jump to navigation

AKU ITU ADA, TIADA, ISI, KOSONG ATAU APA? Juli 28, 2008

Posted by ajidedim in puisi.
Tags:
trackback
Rapuhkan dunia diriku?
Rapuhkah aku?
Rapuhkah apa yang aku genggam?
Rapuhkan segala sesuatu di sekitarku?
Atau hanya diriku yang rapuh?
Atau dunia di luar diriku yang tak rapuh?
Mengapa Engkau berikan kerapuhan pada diri ini?
Mengapa Engkau berikan kenikmatan sekaligus deklinasi pada diri ini?
Apa yang salah dengan realitas diriku?
Apa yang benar dengan realitas diriku?
Apakah abu-abunya setiapku adalah kesalahan?
Apakah abu-abunya setiapku adalah kebenaran?
Apakah abu-abunya setiapku adalah antara kebenaran dan kesalahan?
Atau memang tidak ada kebenaran dan kesalahan dalam abu-abunya setiapku?
Apa itu benar?
Apa itu salah?
Apa itu antara benar dan salah?
Apakah tidak ada benar dan salah?
Apakah tidak ada antara benar dan salah?
Apakah memang tidak ada benar atau salah?
Apakah memang tidak ada antara benar atau salah?
Apa itu ada?
Apa ada itu ada?
Apa ada itu tiada? 
Apakah ada itu memang tiada?
Apakah tiada itu memang ada?
Apakah ada dan tiada itu tidak berada dalam dua kutub berseberangan?
Atau memang ada dan tiada memiliki kutub yang berseberangan?
Atau memang tidak ada kutub itu?
Atau memang hanya ada isi?
Atau memang hanya ada kosong?
Atau memang tidak ada isi atau kosong itu?
Atau rapuh memang tidak ada?

Komentar»

1. izzadwje - Agustus 4, 2008

semakin bartanya kan semakin hadirkan kekerdilan diri

2. ajidedim - Agustus 5, 2008

thanx mas…

3. Rizki Beo - Agustus 11, 2008

Assalamu’alaikum.
Mas Aji, njenengan ini Mas Dedi yang kakaknya alm. Aji Dodie?? Saya Budi mas, temennya Dodi dulu, yang di Solo. Saya ga sengaja bisa mampir ke blog-nya njenengan…Saya udah lama hilang kontak dengan keluarga Malang. Alhamdulillah kalo bisa silaturahmi lagi..

4. najib-syamsul@yahoo.com - Oktober 14, 2008

Assalamu’alaikum. Wr.Wb.
Pak njenengan guru kami, figur dan teladan kami, serta sumber ilmu peradaban yang menerangi tradisi keilmuan untuk meluruskan budaya dan peradaban yang sekularis dan kapitalis. Membaca puisi bapak, saya teringat pesan Rasul Muhammad SAW kepada kita semua”Da’ maa yuriibuka ilaa maa laa yuriibuka” (tinggalkan yang meragukan pada hal yang tidak meragukan). Ada maqol “siapa yang ingat sejati dirinya, maka sungguh ia telah dekat dan ma’rifat pada Tuhanya”. Saya berharap njenengan berkenan untuk terus memberikan ilmu yang ditopang dengan al-kitab dan sunnah kepada kami semua. Semoga kita semua senantiasa mendapat maunah dan ridha Allah SWT. Amin.