PASAR SAHAM MULAI BERGERAK ANJLOK
Berita Kompas Selasa, 4 Maret 2008 | 02:24 WIBJakarta, Kompas – Harga saham-saham di Asia, Senin (3/3), kembali jatuh karena para investor melepaskan portofolionya. Kekhawatiran akan terjadinya resesi di Amerika Serikat semakin membuat investor takut.Akhir pekan lalu, indeks saham Wall Street turun tajam. Awal pekan ini saat dibuka pasar saham Eropa langsung melemah, terimbas situasi Asia dan AS.”Ekonomi terbesar di dunia sedang menuju resesi dan semua orang akan menderita,” kata Francis Lun, Manajer Fulbright Securities di Hongkong.
”Penurunan terjadi karena takut resesi di AS. Penjualan global terjadi,” ujar kepala ekonom ekuitas CommSec Craig James di Sydney.
HSBC kembali melaporkan merugi 17,24 miliar dollar AS pada 2007 karena kepemilikannya pada aset berbasis kredit kepemilikan rumah berisiko tinggi AS. Walaupun rugi besar, HSBC masih mencatat laba bersih 19,213 miliar dollar AS, atau naik 21 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sebagian besar keuntungan didapatkan dari hasil kinerjanya di Asia.
Pernyataan HSBC tersebut menunjukkan, masalah subprime mortgage di AS belum berakhir.
Dampaknya menyebar dan menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi secara global. The Fed memangkas tingkat suku bunga 2,25 persen sejak September 2007 untuk menggerakkan ekonomi AS.
Investor menantikan laporan survei manufaktur serta pasar tenaga kerja AS, yang akan dikeluarkan pekan ini. Dua laporan itu akan menggambarkan keadaan perekonomian AS.
China tetap naik
Meskipun bursa-bursa di Asia melemah, indeks di Shanghai naik 2,06 persen. Badan regulator pasar modal China akhir pekan lalu menyetujui tiga reksa dana saham, yang memberikan likuiditas tambahan di pasar. Pasokan likuiditas segar ini adalah upaya pemerintah mengurangi fluktuasi di pasar modal.
Adapun indeks Nikkei Jepang merosot 4,5 persen, Hongkong turun 3,07 persen, serta Singapura dan Sydney turun 3 persen. Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia turun 69,6 poin, atau 2,55 persen menjadi 2.652 setelah pada Jumat (29/2), merosot 34,3 persen atau 1,247 persen. Indeks Kompas100 juga turun 19,3 poin, atau 2,8 persen, menjadi 669. (AP/AFP/joe)
Berita pendukungnya:
NEW YORK,SENIN - Pasar saham Amerika Serikat, Wall Street, pada perdagangan Senin (3/3) waktu setempat, ditutup mendatar, ditengah melambungnya harga-harga komoditas dan data yang masih memperlihatkan pelemahan ekonomi.
Indeks Dow Jones Average setelah sempat merosot lebih dari 100 poin, selama perdagangan siang, ditutup turun tipis 7,49 poin atau 0,06 persen ke posisi 12.258,90. Kemudian indeks nasdaq juga turun 12,86 poin (0,57 persen) ke 2.258,60. Sedang indeks Standard & Poor’s 500 naik tipis 0,71, atau 0,05 persen menjadi 1.331,34.
Laporan Institute for Supply Management’s, Senin, menunjukan indeks manufaktur AS berada di 48,3, lebih mendingan dibandingkan ekspetasi pasar yang 48,1, meski masih berda di level terbawah dalam 5 tahun terakhir ini.
Lebih jauh Departemen Perdagangan melaporkan pengeluaran sektor konstruksi pada Januari turun 1,7 persen, penurunan paling tinggi dalam 14 tahun ini.
“Kedua data ekonomi ini asih berada disisi negatif dan masih menunjukkan pelemahan aktivitas perekonomian,” sebut Peter Cardillo, seorang Kepala ekonom pasar Avalon Partners Inc. di New York.
Namun kenaikan harga komoditas, meskipun mengancam pada belanja konsumen, mendorong Wall Street di sektor energi, metal dan pertambangan. Harga minyak dunia yang mendekati 104 dollar AS per barrel sebelum berakhir di 102,45 dollar AS. Sementara emas mendekati level 1000 dllar per ons. Sedang perak, jagung dan kedelai juga berada di posisi harga tertinggi sepanjang sejarah. (AP)



[...] Sejak tahun 2007 sampai sekarang, “penyakit dan virus mematikan” makro ekonomi yang ditunjukkan lewat pasar saham Amrik sana saja mulai membangkrutkan perekonomian. Apa kita masih mau percaya bahwa logika pasar bebas akan memberikan model mutakhir, gaya ekonomi paling hebat, dan akan memberi dampak kemajuan ekonomi bagi bangsa? Bank Indonesia, Bu Menteri Keuangan atau Pak Menko Ekonomi, dan akademisi ekonomi di Indonesia, masih mau nekat “jualan buku” Ekonomi Barat yang katanya manjur? (lihat analisis ekonomi yang terkait, klik link di sini –> Gempa Ekonomi Dunia dan Pasar Safam Anjlok [...]
PASAR SAHAM MLOTROK LAGI: MASIH PERCAYA? « TAZKIYAH PERADABAN
Maret 19, 2008
Memang Sangat Spekulatif….
join d pasar modal…
tarik napas!!!!
Rita
Oktober 8, 2008