Uncategorized


Menuliskan dan menuangkan yang kritis itu memang tidak bisa dihambat. Tidak bisa dihambat oleh siapapun, apapun, kapanpun, dimanapun, bagaimanapun, dan seterusnya, dan seterusnya, dan seterusnya. Kritis atas sesuatu, pasti banyak resistensi. Karena kritis itu selalu memberi penilaian yang menyebabkan sesuatu itu dievaluasi dan diarahkan untuk terjadinya perubahan. Dan perubahan itu pasti berkenaan dengan transisi yang menggoda siapa saja untuk menjadi stagnan, berubah menjadi sesuatu yang baru dengan penyesuaian, atau bahkan baru sama sekali.

Tetapi, kritik tidak juga harus menjadi ekstrim. Kritik juga dapat memberi evaluasi hanya untuk menjadikan sesuatu itu menjadi lebih baik. Biasanya kritik yang seperti ini masih bisa diterima. Meski yang begini ini ada saja yang dikompromikan dan dibuang untuk kebaikan bersama. Kebaikan bersama yang berkepentingan terhadap kritis. Sedangkan kebaikan di luar yang berkepentingan harus digeser dan tak terpikirkan.

Selama ini, di wordpress ini, sebagai salah satu wadah bagi saya, untuk mengekspresikan pikiran dan wacana kritis saya. Menuliskan wacana akuntansi kritis, ekonomi kritis, peradaban kritis. Dan memang yang saya tulis relatif panjang dan banyak argumentasi. Berbeda dengan ketika nulis di facebook misalnya, kritis tetap ada, tetapi relatif banyak celetukan kritis daripada analisa kritis. Dan kenyataannya beberapa bulan ini, aktivitas saya memang lebih banyak tercermin dalam bentuk celetukan kritis. Saatnya memang saya harus mulai mengedepankan analisa kritis kembali. Semoga yang saya tulis sekarang ini adalah bentuk refleksi untuk kembali menjadi kritis.

TO BE CONTINUED…

Sesuatu yang lain, sesuatu yang baru, sesuatu yang berubah, tidak sama dengan yang ada saat ini…perlukah ada? Pikiran yang lain, baru, berubah, tidak sama atas dunia yang sedang berlangsung ini selalu bertabuh setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan sampai kapanpun aku masih diberi pikiran dan hidup.

Pikiran seperti itu, lain-baru,berubah-tidak sama, tak akan muncul dalam pikiran siapapun, bila mimpi yang ada di dalam pikirannya adalah kemapanan, melihat dunia saat ini adalah final, ingin hidup dalam dunia kini dan apa adanya. Apalagi kalau kita melihat dunia sekarang ini adalah dunia yang baik dan merupakan peradaban tanpa cela, atau kalaupun ada yang salah, itu hanya proses interaksi sosial yang lazim, dan bukannya memiliki masalah yang sangat “berat”.

Atau mungkin berpikir tentang merubah dunia tidak harus dengan kontradiksi atau antitesis? Pikiran evaluatif, sinergis atau integrasi sesuatu kadang muncul dalam setiap kita. Dunia yang baik menjadi melenceng, dan kemudian perlu pelurusan, perbaikan, berpikir positif dalam melihat dunia adalah kemungkinan lainnya.

Kemungkinan-kemungkinan dunia memang tidak bisa diderivasikan atau diprediksikan dalam tiga alternatif seperti di atas itu. Kemungkinan dunia adalah kemungkinan sejauh mana pikiran dan perubahan realitas dipengaruhi oleh dominasi-dominasi atas realitas itu sendiri. Apakah dunia berada pada posisi berubah dalam “arti” sebenarnya bisa saja terjadi, termasuk tak berubah maupun pergeseran menuju perbaikan tanpa perubahan esesnsial.  Atau bahkan terjadi pergeseran selain yang tiga itu, “who knows”

Manusia, ya hanya yang menamakan diri “manusia sebenarnya”-lah yang menyadari dirinya tidak dapat melihat dunia di sekelilingnya tanpa perubahan apabila dunia berkembang dan bergerak tak sesuai dengan gerakan dan yang dilakukannya. Bahkan manusia akan terusik dan paling ekstrim akan marah, bila dia melakukan aktivitas tetapi kemudian terganggu oleh apapun di luar dirinya yang juga bergerak dan menggeser atau  melakukan aktivitas yang tidak sesuai dengan jalan pikirannya. “In my opinion”, g mungkin manusia tidak akan terusik aktivitas di luar dirinya yang nyata-nyata tak sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran atau kesepakatan pikirannya.

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:


congratulation

akhirnya

 1 Muharram 1430 H

akumulasi kunjungan 99.000

terjadi tepat pada pukul 12.39 WIB

saat kunjungan blog telah mencapai 60


maka setelah itu bangunlah, bangunlah seluruh pikiran, rasa, cahayamu, untuk berzikir sepenuh hati…untuk mencapai puncak kebahagiaan semesta, kebahagiaan semua …dengan Kesejatian Islam…lewat ketakwaan dan tazkiyah diri…berserahlah diri kepada Allah…yang menghidupkan dan mematikan kita…lir ilir, lir-ilir, tandure wus sumilir, tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar, cah angon cah angon penekno blimbing kuwi, lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro, dodotiro-dodotiro kumitit bedhah ing pinggir, dondomono jlimatono kanggo sebo mengko sore, mumpung padhang rembulane, mumpung jembar kalangane, yo surako…surak hiyo..

99 adalah angka sakral, 99 adalah angka Illahiyyah, 99 adalah angka Asmaul Husna

Alhamdulillah, saat tulisan ini terposting, pengunjung blog http://ajidedim.wordpress.com telah mencapai 98.476 orang. Blog ini sudah dikunjungi rata-rata sekitar 9.000 orang per bulan.

(lagi…)

SEMOGA ARIS MEWUJUDKAN NAZARNYA, SEPERTI KATA ANAK SAYA YANG RAJIN NONTON ARIS, BAHWA ARIS SEBELUM MERAIH KEMENANGAN INI PERNAH BERNAZAR APABILA MENANG NANTI AKAN NAIK HAJI….DITUNGGU YA ARIS NAIK HAJINYA, KALO BISA DI KA’BAH SAYA JUGA DIPANGGIL SUPAYA BISA SEGERA BERANGKAT JUGA…AMIN…AMIN…AMIN (lagi…)

Bapak-ibu-saudara yang dirahmati Allah,

Mohon maaf sebelumnya (seperti orang Jawa aja, sukanya maaf dulu :D …), untuk sementara saya menghentikan tulisan-tulisan di blog, yang kata Pak Fattah Hidayat menghentikan agenda katarsis (tertawa sekali lagi dulu :D …), karena … (lagi…)

mau tau bahasa gaul anak-anak? kebetulan pas di Batu, liburan sama anak-anak, iseng aja aku buka wordpress…terus anakku nimbrung…liat tuh bahasa tulisan anak sekarang…aneh dan tak terbaca… :) (lagi…)

Dijemputnya Soeharto ternyata diiringi gempa di Jogjakarta. Gempa berkekuatan 5,2 skala richter berdasarkan catatan BMG terjadi di Yogya pada pukul 19.48.03 WIB. Gempa berpusat di 115 km Tenggara Wonosari DIY, 128km Tenggara Bantul DIY, 131km Barat Daya Wonogiri, 138km Tenggara Yogya. Pusat Gempa berkedalaman 22 km tetapi tidak menimbulkan Tsunami.

sumber: http://www.detiknews.com/

Hari ini, di Malang, Jawa Timur, anak-anak mulai liburan semester. Suasana rumah yang pasti akan lebih “ceria” dari biasanya. Karena dalam waktu seminggu ini, anak-anak tidak mempersiapkan pagi-pagi untuk berangkat sekolah. Seminggu ini adalah hari-hari yang aku tunggu-tunggu, seminggu ini aku bisa lebih banyak interaksi dengan “empat buah hatiku”.

Berikut beberapa artikel saya yang sudah pernah dipublish, mulai dari:

1. Pendidikan akuntansi

2. Keuangan Islam

3. Akuntansi Syari’ah

4. Ekonomi Rakyat

(lagi…)

Rekan-rekan penggiat Akuntansi Islam atau katakanlah Akuntansi Syari’ah, selamat datang di blog sederhana dari saya. Memang, blognya masih ikut setting google :) , ga papa lah, yang penting substansi akuntansi yang ada di dalam blog ini, sebagai bagian dari keikutsertaan saya dalam membincangkan akuntansi dalam perspektif Islam. Bincang-bincang di blog ini juga tidak mau dibatasi dengan materi akuntansi dalam perspektif Islam, mungkin juga akuntansi dalam berbagai perspektif lain bisa didiskusikan di sini, baik yang konvensional, yang baru, maupun yang tidak masuk dalam kotak perspektif mana-mana. Mau nimbrung mengenai materi lain juga boleh, misalnya Sains/Ilmu, pendidikan, peradaban, Islam, Politik atau apalah… terserah. Asal menjaga kaidah-kaidah kesopanan dan toleransi serta asah intelektual yang dewasa. Syaratnya, di sini hanya memerlukan rasionalisasi, argumentasi dan kesopanan berdiskusi. Tata tulisan juga tidak perlu kaku, apakah harus mematuhi kaidah bahasa SPOK atau tidak, monggo aja, mau pake apa asal bisa memberikan penjelasan.

Sebagai pemancing, dalam blog ini akan saya posting kan beberapa artikel saya sendiri mengenai berbagai hal, mulai dari peradaban, sains, pendidikan , akuntansi, dan lain-lain. silakan download dan gunakan artikel untuk pengembangan keilmuan.

Selanjutnya silakan menikmati…

billahittaufiq wal hidayah,