Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions, lembaga regulasi keuangan Islam internasional yang berkedudukan di Abu Dhabi, UEA. AAOIFI telah mengeluarkan Standar Akuntansi dan Auditing untuk lembaga keuangan Islam (Accounting and Auditing Standards for Islamic Financial Institutions) tahun 1998.
PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) No. 59 merupakan pernyataan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) mengenai Akuntansi Perbankan Syari’ah. Standar ini banyak merujuk pada AAOIFI.
Penelitian yang menarik dilakukan Afifudin (2004) mengenai PSAK No. 59 khusus pembiayaan Mudharabah Bank Syari’ah. Dari penelusuran mengenai konsep dasar teoritis akuntansi yang melandasinya, jelas-jelas menggunakan basis entity theory yang kapitalistik.
EVAS dikembangkan oleh Mook et al. (2003; 2005) sebagai salah satu alternatif bentuk pengganti Laporan Laba Rugi. EVAS merupakan adaptasi dari VAS yang diperluas. EVAS juga menekankan peran organisasi dalam mengarahkan manfaat untuk masyarakat yang secara umum diabaikan dalam financial statement. EVAS merupakan integrasi informasi finansial dan non finansial, melakukan sintesis data finansial dengan input dan output sosial. EVAS mengkombinasikan data finansial dan data sosial untuk memberikan gambaran lebih utuh dampak sosial dan ekonomi perusahaan.

Februari 20, 2008 at 10:17 am
Assalamualaikum…
Saya salah satu mahasiswi PT negeri
Saya di semester 7 nanti pengen skripsi, kemungkinan ngangkat masalah syariah ini.
Bisakah bapak, memberikan pencerahan kpd saya, topik apa yang sebaiknya saya angkat ?
Februari 20, 2008 at 11:13 am
bagi yang ingin diskusi lebih lanjut mengenai akuntansi syariah silakan add ke YM ajidedim@yahoo.co.id
Maret 1, 2008 at 6:26 am
pak saya butuh contoh dari jurnal umum, jurnal penyesuaian sebuah akutansi syari’ah seperti skim ijarah, rahn, wadi’ah dsb
Maret 11, 2008 at 10:55 am
akuntansi kenapa ya susah banget….
dengan adaya kayak gini ewin jadi lumayan paham….
palagi ewin dapet tugas akhir semester genap
thanks banget……….
Maret 11, 2008 at 11:00 am
yup tolong juga contoh semua jurnal……….
Maret 28, 2008 at 4:16 pm
aslmkm.pa, sebenarnya sudah adakah suatu organisasi/perusahaan yang mengaplikasikan akuntansi syariah secara penuh?
April 9, 2008 at 6:45 pm
saya mahasiswi yang lagi nyusun skipsi.bisakah bapak tolong saya untuk menyusun apa-apa saja yang dapat saya susun menjadi pertanyaan kuesioner tentang “Persepsi Analis/Pembiayaan tentang Resiko Kredit pada Bank Konvensional dan Bank Syariah”
untuk saya jadikan studi kasus pada bank konvensional dan bank syariah…
April 11, 2008 at 11:02 am
boleh nanya ga…
ada link bwt donlod psak 101-106 ga…
or di iai ada ga??
blom liat…
boleh dunk kapan2 pembahasan tentang ifrs…
pengen tau jg…
makasi…
April 18, 2008 at 10:47 am
Ass…
Bisa gak menganalisis akuntansi jasa letter of credit berdasarkan PAPSI dan PSAK?
kalau bisa bagaimana caranya?
terima kasih…
April 30, 2008 at 1:35 pm
BANTUIN NYARI CONTOH FORMAT PENYSUNAN TA PLEEEEAASSS!!!!
Mei 6, 2008 at 2:57 pm
ass.ada nggak sih…. buku akuntansi syari’ah yang membahas tentang dasar-dasar akuntansi syari’ah secara detail dan lengkap? kalau ada judul bukunya apa dan karangan siapa? makasih…………….
Mei 9, 2008 at 2:02 pm
silakan baca Menyibak Akuntansi Syariah oleh Aji Dedi Mulawarman penerbit Kreasi Wacana Jogja
Mei 20, 2008 at 1:43 pm
assalamualaikum wr.wb.
saya mahasiswa UNNES. boleh minta tolong ga dikirimkan ke email saya aal about shariah value added statement? mohon bantuannya demi kelancaran studi saya. syukron
Mei 21, 2008 at 7:00 am
saya mahasiswi PTN, dapet tugas ney tentang ANALISIS LAPORAN KEUANGAN AKUNTANSI SYARI’AH, bingungnya, apa yang harus di analisis? ada ga metode khususnya or panduannya kayak gmn? Pak, apa yang bisa dijadikan sumber?
Mei 30, 2008 at 2:42 pm
Assalamu’alaikum wr. wb. saya mahasiswa STIE Graha Kirana lagi sedang menyusun Skripsi dengan judul Analisis Penerapan PSAK No.59 pada Sistem Pembiyaan Murabahah di BPRS Puduarta Insani Medan, pengen minta bantuan dengan rekan-rekan berkaitan judul skripsi saya di atas. makasi sebelumnya.
Juni 5, 2008 at 11:54 am
[...] AKUNTANSI SYARIAH: PENGANTAR (Bagian Dua) Juni 5, 2008 Posted by ajidedim in Akuntansi, akuntansi Islam, akuntansi syariah, ekonomi, ekonomi islam, islam, islamic accounting, perbankan syariah, shariate accounting. Tags: abd’ Allah, akuntansi syariah, bisnis, ekonomi, islam, islamic values, khalifatullah fil ardh, maqashid syariah, nilai-nilai Islam, organisasi, organisasi bisnis, pengantar akuntansi syariah, syariah, tujuan syariah trackback Akuntansi Syariah: Pengantar (Bagian Satu) [...]
Juli 14, 2008 at 9:14 am
Assalamu’alaikum, Bapak,…
Insya Allah saya akan mengngkat tesis yang bertemakan Akuntansi Syariah. mohon bantuan Bapak untuk mengirim beberapa jurnal yang berkaitan dengan akuntansi syariah. terima kasih
Juli 16, 2008 at 9:37 pm
Assalamu’alaikum, Bapak,…
saya baru-baru ini ada yang menawarkan asuransi & investasi berdasarkan syariah dan seperti yang kita lihat saat ini banyak sekali perusahaan yang menawarkan sejenis, apakah kiranya bapak bisa membahas juga mengenai hal ini, sekalian pencerahan buat saya maupun untuk umat yang ada di negara kita,agar tidak salah dalam mengambil keputusan. terima kasih wassalam
Agustus 1, 2008 at 3:23 pm
AKUNTANSI SYARIAH PERLU DI SEBARKAN MELALUI BUKU SAKU AGAR PARA PELAKU EKONOMI MIKRO TERUTAMA DI DAERAH DPT LEBIH MEMAHAMINYA, KLO BOLEH SY MAU IJIN DAN SEKALIGUS MEMOHON BANTUANNYA MAKSH
Agustus 17, 2008 at 8:39 pm
ass.
pak,tolong bantu saya, tolong sikasih tentang aplikasi penerapan mudharabah.
terima kasih.
wass.
September 10, 2008 at 3:22 pm
pak, apa beda akuntansi syariah dengan konvensional?
tolong penjelasannya.
September 16, 2008 at 11:12 am
Pak saya akan membuat skripsi tentang akuntansi syariah khususnya akuntansi perbankan syariah tapi saya masih binggung tema apa yang akan saya angkat dalam skripsi saya tersebut. mohon bantuan untuk memberikan ide..tolong balas di email saya ya pak. Thnks
Oktober 7, 2008 at 5:12 pm
ASSALAMUALAIKUM..
saya saat ini kuliah di Universitas Islam Negeri SGD Bandung.
mengambil jurusan Administrasi Negara.
Pak ada sedikit pertanyaan,, apakah Akuntansi Syariah sangat berguna bagi Para Ahli Administrasi Negara dalam kegiatan administrasi ?
tolong di jelaskan ! Terimakasih.
Oktober 19, 2008 at 8:57 am
Tulisan ini berguna sekali untuk thesis saya, mohon izin untuk menuliskan nama mas, jika ada kalimat yang saya kutip dari tulisan ini.
Terima kasih
Oktober 20, 2008 at 7:17 am
ass.
pak mau tanya beda akuntansi syariah dengan akuntansi konvensional
Oktober 22, 2008 at 8:44 pm
Pak, tolong donk laporan rugi-laba perbankan syari’ah n konvesional klw ada…???? penting…..
November 4, 2008 at 8:46 pm
Ingin memperoleh studi kasus mengenai akuntansi syariah, penerapan persamaan dasar akuntansi konvensional ke akuntansi syariah yang lebih elegan dan menarik
November 4, 2008 at 8:56 pm
Penerapan Akuntansi Syariah pada Madrasah Aliyah di Indonesia terutama mengenai perhitungan zakat Fitrah dan zakat Mal karena akuntansi konvensional sudah sangat jauh dari prinsip-prinsip aqidah Islam terutama dalam perhitungan bunga uang yang jelas-jelas riba. mohon informasinya ke alamat : MAN 1 Tanjungpura-Langkat SUMUT
Jl. Pembangunan No.5 desa Pekubuan Tanjungpura.
Desember 3, 2008 at 4:19 pm
pak klo mau ngambil skripsi tentang akuntansi syariah, yang gampang apa ya pak?mksudnya bt judulnya itu susah?kira2 bleh minta pendapat ga pak mengenai judul yg skiranya bisa untuk studi kasus.
Desember 15, 2008 at 5:45 pm
Mohon maaf sebelumnya pak/bu. Saya sebetulnya bukan muslim, tetapi sangat tertarik tentang akuntansi syariah. Kalau bisa mohon disajikan contoh kasus kongrit penerapan akuntansi syariah, mulai dari pencatatanan transaksi sampai dengan penyusunan laporan keuangannya. Terimaksih atas perhatian bapakibu
Desember 16, 2008 at 5:47 am
silakan baca buku saya yang berjudul Menyibak Akuntansi Syariah, artikel-artikel saya yang telah dipresentasikan di berbagai forum seminar, simposium, konferensi dan lain-lain. Atau yang lebih teknis dan praktis baca PSAK No. 59, 101-106 dengan buku penunjang lain yang telah banyak dijual di toko-toko buku.
Desember 18, 2008 at 9:51 am
Assalamu’alaikum
pak, ini putra, mahasiswa di Jambi.
Pak, seandainya boleh kenal jauh mengenai bapak, bolehkah saya mengetahui situs web atau almt email bapak.
Desember 30, 2008 at 4:01 pm
bagaimana sih sudut pandang akuntansi syariah dalam arti pnerapan, pembentukan standart dan pengembangan di indonesia???
Desember 30, 2008 at 4:17 pm
trus apakah bpk punya semacam artikel ang ngebahas tentang pnerapan,pembentukan standart dan penegembangan akuntansi sariah diindonesia?cos Q dah cari referensi buku kok g’ketemu juga?
Januari 7, 2009 at 9:16 am
apakah ada akuntansi syari’ah yang membahas tentang cara-cara pengembangan PSAK dalam bank syariah?
Januari 16, 2009 at 10:27 am
cara pencatatan lap keu dlm asurnsi syariah biasa d bahas dmana
Januari 29, 2009 at 2:17 pm
Assalamu’alaikum. Pak Aji saya Windu dari Samarinda Kalimantan Timur. Saya Mhs Akuntansi Politeknik Samarinda. Saat ini saya tengah menyusun penelitian tentang Penerapan Akuntansi Syariah dan Fatwa DSN MUI pada Kegiatan Operasional BMT. Saya mohon saran dari Pak Aji tentang penelitian saya. Mengingat banyak BMT di Samarinda yang belum sesuai dgn konsep syariah krn para praktisi BMT kesulitan sebab BMT berbadan hukum koperasi namun operasionalnya syariah. Mana yg hrs di ikuti. Dan standar apa yg hrs saya lakukan antara aliran pragmatis maupun idealis. Mohon sarannya . TErima Kasih
Februari 5, 2009 at 7:54 pm
Assalamu’alaikum..Pak Aji,
Saya Raudhah, mahasiswi jurusan akuntansi Islam STEI Tazkia. Saya sedang mencari referensi mengenai kurikulum akuntansi syariah untuk skripsi saya. Terima kasih sudah berkenan mengisi seminar di kampus kami. Semoga dapat berkunjung kembali. Kami, mujahid-mujahidah ekonomi Islam khususnya Himpunan Mahasiswa Akuntansi Syari’ah (HAMAS) sangat mndukung prkembangan dan kmajuan akuntansi syariah..
Terus berjuang Pak Aji!
Buku baru yg terbit bulan ini judulnya apa Pak?
Februari 9, 2009 at 9:19 am
Apa benar isu yang beredar bahwa Dana2 yang dekelola perusahaan Asuransi Syariah di re-asuransi ke perusahaan2 asuransi non syariah??????
Februari 17, 2009 at 11:55 pm
ass..
pa sy akan meyusun skripsi..menurut beberapa sumber bahwa dalam bank syariah itu ada jual beli, bagi hasil dan jasa lainny sperti gadai emas..bank syariah itu ditekankan pada bagi hasil tetapi pd kenyataannya bagi hasil itu tdk berkembang..apakah masalah tersebut bs dijadikan skripsi sy??sy kul di jurusan akuntansi..sblmnya sy ucapkan terima kasih apabila bapa sudi memberi saran akan judul..terima kasih banyak..via email bs pa??
Maret 4, 2009 at 12:20 pm
terimakasih artikelnya, mohon izin untuk dijadikan referensi. terimakasih
Maret 13, 2009 at 8:31 am
Saya mahasiswa semester 10 jurusan Akuntansi Fak. Ekonomi
saya ingin mengangkat tentang akuntansi syariah ini. namun belum mendapatkan fokus pada satu tema. kira – kira hal apa yang menarik di teliti.tlg bantuannya…
Maret 26, 2009 at 9:04 pm
Asw. sy Septi mahasiswi jur akun sem 8. sy pgn ngangkat akuntansi syariah sbg bahan skripsi sy. mohon bantuannya, kira2 buku apa saja yg bisa dijadikan referensi?
yg ingin saya teliti ttg perbandingan akuntansi manajemen dg akuntansi syariah..
trims
Septi
April 27, 2009 at 9:24 pm
ass….
pak, saya adalah salah satu mahasiswa jurusan akuntansi. saya ingin bpk memberikan komentar, bagaimana sistem bank syariah bekerja. dan berlandaskan apa, serta bagaimana sistem tersebut bisa di jalankan di masyarakat. thank’s
balas
Mei 12, 2009 at 1:42 pm
Ass. Wr. Wb.
Perkenalkan kami Muamalat Institute, lembaga pendidikan yang bergerak dibidang research, training, consulting & publication syariah. Pada tanggal 18-19 Mei 2009 akan diadakan Training Akuntansi Syariah di Hotel Ibis Slipi Jakarta.
Materi Training terdiri dari:
1. Akuntansi dalam perspektif syariah
2. Kerangka dasar akuntansi perbankan syariah.
3. PSAK No. 101-106, PSAK 31 & 59, dan Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia tentang akuntansi perbankan syariah
4. Akuntansi produk pendanaan: Wadiah, Mudharabah
5. Akuntansi produk pembiayaan : Murabahah, Salam, Istishna, Mudharabah, Ijarah / Ijarah Muntahiya bi Tamlik.
6. Kerangka penyiapan laporan Bank Syariah
7. Laporan Keuangan Bank Syariah
Investasi Training: Rp. 1.500.000
Investasi training termasuk:
1. Modul / materi pelatihan
2. Sertifikat
3. Training Kits
4. Lunch & 2 kali coffee break
Investasi training in house (minimal 20 peserta) dapat dibicarakan lebih lanjut
Contact Person : Vernier (021-99021522)
Mei 18, 2009 at 8:52 am
Assalamualaikum.Wr.Wb
Sy mhasiswa akuntansi smt6 & ingin mengangkat akuntansi syariah atau akuntansi islam sebagai judul skripsi & dihubungkan dengan akuntansi keperilakuan, tapi saya bingung pak, apa yang harus saya angkat sbgai permasalahan atau judul skripsi tersebut. Mohon bantuannya !!! Terima kasih
Wassaalamualaikum
Juni 21, 2009 at 8:54 pm
Assalamu’alaikum wr wb
Pingin sekali bisa belajar akuntansi syariah, apalagi mengajarkannya…
Itu salah satu opsesi saya pak, semoga segala informasi bapak menbantu saya ke arah sana..
tapi ada satu yang ingin saya tanyakan, yaitu sebenarnya goal kita akan menjadikan akuntansi syariah sebagai akuntansi bagi segala jenis perusahaan atau hanya untuk industri syariah?
Terima kasih..
Juni 22, 2009 at 9:13 am
yang jelas akuntansi untuk semua jenis perusahaan pak. selamat berjuang bersama ya pak
Juli 12, 2009 at 5:47 pm
Assalamualaikum….Pak minta referensi buku akuntansi syariah yang bagus pak tuk mata kuliah bedah buku. Makasih infonya ya..Wassalam oia tolong email jawabannya ke aozora_chayo@yahoo.co.id.