Oleh: AJI DEDI MULAWARMAN
“thank you from my deepest soul, to you who have willingly taken the essence of luminosity process”
Love is the Dazzling Luminosity
Luminosity that is filled with Love
Luminosity that is empty of Love
Luminosity that dissolves in Love
Luminosity that flies towards Love
Luminosity that is beyond Love
Luminosity that is nourished with love
Since luminosity is the Essence of Love
Luminosity towards God
Luminosity the Utmost of Luminosity
Love the Utmost of Love
Cinta adalah Cahaya Keindahan
Cahaya penuh Cinta
Cahaya tanpa Cinta
Cahaya yang lebur dalam Cinta
Cahaya menuju Cinta
Cahaya yang melampaui Cinta
Cahaya yang ditumbuhi Cinta
Karena Cahaya adalah Hakikat Cinta
Cahaya menuju Tuhan
Cahaya Maha Cahaya
Cinta Maha Cinta
“terima kasihku yang tulus – from my deepest soul – padamu yang berproses mendapatkan hakikat cahaya”


















Posted by intiep on Maret 14, 2008 at 1:37 pm
Kalau sekarang masih dalam pencarian CINTA, semoga benar-benar bisa menemukan CINTA yang memberikan CAHAYA. Amiiiiin…..100x
Posted by Mr.Armando on Maret 14, 2008 at 4:26 pm
Cinta adalah Cahaya
Dimana cahaya cinta itu berada, harus kita raih, karena itu adalah cahaya cinta kita…
Cinta Q
Posted by irwati on Maret 19, 2008 at 10:23 am
bila cahaya sudah ada dalam diri kita…
tak semua orang merasakannya….
diberikan kita mata….tp tdk diberikan rasa….
diberikan kita hati….tp hati itu terdinding….
keterdindingan hati…akan luruh dengan cahaya…..
Karena hanya itulah kebahagiaan yang kita cari….
Cinta Illahi yang akan mencukupi semuanya….
dan menjadi lembaran diri…untuk jalani kehidupan ini…..
Alhamdulillah….
Posted by Jantriwanis on Maret 27, 2008 at 8:43 am
Selamat atas cinta
Cinta adalah lautan dan gunung yang bisa dalam dan tinggi
yang luruhkan dan luluhkan
yang semangati dan sakiti
karena ianya butuh pengorbanan
sama halnya ketika mencintai Islam
maka butuh luka, air mata, suka dan duka
Posted by me on April 22, 2008 at 4:54 pm
Cinta itu seharusnya membebaskan….
Posted by haqulhaq on Juni 1, 2008 at 7:08 am
Bagaimana dengan mereka yang memusuhi ISlam. Bukankah mereka juga memiliki cinta..sehingga mereka bisa bersatu di atas kebatilan. Apakah mereka bisa disebut orang-orang yang memiliki cinta? Apa alasannya?