Oleh: AJI DEDI MULAWARMAN
Akuntan publik dengan independensinya saat ini telah berubah dari karakter asalinya dari “judicial man” menjadi “economic man” (Reiter dan Williams, 2001). Reiter (1997) bahkan melihat karakter Interdependensi yang muncul dalam kecenderungan akuntansi saat ini adalah mengarahkan perubahan independensi disesuaikan dengan tren yang berkembang saat ini, yaitu kepuasan pelanggan dan bersifat kooperatif (seperti Total Quality Management, Value Chains dan Learning Organizations). Hal ini jelas bertentangan dengan karakter profesi yang harus mementingkan kepentingan publik.
Yang menjadi pertanyaan sebenarnya adalah prinsip independensi yang tidak konsisten dengan makna dan substansi independensi itu sendiri. Karena bila dilihat, sebenarnya sifat independensi disini hanyalah independen melaksanakan mekanisme auditing yang bersifat teknis. Selama ini Independensi Akuntan Publik dianggap sebagai “kartu mati” yang tidak bisa ditawar-tawar, sebagai bentuk profesionalisme. Kenyataannya independensi akuntan dalam praktiknya justru telah banyak menumbulkan dampak negatif pada dirinya, perusahaan, maupun masyarakat.
Mengapa independensi menjadi penting dalam koridor audit dan profesi akuntansi? Artikel ini berupaya melakukan telaah atas Independensi Akuntan Publik dalam Perspektif Islam. Artikel ini dibagi menjadi empat bagian utama sebagai berikut:
1. Pendahuluan (silakan klik di sini)2. Pergeseran Konseptual Independensi Akuntan Publik (silakan klik di sini) 3. Independensi Akuntan Publik dan Sekularisasi (silakan klik di sini)
4. Desekularisasi Independensi Akuntan Publik (silakan klik di sini)
Selamat membaca.


















Posted by REKONSTRUKSI INDEPENDENSI AKUNTAN PUBLIK: Bagian 4 « TAZKIYAH PERADABAN on Maret 22, 2008 at 2:07 pm
[...] sebelumnya: 1. Rekonstruksi Independensi Akuntan Publik: Pandangan Islam 2. Rekonstruksi Independensi Akuntan Publik: Bagian 1 3. Rekonstruksi Independensi Akuntan Publik: [...]
Posted by REKONSTRUKSI INDEPENDENSI AKUNTAN PUBLIK: Bagian 1 « TAZKIYAH PERADABAN on Maret 22, 2008 at 2:13 pm
[...] Sebelumnya: 1. Rekonstruksi Independensi Akuntan Publik: Pandangan Islam [...]
Posted by REKONSTRUKSI INDEPENDENSI AKUNTAN PUBLIK: Bagian 3 « TAZKIYAH PERADABAN on Maret 22, 2008 at 3:13 pm
[...] Sebelumnya: 1. Rekonstruksi Independensi Akuntan Publik: Pandangan Islam 2. Rekonstruksi Independensi Akuntan Publik: Bagian 1 3. Rekonstruksi Independensi Akuntan Publik: [...]
Posted by REKONSTRUKSI INDEPENDENSI AKUNTAN PUBLIK: Bagian 2 « TAZKIYAH PERADABAN on Maret 23, 2008 at 12:54 pm
[...] Sebelumnya: 1. Rekonstruksi Independensi Akuntan Publik: Pandangan Islam 2. Rekonstruksi Independensi Akuntan Publik: Bagian [...]
Posted by book value valuations on Agustus 4, 2008 at 5:41 pm
[...] akuntan publik. trackback … menjadi penting dalam koridor audit dan profesi akuntansi? …http://ajidedim.wordpress.com/2008/03/21/rekonstruksi-independensi-akuntan-publik-pandangan-islam/Banque du Caire auction postponed – Daily News EgyptBased on Beltone Financial??s records, Banque du [...]