PENELITIAN PSIKOLOGI KOPERASI: Kohesivitas Koperasi (Bagian Tiga) Februari 27, 2008
Posted by ajidedim in ekonomi, koperasi, psikologi.Tags: fattah hidayat, kohesivitas koperasi, penelitian koperasi, penelitian kuantitatif
trackback
Berikut Bagian Ketiga (Metode Penelitian Kuantitatif) dari artikel berjudul “Perbedaan Kohesivitas KSP Setia Kawan dan Artha Niaga” tersebut pernah dipresentasikan pada Diskusi Panel Kajian Koperasi: Peluang dan Prospek Masa Depan. Diselenggarakan oleh Kementrian Negara Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah bekerjasama dengan Universitas Negeri Malang. 10 Desember 2007.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Rancangan Penelitian
Bentuk rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan komparatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan suatu gejala, peristiwa dan masalah-masalah yang ada sekarang (Arikunto, 2002). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran umum tentang variabel yang ada dan membandingkan kohesivitas antara koperasi simpan pinjam yang baru berdiri setahun dengan koperasi yang lebih dari setahun.
B. Variabel Penelitian
Variabel adalah konsep yang mempunyai bermacam-macam nilai (Nazir, 2003). Menurut DIKTI (dalam Narbuko dan Achmadi, 2003) variabel penelitian adalah segala sesuatu yang akan menjadi obyek pengamatan penelitian. Variabel dalam penelitian ini adalah kohesivitas. Skala yang sudah diuji coba oleh Martono (1996) dan mempunyai koefisien korelasi antar aitem antara 0.2679 dan 0.7667. Reliabilitas dengan Tehnik Hoyt menunjukkan koefisien a = 0. 849
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Menurut Arikunto (2002) populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Menurut Hadi (2001) populasi adalah seluruh penduduk yang dimaksudkan untuk diselidiki, populasi dibatasi sebagai sejumlah penduduk atau individu yang mempunyai sifat yang sama. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota koperasi simpan pinjam Setia Kawan dan Artha Niaga. Karakteristik populasi penelitian adalah:
a. Anggota Koperasi Setia Kawan
1. Anggota Koperasi Setia Kawan
2. Usia 17-55 tahun ke atas
3. Laki-laki dan perempuan
b. Anggota Koperasi Artha Niaga
1. Anggota Koperasi Artha Niaga
2. Usia 17-55 tahun
3. Laki-laki dan perempuan
Adapun cara menentukan koperasi yang digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan tehnik purposive sampling, yang terpilih adalah anggota koperasi simpan pinjam di DIY Jateng . Kedua koperasi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda lama berdirinya. KSP Setia Kawan berada di Yogyakarta berdiri tahun 1994 sedangkan KSP Artha Niaga berada di Boyolali berdiri tahun 2003.
2. Sampel
Sampel adalah sejumlah penduduk yang jumlahnya kurang dari populasi, tempat juga setidaknya mempunyai sifat yang sama dengan populasi (Hadi, 2001). Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah anggota Koperasi Setia Kawan dan Artha Niaga .
Tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik purposif sampling yaitu tehnik penarikan sampel yang karakteristiknya sudah ditentukan dan diketahui lebih dulu berdasarkan ciri dan sifat populasinya. Sampel anggota koperasi KSP Setia Kawan berjumlah 28 subjek dan KSP Artha Niaga berjumlah 28 subjek.
















misi yang buat tulisan neh bisa ga ya saya minta artikelnya dari pertama hingga akhir
saya perlu banget untuk tugas kuliah
kalau bisa kirim ke mail saya
payiman@gmail.com
[...] 3. Metode Penelitian [...]
Wah…makasih y atas topiknya, lumayan buat Bahan serta ide Tugas Akhir