<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>TAZKIYAH PERADABAN</title>
	<atom:link href="http://ajidedim.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ajidedim.wordpress.com</link>
	<description>Be the Light that You Are</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Nov 2009 00:23:40 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ajidedim.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/4386d9338f9a44e1b7b78fd40a85e006?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>TAZKIYAH PERADABAN</title>
		<link>http://ajidedim.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>IFRS: SEKULARISASI DAN NEOLIBERALISME AKUNTANSI</title>
		<link>http://ajidedim.wordpress.com/2009/11/08/ifrs-sekularisasi-dan-neoliberalisme-akuntansi-bagian-1/</link>
		<comments>http://ajidedim.wordpress.com/2009/11/08/ifrs-sekularisasi-dan-neoliberalisme-akuntansi-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 10:20:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajidedim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[IFRS]]></category>
		<category><![CDATA[neolib]]></category>
		<category><![CDATA[neoliberalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajidedim.wordpress.com/?p=1182</guid>
		<description><![CDATA[IFRS: SEKULARISASI DAN NEOLIBERALISME AKUNTANSI 
Oleh: Aji Dedi Mulawarman
diambil dari sebagian  buku Akuntansi Syariah: Teori, Konsep dan Laporan Keuangan, yaitu &#8220;kata pengantar&#8221; (halaman xvii) dan Bab 4 (halaman 98-100); serta makalah penulis pada seminar di STEI TAZKIA tanggal 10 Januari 2009 berjudul Perubahan Melalui Akuntansi Syariah di Era Neoliberalisme

Seperti kita ketahui hampir seluruh ‘peta’ akuntansi Indonesia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1182&subd=ajidedim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>IFRS: SEKULARISASI DAN NEOLIBERALISME AKUNTANSI </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Oleh: Aji Dedi Mulawarman</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>diambil dari sebagian  buku Akuntansi Syariah: Teori, Konsep dan Laporan Keuangan, yaitu &#8220;kata pengantar&#8221; (halaman xvii) dan Bab 4 (halaman 98-100); serta makalah penulis pada seminar di STEI TAZKIA tanggal 10 Januari 2009 berjudul Perubahan Melalui Akuntansi Syariah di Era Neoliberalisme<span id="more-1182"></span><br />
</strong></p>
<p>Seperti kita ketahui hampir seluruh ‘peta’ akuntansi Indonesia merupakan <em>product</em> Barat. Akuntansi konvensional (Barat) di Indonesia bahkan telah diadaptasi tanpa perubahan berarti. Hal ini dapat dilihat dari sistem pendidikan, standar, dan praktik akuntansi di lingkungan bisnis. Kurikulum, materi dan teori yang diajarkan di Indonesia adalah akuntansi pro Barat. Semua standar akuntansi berinduk pada landasan teoritis dan teknologi akuntansi IASC <em>(International Accounting Standards Committee)</em>. Indonesia bahkan terang-terangan menyadur <em>Framework for the Preparation and Presentation of Financial Statements</em> IASC dalam Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang dikeluarkan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Perkembangan terbaru, saat ini telah disosialisasikan sistem pendidikan akuntansi “baru” yang merujuk internasionalisasi dan harmonisasi standar akuntansi. Pertemuan-pertemuan, <em>workshop</em>, lokakarya, seminar perubahan kurikulum akuntansi sampai standar kelulusan akuntan juga mengikuti kebijakan IAI berkenaan Internasionalisasi Akuntansi yaitu diterapkannya IFRS (International Financial Reporting Standards) di Indonesia tahun 2012. Menurut IAI sendiri, seperti dikutip Berita Sore pada 26 Desember 2008 (http://beritasore.com/2008/12/26/iai-deklarasikan-sak-indonesia-ke-ifrs/),  IFRS dijadikan sebagai referensi utama pengembangan standar akuntansi keuangan di Indonesia karena IFRS merupakan standar yang sangat kokoh. Penyusunannya didukung oleh para ahli dan dewan konsultasi internasional dari seluruh penjuru dunia. Dengan telah dideklarasikan program konvergensi terhadap IFRS ini, maka pada 2012 seluruh standar yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan IAI akan mengacu kepada IFRS dan diterapkan oleh entitas.</p>
<p>Jelas sekali, akuntansi dan sistem pendidikan saat ini telah lepas dari realitas masyarakat Indonesia disebabkan sistem dan konsep pendidikan akuntansi dibawa langsung dari Barat tanpa kodifikasi dan penyesuaian yang signifikan. Akuntansi dan sistem pendidikan akuntansi memang membawa <em>values</em> “sekularisasi” yang memiliki ciri utama <em>self-interest</em>, menekankan <em>bottom line</em> laba, hanya mengakui realitas kuantitatif, materialistis dan mekanistis (Mulawarman 2008a). Sekularisasi akuntansi terlihat pada sambutan mantan Presiden <em>The American Accounting Association</em>, William H. Beaver (1987):</p>
<p><em>Given that our cultural-political environment is one of separation of church and state and that most accounting education takes place in <strong>secular schools</strong></em><em>, how do we provide a common basis for discussion that honors that long-standing and highly cherished tradition of separation of church and state? <strong>If a nonreligious basis is used, what basis will that be?</strong></em><em> Given that we believe that ethical norms are established in the early formative years of our students, what effect, if any, can we realistically be expected to have on the behavior of students, who we see for a brief time, and whose ages range from late teens, to early twenties, to midlle age? <strong>Ethical behavior is an extremely important issue</strong></em><em>..</em>. (tanda tebal tambahan penulis)</p>
<p><strong>SEKULARISASI AKUNTANSI</strong></p>
<p>Sekularisasi menurut Al-Attas (1993, 17) didefinisikan sebagai pembebasan akal dan bahasa manusia dari kendali religi dan berlanjut pada kendali metafisika. Berikut penjelasan definisionalnya:</p>
<p><em>…as the deliverance of man “first from religious and then from metaphysical control over his reason and his language”. </em></p>
<p>Sekularisasi seperti itu menurutnya merupakan hilangnya dunia dari pemahaman religi dan kuasi religi itu sendiri, hilangnya semua yang berkenaan pandangan dunia yang khas, menghancurkan semua simbol-simbol mitos supernatural dan suci. Penghancuran nilai-nilai tersebut berlaku di seluruh kehidupan sosial, politik maupun budaya, serta seluruh aspek kehidupan kemanusiaan.</p>
<p>Bila dikerucutkan dalam pandangan ilmu, sekularisasi sebenarnya merupakan hasil dari bentuk desakralisasi atas fakta-fakta. Glasner (1992, 53-76) menjelaskan pandangan sekularisasi keilmuan sebagai proses desakralisasi definisi religi terutama aspek-aspek substantif norma dan nilai dalam mitos sosial. Desakralisasi menurutnya terdiri dari empat hal, yaitu generalisasi (yaitu model diferensiasi aspek norma dan nilai), transformasi (yang religius menuju kapitalisasi), desakralisasi (hilangnya supernatural yang esoterik dalam fakta empiris) dan sekularisme (sekularisasi terbatas yang berubah bentuknya menjadi ideologi). Khusus berkaitan dengan ilmu, konsep desakralisasi berhubungan dengan hilangnya kekuatan supernatural-esoterik, sedangkan realitas hanyalah gagasan-gagasan berdasarkan pada rasionalitas murni.</p>
<p>Penjelasan Glasner mirip dengan konsep sekularisasi dari Kartanegara (2003, 122-126), Menurutnya sekularisasi didasarkan penghilangan dua sebab utama, yaitu Penjelasan Ilmiah untuk menjawab Empat Sebab Aristotelian. Pertama, Sebab Material (berkaitan dengan bahan); Kedua, Sebab Formal (berkaitan dengan bentuk); Ketiga, Sebab Efisien (berkaitan dengan inisiatif dari proses perubahan); Keempat, Sebab Final (berkaitan dengan tujuan pembentukan sesuatu). Empat sebab tersebut berlangsung dari Masa Yunani sampai dengan masa Peradaban Islam, dan berhenti ketika terjadi transformasi peradaban menuju Barat, dengan apa yang disebut sebagai ’Revolusi Penjelasan Ilmiah’. Revolusi penjelasan ilmiah menekankan sebab material dan sebab efisien. Sedangkan sebab formal dan final ditolak karena menurut filosof dan ilmuwan Barat lebih cenderung pada makna dan karena itu diserahkan pada agama dan bukannya sains.</p>
<p>Sekularisasi menurut Glasner (1992, 65) bersandarkan pada gagasan positivisme dari Comte, yang menekankan pengetahuan semata-mata pada observasi empiris terhadap data yang dapat diindera. Positivisme merupakan hasil logis dan natural dari evolusi pemikiran manusia, dengan hukum tiga tingkat. Hukum tiga tingkat evolusi menurut Comte adalah sebagai berikut:</p>
<p>Dipandang dari kesempurnaannya hukum evolusi intelektual yang fundamental terdiri dari jalan lintas beberapa teori bahwa semua manusia melalui tiga tingkatan yang berurutan. Pertama tingkatan teologis, atau khayalan, yang bersifat provisional; kedua tingkatan metafisik atau abstrak yang bersifat transisional; dan ketiga tingkatan positif atau ilmiah, yang hanya ia sendiri yang definitif (Comte 1876, 23 ff; dalam Glasner 1992, 65).</p>
<p>Evolusi pemikiran manusia seperti di atas memperlihatkan tingkatan teologis dan metafisika merupakan fase natural yang telah berevolusi menjadi rasionalitas pemikiran manusia. Hilangnya realitas teologis dan metafisik menempatkan realitas rasional menjadi kekuatan satu-satunya dari manusia tanpa gangguan gagasan teologis maupun metafisik. Pemikiran berbasis rasio mengarahkan kekuatan dan kekuasaan hanya berpusat pada manusia itu sendiri. Sedangkan <em>certainty condition</em> tidak pernah ada, yang ada hanyalah relativitas. Pemikiran seperti inilah yang kemudian biasa disebut dengan antroposentrisme, segala sesuatu berpusat pada manusia.</p>
<p>Sekularisme menurut Al-Attas (1981, 21) memiliki tiga komponen integral, yaitu <em>the disenchantment of nature</em> (penegasian terhadap kekuatan di luar manusia), <em>the desacralization</em> <em>of politics</em> (penegasian atas kekuasaan terpusat), dan <em>the deconsecration</em> <em>of values</em> (penegasian nilai-nilai non materi atau <em>materialism</em> dan penolakan terhadap <em>certainty condition</em> atau <em>relativism</em>). Tiga bentuk sekularisasi Al-Attas tersebut memiliki kesesuaian dengan bangunan teori dan realitas akuntansi.</p>
<p>Sekularisasi bangunan teori dan realitas akuntansi terlihat sebagai berikut. Pertama, <em>the disenchantment of nature</em> terlihat pada substansi <em>self interest</em> para akuntan, <em>standard setter</em>, <em>shareholders</em>, birokrat dan politisi sebagai individu-individu yang terlibat melakukan upaya memaksimalkan <em>expected utilities</em> mereka sendiri. Wujud utama dari <em>disenchantment of nature</em> dalam akuntansi adalah penerapan konsep dasar teoritis akuntansi, yaitu <em>Entity Theory</em>. <em>Entity Theory</em> seperti kita tahu merupakan dasar dari seluruh kerangka konseptual akuntansi dijalankan yang kemudian mendesain seluruh logika akuntansi yang berpusat pada <em>stockholders</em>.   Kedua, <em>the desacralization</em> <em>of politics</em> terlihat pada pemisahan kekuasaan <em>standard setter</em> dari lingkaran kepentingan birokrasi dan politisi maupun pemisahan kekuasaan antara <em>principal </em>dan <em>agent</em>. Pemisahan kekuasaan ini menurut Fukuyama (2003) sebagai bentuk dasar kapitalisme yang merepresentasikan “tuan” dan “budak”. Representasi dari pemisahan kekuasaan ini nampak pada kuatnya kedudukan organisasi para akuntan, seperti IAI (Ikatan Akuntan Indonesia). Ketiga, <em>the deconsecration</em> <em>of values</em> tampak pada ditolaknya nilai-nilai normatif sebagai <em>main guidance</em>. <em>Main guidance</em> sebenarnya adalah kepastian aturan, kepastian pengukuran dan kepastian pengakuan secara materi. Tiga kepastian tersebut untuk mengendalikan pergerakan menuju perubahan-perubahan sesuai realitas dan keinginan <em>self-interest</em> di area <em>market</em> dan <em>politic</em>. Tidak ada kebenaran realitas, tidak ada rujukan baju normatifi. Kebenaran dan rujukan hanya ada dalam realitas empiris apa adanya.</p>
<p><strong>DARI SEKULARISASI MENUJU NEOLIBERALISME AKUNTANSI</strong></p>
<p>Konsekuensi nilai sekuler di atas, berdampak pada desain akuntansi sebagai  ”perangkap hegemoni korporasi” (Mayper <em>et.al.</em> 2005) serta diarahkan untuk “mengisi” peserta didik dalam memahami kepentingan ekonomi (Amernic dan Craig 2004) dan mereduksi nilai di luar ekonomi. Kondisi yang berlangsung lama ini kemudian menjadi “dogma” akuntansi yang “universal” dan terstruktur dalam ekonomi positivistik (Truan dan Hughes 2003). Perangkap hegemoni korporasi lewat akuntansi kemudian mengarah pada evolusi lebih lanjut sebagai “alat” neoliberalisme ekonomi, (lihat misalnya Kim 2004; Abeysekera 2005; Lehman 2005).</p>
<p><strong>Neoliberalisme Akuntansi melalui Harmonisasi Akuntansi</strong></p>
<p>Harmonisasi akuntansi sebagai bagian dari neoliberalisme merupakan implementasi kekuasaan untuk melanggengkan kepentingan hegemoni korporasi melalui <em>manufactured consent </em>untuk kepentingan MNC’s di Amerika Serikat (Merino <em>et al.</em> 2005). <em>Manufactured consent</em> adalah cara paling efektif mengarahkan kekuasaan dan justifikasi ideologis melalui deregulasi untuk mendistribusikan <em>wealth, security, </em>secara global, pada kondisi penguatan pasar yang bebas dari intervensi regulasi. Teknisnya, MNC’s mendesain deregulasi lewat harmonisasi akuntansi, sedangkan akuntan dan analis finansial dijadikan sebagai &#8220;<em>professional gatekeeper</em>&#8221; untuk injeksi kepentingan MNC’s lewat lobi politik dan kelonggaran deregulasi audit demi profit. Langkah berikutnya, “hegemoni” dan pengendalian para MNC’s di Amerika Serikat dalam pengembangan standar akuntansi internasional lewat IASB (<em>International Acconting Standard Boards</em>). Dampaknya, IAS (<em>International Accounting Standards</em>) tidak dapat diadopsi tanpa persetujuan lembaga standar akuntansi Amerika Serikat (<em>Financial Accounting Standard Boards</em>) (Diaconu 2007).</p>
<p>Ujung-ujungnya, akuntansi harus melanjutkan misinya menjadi alat penting mewujudkan globalisasi bagi MNC’s (Thorelli 1977 dalam Choi dan Muller 1998). Perilaku MNC’s lewat praktik harmonisasi akuntansi tersebut mirip bentuk kolonialisme (Choi dan Muller 1998, 48). “Kolonialisme” akuntansi melalui harmonisasi di Indonesia dimulai pada saat Indonesia mengalami krisis keuangan tahun 1997. IMF (<em>International Monetary Fund</em>) mengajukan beberapa syarat atas <em>lending conditionalities</em> dari <em>Memorandum of Economic and Financial Policies</em> apabila menginginkan perubahan makro ekonomi Indonesia, salah satunya adalah praktik akuntansi Indonesia harus mengadopsi kebijakan keuangan Neoliberal IASB (Graham dan Neu 2003). Nota kesepahaman ini ditandatangani antara IMF dan pemerintah Indonesia tahun 1997 sebelum Presiden Soeharto turun dari jabatannya akibat Reformasi tahun 1998. Di sinilah awal dari &#8220;tekanan dan kewajiban&#8221; yang harus dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia untuk menerapkan IFRS secara menyeluruh di Indonesia.</p>
<p><strong>IFRS: Flows of Things Kapitalisme</strong></p>
<p>Dasar dari penerapan IFRS sebenarnya adalah masuknya siapapun yang mengadopsi IFRS dalam globalisasi liberalisasi <em>financial market</em> dan harmonisasi standar akuntansi dalam mendorong tersebarnya pada praktik secara umum. Merujuk pemikiran Burchell et al. (1980) seperti diungkapkan kembali oleh Graham dan Neu (2003)  bahwa akuntansi termasuk di dalamnya IFRS sebagai implementasi riilnya digunakan atau untuk melayani dua kepentingan, kompleksitas internal organisasi dan praktik sosial lebih luas. Mekanisme seperti itu berdampak pada penyebaran perubahan akuntansi, berupa teknologi akuntansi, hubungannya dengan kepentingan organisasi menjadi organisasi supranasional atau transnasional (MNC’s). Penyesuaian teknologi akuntansi dalam praktik organisasi supranasional melayani tujuan yang sama dengan organisasi konvensional, tetapi berbeda mekanismenya yaitu melakukan aktivitas yang dinamakan “aliran lintas batas melampaui ruang dan waktu” (<em>cross-border flows beyond time and space</em>), seperti aliran modal, produk, informasi, kebijakan dan orang.</p>
<p>Akuntansi untuk aliran lintas batas melampaui ruang dan waktu menciptakan bentuk sesuai perbedaan sosial yang melampaui simbol dan mitos. Perbedaan sosial berkaitan dengan asimetri kekayaan (<em>wealth</em>) dan kekuasaan (<em>power</em>) yang eksis di berbagai wilayah secara internasional. Hasil teknologi akuntansinya dalam organisasi supranational membantu menciptakan dan menyeimbangkan kondisi ketidakstabilan antara pusat dan pinggiran, antara <em>non-majority</em> <em>world</em> dan <em>majority world</em>. Graham dan Neu (2003) melihat bahwa teknologi dan praktik akuntansi yang dijalankan MNC’s ternyata bukan hanya melakukan tata kelola aliran lintas batas melampaui ruang dan waktu saja, tetapi mereka menyodorkan “praktik standarisasi” lintas batas. Lebih jauh, desakan standarisasi ternyata bermuatan ekonomi politik untuk kepentingan MNC’s mempergunakan berbagai institusinya.</p>
<p><strong>Tabel <em>Flows of ‘Things’</em></strong><strong> </strong></p>
<p><em> </em></p>
<p><strong><a href="http://ajidedim.files.wordpress.com/2009/11/flows.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-1195" title="flows" src="http://ajidedim.files.wordpress.com/2009/11/flows.jpg?w=509&#038;h=364" alt="flows" width="509" height="364" /></a><br />
</strong></p>
<p>Sumber: Graham dan Neu (2003, 454) dimodifikasi</p>
<p>Salah satu kepentingan IFRS dapat dilihat dari dampaknya setelah diterapkan adalah untuk kepentingan kepastian aliran atau arus kas perusahaan “bermain monopoli” di berbagai <em>flows of things</em>. Ujung-ujungnya adalah dijalankannya “permainan monopoli” dengan laporan arus kas sebagai alat bantu pemetaan kekuatan keuangan perusahaan untuk mengantisipasi “dadu mesin” dari bursa saham yang disebut <em>Electronically Operated Global Casino</em> (Casino Global Elektronik), atau dalam bahasa Castells disebut sebagai <em>Automaton</em> (Capra 2003, 120). <em>Automaton</em> menurut Castells adalah ciptaan inti ekonomi hasil proses globalisasi keuangan yang secara tegas mengatur kehidupan manusia. Bukan robot-robot yang menghilangkan lapangan kerja atau komputer-komputer pemerintah, tetapi mesin-mesin globalisasi berbentuk transaksi keuangan elektroniklah yang mengambil alih dunia manusia. Logika automaton bukanlah aturan-aturan pasar tradisional, dinamika aliran keuangan yang digerakkannya saat ini di luar kendali-kendali pemerintahan negara, perusahaan-perusahaan dan lembaga-lembaga keuangan. Akan tetapi pada keluwesan dan ketepatan teknologi informasi dan komunikasi baru, regulasi ekonomi global yang efektif secara teknis menjadi masuk akal.</p>
<p><strong>Dampak-dampak Neoliberalisme Akuntansi</strong></p>
<p>Hasilnya? Secara historis ekonomi kapitalisme sebagai akar dari neoliberalisme telah menunjukkan “kinerja krisis”-nya yang tak dapat dipungkiri. Krisis tahun 2007-2008 dan bahkan diprediksikan akan memuncak tahun 2009 ini sebenarnya dapat disebut sebagai bentuk siklik dan cenderung mengarah pada akumulasi keruntuhan ekonomi kapitalisme. Siklik dan kecenderungan akumulasi ini terlihat sejak tahun 1923, kemudian berulang pada tahun 1930, 1940, 1970, 1980, 1990, dan 1998-2001. Krisis keuangan tahun 2000-2001 di Amerika Serikat puncaknya ketika terjadi skandal korporasi terburuk 70 tahun terakhir seperti Enron, Arthur Anderson, WorldCom, Cisco Systems, Lucent Tech dan lainnya (lihat misalnya Stiglitz 2006, 7-8; Ravenscroft dan William 2004; Mayper <em>et.al.</em> 2005; Bean dan Bernardi 2005).</p>
<p>Krisis memicu reformasi pendidikan akuntansi beretika. Mulai dari <em>The Sarbanes Oxley Act</em> (SOA) dan SAS 99 yang juga telah dilakukan sebelumnya dalam <em>The Bedford Report</em> tahun 1986 (Truan dan Hughes 1999). Kesadaran etis juga dideteksi <em>The Wall Street Journal</em> dengan peningkatan mata kuliah <em>Accounting Fraud</em> di berbagai perguruan tinggi Amerika Serikat (Haas 2005). Tetapi kita ketahui ternyata SOA maupun SAS 99 tidaklah memberikan dampak positif terhadap akuntansi dan <em>finance</em>. <em>The Committee of Sponsoring Organizations of Treadway Commission</em> (COSO) yang dibentuk tahun 1985 oleh lima lembaga profesi[1] untuk mendesain dan membentengi masalah kecurangan pelaporan keuangan dengan meningkatkan kualitas laporan keuangan sesuai dengan <em>corporate governance</em>, praktik etis, dan pengendalian intern, ternyata jauh panggang dari api.</p>
<p>Kejahatan korporasi dan akuntansi menjadi sumber krisis global karena permainan derivatif di pasar saham berkenaan kredit perumahan atau <em>subprime mortage.</em> Kita lihat kejatuhan perusahaan investasi sekuritas keempat terbesar di Amerika, Lehman Brothers. Kebangkrutan Lehman Brother disebabkan ketidakmampuan melunasi kewajiban miliaran dollar AS. Kehancuran pasar saham lewat derivatif juga terungkap lagi dengan kasus penipuan senilai 50 miliar dollar AS di Wall Street oleh Bernard Madoff di akhir tahun 2008. Masalah besarnya dari sisi akuntansi adalah perusahaan Madoff ditangani oleh kantor akuntan kecil, Friehling &amp; Horowitz. Indonesiapun tidak ketinggalan, misalnya Sarijaya Sekuritas yang melakukan penggelapan dana dan salah urus aktivitas sekuritas senilai 245 miliar rupiah. Belum lagi kasus Group Bakri atau yang sekarang sedang marak per Januari 2009, 12 perusahaan sekuritas lainnya diberi sanksi denda dan dalam pengawasan Bappepam karena melakukan <em>short selling</em>. Aktivitas mereka ditengarai yang telah menyebabkan gejolak IHSG BEI.</p>
<p>Jadi, mau kemana akuntansi kita sekarang? Melepaskan akuntansi dari kungkungan IFRS atau ngikut jadi “komprador-komprador”? Pilihan ada di tangan anda. Bila ingin menjadi orang yang berdikari, ya tolak IFRS…</p>
Posted in Akuntansi Tagged: Akuntansi, IFRS, neolib, neoliberalisme <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajidedim.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajidedim.wordpress.com/1182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajidedim.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajidedim.wordpress.com/1182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajidedim.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajidedim.wordpress.com/1182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajidedim.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajidedim.wordpress.com/1182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajidedim.wordpress.com/1182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajidedim.wordpress.com/1182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1182&subd=ajidedim&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajidedim.wordpress.com/2009/11/08/ifrs-sekularisasi-dan-neoliberalisme-akuntansi-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6a90be39a12048fad564851a13d5c28?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mas dedi online</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ajidedim.files.wordpress.com/2009/11/flows.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">flows</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SIMPOSIUM NASIONAL PENDIDIKAN DASAR ISLAM</title>
		<link>http://ajidedim.wordpress.com/2009/10/24/simposium-nasional-pendidikan-dasar-islam/</link>
		<comments>http://ajidedim.wordpress.com/2009/10/24/simposium-nasional-pendidikan-dasar-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 04:21:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajidedim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[call for paper]]></category>
		<category><![CDATA[call paper]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[islamic education]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan dasar islam]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah dasar]]></category>
		<category><![CDATA[simposium]]></category>
		<category><![CDATA[simposium nasional]]></category>
		<category><![CDATA[simposium nasional pendidikan dasar islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajidedim.wordpress.com/?p=1170</guid>
		<description><![CDATA[

Posted in call for paper, Pendidikan Tagged: call for paper, call paper, islam, islamic education, Pendidikan, pendidikan dasar islam, sekolah, sekolah dasar, simposium, simposium nasional, simposium nasional pendidikan dasar islam      <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1170&subd=ajidedim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><a href="http://ajidedim.files.wordpress.com/2009/10/simponas2.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-1174" title="simponas" src="http://ajidedim.files.wordpress.com/2009/10/simponas2.jpg?w=451&#038;h=638" alt="simponas" width="451" height="638" /></a></p>
<p style="text-align:center;">
Posted in call for paper, Pendidikan Tagged: call for paper, call paper, islam, islamic education, Pendidikan, pendidikan dasar islam, sekolah, sekolah dasar, simposium, simposium nasional, simposium nasional pendidikan dasar islam <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajidedim.wordpress.com/1170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajidedim.wordpress.com/1170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajidedim.wordpress.com/1170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajidedim.wordpress.com/1170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajidedim.wordpress.com/1170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajidedim.wordpress.com/1170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajidedim.wordpress.com/1170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajidedim.wordpress.com/1170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajidedim.wordpress.com/1170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajidedim.wordpress.com/1170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1170&subd=ajidedim&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajidedim.wordpress.com/2009/10/24/simposium-nasional-pendidikan-dasar-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6a90be39a12048fad564851a13d5c28?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mas dedi online</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ajidedim.files.wordpress.com/2009/10/simponas2.jpg?w=724" medium="image">
			<media:title type="html">simponas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AGAMA-AGAMA DUNIA 2009</title>
		<link>http://ajidedim.wordpress.com/2009/10/21/agama-agama-dunia-2009/</link>
		<comments>http://ajidedim.wordpress.com/2009/10/21/agama-agama-dunia-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 00:57:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajidedim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[peradaban]]></category>
		<category><![CDATA[agama dunia]]></category>
		<category><![CDATA[agama-agama dunia]]></category>
		<category><![CDATA[hindu]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[nasrani]]></category>
		<category><![CDATA[sekuler]]></category>
		<category><![CDATA[statistik agama-agama dunia]]></category>
		<category><![CDATA[statistik dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajidedim.wordpress.com/?p=1168</guid>
		<description><![CDATA[Menurut Pew Forum on Religion and Public Life US tanggal 9 Oktober jumlah penduduk dunia (populasi 6, 8 miliar) berdasarkan pembagian agama adalah Islam 1,57 miliar; Nasrani 2,25 miliar; Hindu 1,4 miliar; Sekuler 1 miliar; Lainnya 0,6 miliar
Khusus agama Islam, mayoritas Muslim ada di Asia sebesar 61,9%, disusul Timur Tengah (20,1%),  Sub Sahara Afrika 15,3%, Eropa 2,4%, dan Amerika 0,3%. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1168&subd=ajidedim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Menurut Pew Forum on Religion and Public Life US tanggal 9 Oktober jumlah penduduk dunia (populasi 6, 8 miliar) berdasarkan pembagian agama adalah Islam 1,57 miliar; Nasrani 2,25 miliar; Hindu 1,4 miliar; Sekuler 1 miliar; Lainnya 0,6 miliar</p>
<p>Khusus agama Islam, mayoritas Muslim ada di Asia sebesar 61,9%, disusul Timur Tengah (20,1%),  Sub Sahara Afrika 15,3%, Eropa 2,4%, dan Amerika 0,3%. Di Asia penduduk Muslim terbanyak di Indonesia, yaitu berjumlah 202,9 juta, kemudian disusul Pakistan 174 juta, India 160 juta, Bangladesh 145 juta. Bila dilihat dari alirannya, Aliran Sunni berkisar 87-90% sedangkan Syiah 10-13%.</p>
<p>Survey ini dilakukan di 232 negara selama 3 tahun. Survey mengerahkan 50 ahli demografi, untuk mempelajari 1500 data sensus penduduk sampai dengan survey populasi.</p>
Posted in agama, Kebudayaan, peradaban Tagged: agama, agama dunia, agama-agama dunia, hindu, islam, nasrani, sekuler, statistik agama-agama dunia, statistik dunia <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajidedim.wordpress.com/1168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajidedim.wordpress.com/1168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajidedim.wordpress.com/1168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajidedim.wordpress.com/1168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajidedim.wordpress.com/1168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajidedim.wordpress.com/1168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajidedim.wordpress.com/1168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajidedim.wordpress.com/1168/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajidedim.wordpress.com/1168/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajidedim.wordpress.com/1168/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1168&subd=ajidedim&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajidedim.wordpress.com/2009/10/21/agama-agama-dunia-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6a90be39a12048fad564851a13d5c28?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mas dedi online</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KERING AIR JERNIH GURUN</title>
		<link>http://ajidedim.wordpress.com/2009/09/16/kering-air-jernih-gurun/</link>
		<comments>http://ajidedim.wordpress.com/2009/09/16/kering-air-jernih-gurun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 01:09:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajidedim</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajidedim.wordpress.com/?p=1166</guid>
		<description><![CDATA[Materialitas kejujuran dan kebaikan itu bagai air jernih
Aliran dan ketenangannya menunjukkan semua yang bersamanya
Materialitas air akan memberi kesegaran dan kesejukan
Itulah mengapa kita diminta mencari kesejukan air untuk kehidupan
Immaterialitas kejujuran dan kebaikan itu bagai keringnya gurun
Panas terik dan hamparan kering pasir menunjukkan semua yang bersamanya
Oase dan pepohonan hanyalah fatamorgana di tengah gurun
Itulah mengapa kita diminta menikmati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1166&subd=ajidedim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Materialitas kejujuran dan kebaikan itu bagai air jernih<br />
Aliran dan ketenangannya menunjukkan semua yang bersamanya<br />
Materialitas air akan memberi kesegaran dan kesejukan<br />
Itulah mengapa kita diminta mencari kesejukan air untuk kehidupan</p>
<p>Immaterialitas kejujuran dan kebaikan itu bagai keringnya gurun<br />
Panas terik dan hamparan kering pasir menunjukkan semua yang bersamanya<br />
Oase dan pepohonan hanyalah fatamorgana di tengah gurun<br />
Itulah mengapa kita diminta menikmati kekeringan dalam berpuasa</p>
<p>Siapa yang ingin menunjukkan kejujuran dan kebaikan?<br />
Dia yang dapat menikmati kejernihan gurun dan keringnya air<br />
Dia yang dapat menikmati sejuknya gurun dan teriknya air<br />
Dialah yang dapat menikmati keduanya dalam ketenangan dan ketegaran hidup&#8230;</p>
<p>Sebenarnyalah jangan meminta kenikmatan <em>an sich</em>&#8230;<br />
Jangan melihat semua dari perspektif ego diri,<br />
Yang lebih penting memang bukanlah kesegaran dan kesejukan atau panas dan kering,<br />
Yang lebih penting itu adalah apa adanya, tanpa basa basi, tanpa prasangka<br />
Kejujuran dan kebaikan karena mencari <em>Ridho</em> adalah kuncinya<br />
Itulah makna asasi dari kejujuran dan kebaikan</p>
Posted in puisi Tagged: puisi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajidedim.wordpress.com/1166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajidedim.wordpress.com/1166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajidedim.wordpress.com/1166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajidedim.wordpress.com/1166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajidedim.wordpress.com/1166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajidedim.wordpress.com/1166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajidedim.wordpress.com/1166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajidedim.wordpress.com/1166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajidedim.wordpress.com/1166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajidedim.wordpress.com/1166/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1166&subd=ajidedim&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajidedim.wordpress.com/2009/09/16/kering-air-jernih-gurun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6a90be39a12048fad564851a13d5c28?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mas dedi online</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KILAU CAHAYA EKONOMI ISLAM</title>
		<link>http://ajidedim.wordpress.com/2009/09/16/kilau-cahaya-ekonomi-islam/</link>
		<comments>http://ajidedim.wordpress.com/2009/09/16/kilau-cahaya-ekonomi-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 01:04:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajidedim</dc:creator>
				<category><![CDATA[ekonomi islam]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajidedim.wordpress.com/?p=1164</guid>
		<description><![CDATA[Indahnya Islam adalah indahnya petani, peladang dan pekebun
Yang selalu menyeru nama Allah
Saat berinteraksi dalam harmoni alam semesta-Nya
Sejuknya Islam adalah sejuknya para pedagang dan bankir
Yang selalu membersihkan jiwa
Dengan kejujuran dan kebaikan asali Nur Muhammad
Damainya Islam adalah damainya para pemilik modal dan penambang
Dalam keikhlasan cipta-proses-saluran nilai tambah
Sembari menjunjung kebesaran-Mu
NIAT-kanlah untuk membangun&#8230;
Back To Nature Economics, Ekonomi Kembali Ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1164&subd=ajidedim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Indahnya Islam adalah indahnya petani, peladang dan pekebun<br />
Yang selalu menyeru nama Allah<br />
Saat berinteraksi dalam harmoni alam semesta-Nya<br />
Sejuknya Islam adalah sejuknya para pedagang dan bankir<br />
Yang selalu membersihkan jiwa<br />
Dengan kejujuran dan kebaikan asali Nur Muhammad<br />
Damainya Islam adalah damainya para pemilik modal dan penambang<br />
Dalam keikhlasan cipta-proses-saluran nilai tambah<br />
Sembari menjunjung kebesaran-Mu<br />
NIAT-kanlah untuk membangun&#8230;<br />
Back To Nature Economics, Ekonomi Kembali Ke Fitrah..<br />
Itulah Ekonomi Islam yang suci dan penuh kilauan rahmat dan barakah Allah…<br />
Insya Allah….</p>
Posted in ekonomi islam Tagged: ekonomi islam, puisi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajidedim.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajidedim.wordpress.com/1164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajidedim.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajidedim.wordpress.com/1164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajidedim.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajidedim.wordpress.com/1164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajidedim.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajidedim.wordpress.com/1164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajidedim.wordpress.com/1164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajidedim.wordpress.com/1164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1164&subd=ajidedim&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajidedim.wordpress.com/2009/09/16/kilau-cahaya-ekonomi-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6a90be39a12048fad564851a13d5c28?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mas dedi online</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEJARAH DAN PERKEMBANGAN AKUNTANSI SYARIAH</title>
		<link>http://ajidedim.wordpress.com/2009/09/08/sejarah-dan-perkembangan-akuntansi-syariah/</link>
		<comments>http://ajidedim.wordpress.com/2009/09/08/sejarah-dan-perkembangan-akuntansi-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 05:32:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajidedim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[Kebudayaan]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi syariah]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi islam]]></category>
		<category><![CDATA[peradaban]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi Islam]]></category>
		<category><![CDATA[AL KHAWARISMI]]></category>
		<category><![CDATA[AL MA'MUN]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[LEONARDO DA PISA]]></category>
		<category><![CDATA[LUCA PACIOLI]]></category>
		<category><![CDATA[PERADABAN ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[PERDAGANGAN ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajidedim.wordpress.com/?p=1161</guid>
		<description><![CDATA[Posted in agama, Akuntansi, akuntansi syariah, ekonomi, ekonomi islam, Kebudayaan, peradaban Tagged: Akuntansi, akuntansi Islam, akuntansi syariah, AL KHAWARISMI, AL MA'MUN, ekonomi islam, islam, LEONARDO DA PISA, LUCA PACIOLI, PERADABAN ISLAM, PERDAGANGAN ISLAM, sejarah      <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1161&subd=ajidedim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><object id="19513586" name="19513586" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=9,0,0,0" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" align="middle" height="500" width="100%">
<param name="movie" value="http://documents.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=19513586&access_key=key-ew36oqrukafo6e3e103&page=&version=1&auto_size=true&viewMode="><param name="quality" value="high"><param name="play" value="true"><param name="loop" value="true"><param name="scale" value="showall"><param name="wmode" value="opaque"><param name="devicefont" value="false"><param name="bgcolor" value="#ffffff"><param name="menu" value="true"><param name="allowFullScreen" value="true"><param name="allowScriptAccess" value="always"><param name="salign" value="">
<embed src="http://documents.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=19513586&access_key=key-ew36oqrukafo6e3e103&page=&version=1&auto_size=true&viewMode=" name="19513586_object" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" play="true" loop="true" scale="showall" wmode="opaque" devicefont="false" bgcolor="#ffffff" menu="true" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" salign="" type="application/x-shockwave-flash" align="middle"  height="500" width="100%"></embed>
</object>
<div style="font-size:10px;text-align:center;width:100%"><a href="http://www.scribd.com/doc/19513586">View this document on Scribd</a></div>
Posted in agama, Akuntansi, akuntansi syariah, ekonomi, ekonomi islam, Kebudayaan, peradaban Tagged: Akuntansi, akuntansi Islam, akuntansi syariah, AL KHAWARISMI, AL MA'MUN, ekonomi islam, islam, LEONARDO DA PISA, LUCA PACIOLI, PERADABAN ISLAM, PERDAGANGAN ISLAM, sejarah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajidedim.wordpress.com/1161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajidedim.wordpress.com/1161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajidedim.wordpress.com/1161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajidedim.wordpress.com/1161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajidedim.wordpress.com/1161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajidedim.wordpress.com/1161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajidedim.wordpress.com/1161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajidedim.wordpress.com/1161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajidedim.wordpress.com/1161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajidedim.wordpress.com/1161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1161&subd=ajidedim&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajidedim.wordpress.com/2009/09/08/sejarah-dan-perkembangan-akuntansi-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6a90be39a12048fad564851a13d5c28?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mas dedi online</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TAZKIYAH SAINS DAN TEKNOLOGI (Bagian 3)</title>
		<link>http://ajidedim.wordpress.com/2009/08/10/tazkiyah-sains-dan-teknologi-bagian-3/</link>
		<comments>http://ajidedim.wordpress.com/2009/08/10/tazkiyah-sains-dan-teknologi-bagian-3/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 01:08:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajidedim</dc:creator>
				<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>
		<category><![CDATA[sains dan teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[tazkiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajidedim.wordpress.com/?p=1156</guid>
		<description><![CDATA[TAZKIYAH SAINS DAN TEKNOLOGI:
KELUAR DARI CARUT MARUT SAINS-TEKNOLOGI MODERN[1] 
Dr. Aji Dedi Mulawarman[2]


Bagian ketiga dari artikel dengan judul yang sama.
3. KEBERADAAN SEGALA SESUATU: 
 DARI EMPIRIS-ANTROPOSENTRIS MENUJU EMPIRIS-EKOSENTRISME
Pandangan empiris yang mendominasi alam pikiran ontologi masyarakat ilmiah modern sebenarnya dibangun dari tradisi pemikiran natural science ala Descartes. Descartes memandang segala sesuatu di dunia dan alam semesta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1156&subd=ajidedim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong><em>TAZKIYAH</em></strong><strong> SAINS DAN TEKNOLOGI:</strong></p>
<p align="center"><strong>KELUAR DARI CARUT MARUT SAINS-TEKNOLOGI MODERN</strong><a href="#_ftn1"><strong>[1]</strong></a><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>Dr. Aji Dedi Mulawarman<a href="#_ftn2">[2]</a></strong></p>
<p align="center"><strong><br />
</strong></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><strong>Bagian ketiga dari artikel dengan judul yang sama.</strong></span></p>
<p><strong>3. KEBERADAAN SEGALA SESUATU: </strong></p>
<p><strong> DARI EMPIRIS-ANTROPOSENTRIS MENUJU EMPIRIS-EKOSENTRISME</strong></p>
<p>Pandangan <em>empiris</em> yang mendominasi alam pikiran ontologi masyarakat ilmiah modern sebenarnya dibangun dari tradisi pemikiran <em>natural science</em> ala Descartes. Descartes memandang segala sesuatu di dunia dan alam semesta ini bagaikan sebuah mesin yang terbangun dari bagian terpisah-pisah. Alam semesta adalah sebuah sistem mekanis yang tidak lebih dari sekedar mesin. Tidak ada tujuan, kehidupan atau spiritualitas di dalam materi. Alam bekerja sesuai dengan hukum mekanik, dan segala sesuatu di alam materi dapat diterangkan dalam pengertian tatanan dan gerakan-gerakan dari bagiannya. Pandangan mekanistik Descartes telah memberikan persetujuan ’ilmiah’ pada manipulasi dan ekploitasi yang menjadi karakteristik peradaban Barat (Capra 1997, 61-67). Reduksionis gaya Descartes atas realitas bersifat ruhaniah/abstrak menurut Qadir (2002, 3) adalah bentuk desakralisasi pengetahuan dan berdampak pada filsafat yang hanya mengakui produk rasio. Sekularisasi pemikiran semacam ini menurut Qadir (2002, 4) telah melahirkan pandangan mekanistik mengenai realitas. Realitas menurut Whitehead seperti dikutip Qadir (2002, 4) direduksi menjadi proses, sedangkan waktu hanya menjadi bentuk kuantitas, dan sejarah  menjadi proses <em>enthelekheia</em> transenden.</p>
<p>Pandangan ontologi mekanistik Descartes bukan hanya menjadi dasar pengembangan ilmu alam (baik fisika, kimia maupun biologi) tetapi juga telah merasuk dalam ilmu sosial (<em>social science</em>). Tidak terkecuali ilmu ekonomi, hukum, pendidikan dan hingga sekarang merambah seluruh ilmu. Penekanan ini kemudian membatasi penilaian kualitatif (yang sebenarnya sangat menentukan pemahaman pada dimensi ekologis, sosial dan psikologis. (Capra, 1997, 256-7).</p>
<p>Lebih jauh dalam dunia empiris sendiri masih terdapat perbedaan yang sangat besar antara dunia empiris yang obyektif dan subyektif. Seperti dijelaskan Burell dan Morgan (1979, 4) bahwa realitas dapat berada diluar individu atau merupakan hasil bentukan kesadaran individual atas lingkungan luar atau lingkungan didalam kesadaran individu itu sendiri; apakah realita merupakan bentuk obyektif atau hasil pengakuan individu, baik realita ini berada di luar atau produk dari pikiran seseorang (1). Pemikiran ontologis empiris obyektif disebut Burell dan Morgan (1979, 4) sebagai pemikiran <em>realism</em>. Sedangkan pemikiran ontologis yang melihat dunia empiris dari pandangan subyektif disebut sebagai pemikiran <em>nominalism </em>(4). Aliran <em>nominalism</em> digambarkan Burell dan Morgan (1979, 4) mendasarkan diri pada asumsi bahwa dunia sosial berada diluar individu dan tidak lebih dari nama, konsep dan label yang digunakan untuk membentuk realitas. <em>Realism</em>, lanjut Burell dan Morgan (1979, 4) pada sisi yang lain menyatakan bahwa dunia sosial yang berada diluar individu adalah suatu dunia nyata yang terbuat dari struktur yang keras, nyata dan relatif kuat, dan realitas dunia ini eksis sebagai suatu entitas empiris. Bagi aliran <em>realisme</em> dunia sosial eksis hanya karena apresiasi individual terhadapnya. Selain itu, dunia sosial memiliki eksistensi yang keras dan konkrit seperti dunia nyata.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>3.1. Evolusi Empiris Antroposentris Ke Empiris Ekosentris</strong></p>
<p>Gagasan dunia yang makin <em>technological</em> ini bukannya tanpa tentangan. Ketika dunia telah dipenuhi oleh sesaknya teknologi yang makin mengalienasi manusia di sudut dunia yang sepi tanpa makna, di sisi lain pula telah terjadi penghancuran sistematis alam semesta akibat dari kekuatan teknologi. Menipisnya ozon, efek rumah kaca, polusi dan penghacuran hutan dan biota telah menggerus alam dan lingkungan menjadi habis hanya untuk kepentingan manusia. Dari kesadaran tamaknya teknologi akibat pikiran manusia yang sangat kering ini telah menggeser pemikiran untuk berpaling pada konsep atroposentris menuju ekosentrisme. Peduli lingkungan mulai merasuki dunia manusia. Ekologi dangkal yang disebut Capra sebagai bentuk antroposentris, bergeser menjadi ekologi dalam yang tidak memisahkan manusia atau apapun dari lingkungan alamiahnya. Melihat dunia bukan sebagai kumpulan obyek yang terpisah, tetapi sebagai jaringan fenomena yang saling berhubungan dan saling tergantung satu sama lain secara fundamental (Capra 1997).</p>
<p>Perkembangan lanjutan dari pemikiran <em>deep ecology</em> digagas para pemikir yang lebih peduli atas kegagalan dunia mekanistik Kartesian. Capra (1997, 36-42) misalnya dengan apa yang disebutnya sebagai pemikiran tentang Sistem, melihat pemikiran sistem yang memiliki kriteria-kriteria umum. Pertama, sistem-sistem hidup adalah keseluruhan yang terpadu yang sifat-sifatnya tidak dapat direduksi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Kedua,  kemampuan mengubah secara bolak balik di antara tingkatan-tingkatan sistem.Di semua bagian dunia yang hidup, dijumpai sistem-sistem yang bersarang dalam sistem lainnya, dan dengan menerapkan konsep yang sama pada tingkatan yang berbeda, setiap kesatuan sistem memiliki kompleksitas yang berbeda. Saling hubungan antar jaringan dan kesatuan antar sistem dipngaruhi pula adanya proses. Artinya, sebagai pengembangan konsep sistem dalam pikiran Capra (2003) dengan adanya <em>the pattern of organisation</em> suatu sistem hidup sebagai konfigurasi hubungan di antara bagian sistem yang paling menentukan ciri esensial sistem tersebut, yaitu struktur sistem sebagai perwujudan materi pola organisasinya dan proses kehidupan sebagai proses perwujudan yang terus menerus. Dalam ranah sosial, karakter sistem ini disebutkan Capra masih terdapat satu perspektif disamping perspektif proses, bentuk dan materi itu sendiri, yaitu yang disebut sebagai perspektif makna. Perspektif makna adalah kesadaran reflektif itu sendiri. Pemikiran Capra adalah bentuk alternatif dari carut marut dunia yang telah digagahi dengan kuat oleh pemikiran Kartesian dan Newtonian, menjadi pandangan dunia yang holistik dan ekologis. Sebuah hubungan-hubungan fenomena psikologis, biologis, fisik, sosial dan budaya serta menciptakan suatu teori holistik sistem hidup.</p>
<p>Bersambung&#8230;. ke bagian 4. Pengembangan Ilmu</p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> Makalah pernah disampaikan dalam Kuliah Peradaban di Masjidil ’Ilm Bani Hasyim, Singosari,  Malang, 8 Januari 2007 dan Latihan Kader II HMI Cabang Yogyakarta,  30 Juni 2007. Makalah ini merupakan salah satu bagian dari rencana buku yang akan diterbitkan penulis dengan judul Peradaban dan Ilmu Islami: Menggugat Filsafat Ilmu dan Metode Ilmiah</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> Dosen Program Doktor Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Malang; Direktur Eksekutif Lembaga Studi Ekonomi dan Keuangan Islam, CISFED, Jakarta. Direktur KB-TK-SD Bertaraf Internasional Masjidil ’Ilm Bani Hasyim,  Singosari, Malang, Jawa Timur. Email: <a href="mailto:ajidedim@yahoo.co.id">ajidedim@yahoo.co.id</a> HP: 081-555-600-745</p>
Posted in agama, filsafat, ilmu, islam, teknologi Tagged: agama, filsafat, ilmu, islam, sains, sains dan teknologi, tazkiyah, teknologi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajidedim.wordpress.com/1156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajidedim.wordpress.com/1156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajidedim.wordpress.com/1156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajidedim.wordpress.com/1156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajidedim.wordpress.com/1156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajidedim.wordpress.com/1156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajidedim.wordpress.com/1156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajidedim.wordpress.com/1156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajidedim.wordpress.com/1156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajidedim.wordpress.com/1156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1156&subd=ajidedim&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajidedim.wordpress.com/2009/08/10/tazkiyah-sains-dan-teknologi-bagian-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6a90be39a12048fad564851a13d5c28?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mas dedi online</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TAZKIYAH SAINS DAN TEKNOLOGI (Bagian 2)</title>
		<link>http://ajidedim.wordpress.com/2009/08/10/tazkiyah-sains-dan-teknologi-bagian-2/</link>
		<comments>http://ajidedim.wordpress.com/2009/08/10/tazkiyah-sains-dan-teknologi-bagian-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 01:02:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajidedim</dc:creator>
				<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>
		<category><![CDATA[sains dan teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[tazkiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajidedim.wordpress.com/?p=1151</guid>
		<description><![CDATA[TAZKIYAH SAINS DAN TEKNOLOGI:
KELUAR DARI CARUT MARUT SAINS-TEKNOLOGI MODERN[1] 
Dr. Aji Dedi Mulawarman[2]

Bagian kedua dari artikel dengan judul yang sama.
2. MENCARI AKAR MASALAH
Ilmu adalah hasil perenungan dan proses persinggunggan aktif, dinamis sinergis dari akal, batin dan fitrah spiritualitas yang hanya dimiliki manusia. Seperti akan kita lihat nanti bagaimana sebenarnya ilmu tak dapat lepas dari ketiga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1151&subd=ajidedim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong><em>TAZKIYAH</em></strong><strong> SAINS DAN TEKNOLOGI:</strong></p>
<p align="center"><strong>KELUAR DARI CARUT MARUT SAINS-TEKNOLOGI MODERN</strong><a href="#_ftn1"><strong>[1]</strong></a><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>Dr. Aji Dedi Mulawarman<a href="#_ftn2">[2]</a></strong></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><strong><span style="color:#ff0000;">Bagian kedua dari artikel dengan judul yang sama.</span></strong></p>
<p><strong>2. MENCARI AKAR MASALAH</strong></p>
<p>Ilmu adalah hasil perenungan dan proses persinggunggan aktif, dinamis sinergis dari akal, batin dan fitrah spiritualitas yang hanya dimiliki manusia. Seperti akan kita lihat nanti bagaimana sebenarnya ilmu tak dapat lepas dari ketiga hal tersebut. Hal ini sekaligus akan merombak tradisi konvensional saat ini yang sangat parsial, ilmu yang berpisah dengan batin manusia, spiritualitas manusia, etika kemanusiaan bahkan teknologi hasil implementasinya. Tetapi kenyataannya dalam domain ilmu Barat pandangan empiris sebagai basis dasar ontologi ilmu dan pandangan positivisme sebagai basis dasar epistemologi ilmu telah menurunkan bentuk ilmu khas Barat, dan tidak bersesuaian dengan takdirnya sebagai manusia.</p>
<p>Mempertanyakan basis dasar keilmuan pasti berhubungan dengan manusia sebagai sosok pengembang ilmu. Karena ilmu memang khas manusia. Pertanyaan mengenai diri atau manusia sebagai dirinya sendiri telah banyak dilakukan. Bahkan pertanyaan tentang manusia telah dilakukan sejak jaman filsafat Yunani. Pembahasan manusia mengalami perubahan-perubahan sesuai dengan tingkat pemahaman pengetahuan di jamannya. Ketika pemahaman pengetahuan masih diliputi oleh nuansa mistis, maka konsep manusia dihubungkan dengan hal-hal yang berhubungan dengan titisan dewa, setengah dewa dan sebagainya. Ketika manusia telah memahami bahwa alam semesta tidak bersifat mistis tetapi bersifat mekanistis, maka konsep manusia berubah menjadi penciptaan yang bersifat evolusionis. Ketika manusia telah memahami bahwa alam semesta beserta isinya tidak mungkin apa adanya, tetapi terjadi dari sebuah <em>Grand Design</em> yang Super Canggih, maka manusia dipahami sebagai makhluk yang bersifat spiritual sekaligus memiliki kecerdasan untuk merubah alam semesta ini sesuai dengan batas dan kemampuannya serta keinginannya.</p>
<p>Schumacher (1981, 3-5) melihat manusia modern ternyata berpola <em>scientism empiricism/positivism</em> dengan menegasikan integralitas kemanusiaannya. Manusia modern tidak percaya sesuatu yang tak dapat dibuktikan secara empiris, tidak percaya pada masalah yang berhubungan dengan nilai artistik/seni, nilai spiritual, dan kebenaran mutlak. Hal tersebut diperparah dengan penerapan metode ilmiah yang semakin ketat atas nama obyektifitas ilmiah, bahwa nilai-nilai dan makna-makna tidak lain daripada mekanisme-mekanisme pertahanan serta bentukan-bentukan reaksi. Bahwa manusia tak lain daripada suatu mekanisme biokimia pelik yang dimotori oleh suatu system pembakaran yang memberi tenaga kepada computer-komputer dengan fasilitas-fasilitas penyimpanan yang luar biasa guna memelihara informasi bersandi. Hilangnya dimensi vertikal lanjut Schumacher (15) berarti bahwa tak mungkin lagi terdapat suatu jawaban kecuali yang berkaitan dengan kepentingan (<em>utility</em>). Jawabannya dapat bersifat lebih egoistis-individualistis atau lebih sosial-altruistik, tetapi ia tak dapat tidak bersifat utilitarian. Tidak pula mungkin merumuskan fitrah manusia lain daripada tabiat hewan, dan juga hewan yang lebih tinggi yang disebut <em>homo sapiens</em>.</p>
<p>Bersambung&#8230;. ke bagian 3. Keberadaan Segala Sesuatu</p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> Makalah pernah disampaikan dalam Kuliah Peradaban di Masjidil ’Ilm Bani Hasyim, Singosari,  Malang, 8 Januari 2007 dan Latihan Kader II HMI Cabang Yogyakarta,  30 Juni 2007. Makalah ini merupakan salah satu bagian dari rencana buku yang akan diterbitkan penulis dengan judul Peradaban dan Ilmu Islami: Menggugat Filsafat Ilmu dan Metode Ilmiah</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> Dosen Program Doktor Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Malang; Direktur Eksekutif Lembaga Studi Ekonomi dan Keuangan Islam, CISFED, Jakarta. Direktur KB-TK-SD Bertaraf Internasional Masjidil ’Ilm Bani Hasyim,  Singosari, Malang, Jawa Timur. Email: <a href="mailto:ajidedim@yahoo.co.id">ajidedim@yahoo.co.id</a> HP: 081-555-600-745</p>
Posted in agama, filsafat, ilmu, islam, teknologi Tagged: agama, filsafat, islam, sains, sains dan teknologi, tazkiyah, teknologi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajidedim.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajidedim.wordpress.com/1151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajidedim.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajidedim.wordpress.com/1151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajidedim.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajidedim.wordpress.com/1151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajidedim.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajidedim.wordpress.com/1151/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajidedim.wordpress.com/1151/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajidedim.wordpress.com/1151/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1151&subd=ajidedim&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajidedim.wordpress.com/2009/08/10/tazkiyah-sains-dan-teknologi-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6a90be39a12048fad564851a13d5c28?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mas dedi online</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TAZKIYAH SAINS DAN TEKNOLOGI (Bagian 1)</title>
		<link>http://ajidedim.wordpress.com/2009/08/10/tazkiyah-sains-dan-teknologi-bagian-1/</link>
		<comments>http://ajidedim.wordpress.com/2009/08/10/tazkiyah-sains-dan-teknologi-bagian-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 00:50:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajidedim</dc:creator>
				<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[peradaban]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[barat]]></category>
		<category><![CDATA[islam. modernisme]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>
		<category><![CDATA[sains dan teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[spiritualisme]]></category>
		<category><![CDATA[tazkiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajidedim.wordpress.com/?p=1145</guid>
		<description><![CDATA[TAZKIYAH SAINS DAN TEKNOLOGI:
KELUAR DARI CARUT MARUT SAINS-TEKNOLOGI MODERN[1] 
Dr. Aji Dedi Mulawarman[2]
1. PENDAHULUAN
Perkembangan peradaban dunia dimana kita berada saat ini berjalan merupakan babakan teknologi dengan percepatan yang tidak pernah ditemui progresifitasnya dalam rentang kebudayaan manusia sebelumnya. Kecepatan perubahan teknologi modern dapat disebut –dengan meminjam metafora Giddens– Juggernaut, truk besar yang meluncur tanpa kendali. Kondisi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1145&subd=ajidedim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong><em>TAZKIYAH</em></strong><strong> SAINS DAN TEKNOLOGI:</strong></p>
<p align="center"><strong>KELUAR DARI CARUT MARUT SAINS-TEKNOLOGI MODERN</strong><a href="#_ftn1"><strong>[1]</strong></a><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>Dr. Aji Dedi Mulawarman<a href="#_ftn2">[2]</a></strong></p>
<p><strong>1. PENDAHULUAN</strong></p>
<p>Perkembangan peradaban dunia dimana kita berada saat ini berjalan merupakan babakan teknologi dengan percepatan yang tidak pernah ditemui progresifitasnya dalam rentang kebudayaan manusia sebelumnya. Kecepatan perubahan teknologi modern dapat disebut –dengan meminjam metafora Giddens– Juggernaut, truk besar yang meluncur tanpa kendali. Kondisi teknologi memang telah melesat kencang tanpa kendali, yaitu dari kendali induknya, ilmu pengetahuan. Begitu berkuasanya teknologi sampai kemudian Naisbitt dan Philips (2001, 21)  menganggap manusia telah masuk dalam Zona Mabuk Teknologi dimana:</p>
<p>&#8230;kondisi teknologi telah menjadikan dirinya hukum alam dan memberinya hak dalam kehidupan sehari-hari kita tanpa dapat dicabut, membuat aktivitas formal dan dunia alamiah kita telah ’diatur’ oleh peranti lunak yang kian lama kian canggih. <span style="text-decoration:underline;">Zona Mabuk Teknologi, adalah kehampaan spiritual</span> yang mengecewakan dan berbahaya, serta mustahil keluar dari dalamnya, kecuali jika kita menyadari bahwa kita memang berada di dalamnya. (garis bawah tambahan penulis).</p>
<p>Mengapa Naisbitt dan Philips berkata seperti itu? Memang teknologi di satu pihak memperbaiki dan mendukung kehidupan manusia, akan tetapi di sisi lain menghancurkan dan bahkan memiliki sifat <em>dasamuka</em>.  Teknologi modern sebagai ’anak kandung’ – hasil dan turunan langsung dari ilmu pengetahuan – saat ini telah menghasilkan paradoksal-paradoksal. Teknologi menurut Jacob (1993) pada gilirannya mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan. Ada selang waktu antara penemuan ilmiah dan penerapannya, yang makin lama makin singkat. Juga selang antara penemuan-penemuan baru makin singkat, dengan kata lain makin <em>frekuen</em> dan bertubi-tubi. Jacob (1993) menggambarkan bahwa teknologi telah menjadi kultus dan didewa-dewakan, seakan teknologi adalah jimat dan paspor satu-satunya menuju kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan. Bahkan pengkultusan teknologi telah menimbulkan masyarakat materialistis konsumtif, yang sayangnya tidak merata karena sumber dunia yang terbatas; seperti kata Mahatma Gandhi, ”sumber-sumber dunia cukup untuk memuaskan kebutuhan manusia, tetapi tidak cukup untuk memuaskan kerakusan manusia”.</p>
<p>Keinginan sains dikembangkan dalam bentuk teknologi untuk memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan manusia telah berbalik menjadi kesengsaraan umat manusia, hancurnya daya dukung lingkungan dan alienasi manusia dari lingkungannya serta hanya memberikan kesejahteraan bagi segelintir manusia. Kesenjangan kaya dan miskin makin melebar, seperti tak terselesaikannya kasus kemelaratan masyarakat negara-negara berkembang yang mayoritas di bumi ini, dimana kelimpahan sandang, pangan, papan dan kemakmuran-kemakmuran lainnya yang  terkonsentrasi di negara-negara maju yang tidak lebih dari 20 negara dari ratusan negara di dunia.</p>
<p>Hegemoni <em>source</em> sains dengan teknologi mutakhirnya <em>Cyber-technology</em> bahkan dianggap Pilliang (2004) telah meninggalkan Tuhan dan menciptakan Tuhan Digital, yaitu dengan memunculkan kegilaan-kegilaan mentalitas dunia maya. Belum lagi lalu lintas moneter lintas batas dan penguasaan  teknologi serta produksi yang berada pada segelintir perusahaan multinasional, yang otomatis memunculkan hegemoni politik ekonomi dan menggeser kekuatan ekonomi negara berkembang dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah menjadi pemain pinggiran yang tak pernah terselesaikan nasibnya kecuali menjadi ’perusahaan jajahan kolonial’ dari perusahaan multinasional dalam bentuk menjadi sub-ordinat dari kekuasaan perusahaan multinasional yang didukung oleh pemerintahan yang juga korup. Bentuk lalu lintas moneter lintas batas dan penguasaan  teknologi serta produksi menurut Capra (2001) bertujuan untuk kepastian aliran atau arus kas perusahaan “bermain monopoli” di berbagai <em>flows of things</em> untuk mengantisipasi “dadu mesin” dari bursa saham disebut <em>Electronically Operated Global Casino</em> (Casino Global Elektronik), atau dalam bahasa Castells disebut <em>Automaton</em> (Capra 2003, 120)<a href="#_ftn3">[3]</a>.</p>
<p>Perusahaan juga telah dikooptasi sinergi politik kepentingan ekonomi pemilik modal (<em>owners</em>) dan manajemen (<em>agent</em>) yang kemudian menegasikan karyawan, buruh, lingkungan sosial serta lingkungan alam (lihat misalnya penelitian yang dilakukan Tinker 1980 dan 1984; Cooper 1980; Cooper dan Sherer 1984; Gray, Owen dan Maunders 1988; Gray, Kouhy dan Lavers 1995; Gray, Owen dan Adams 1996; Lehman 1999; Stadden 2002). Belum lagi kerusakan-kerusakan dan krisis-krisis akut lingkungan alam yang diakibatkan ketamakan manusia dalam eksploitasi teknologi yang tak terukur, mulai dari perlombaan senjata, eksploitasi energi dan pertambangan, penggundulan hutan besar-besaran, pemakaian kosmetik, obat-obatan dan pupuk kimiawi, dan lain sebagainya<a href="#_ftn4">[4]</a>.</p>
<p>Menyelesaikan masalah teknologi tidak dapat dilakukan dengan mengeliminir dampak teknologi saja. Eliminasi dampak sama seperti menyembuhkan pusing akibat dampak dari gangguan asam lambung dengan minum Paramex. Menyembuhkan gangguan asam lambung sebenarnya tidak hanya dengan minum obat maag saja. Menyembuhkan gangguan asam lambung harus disertai dengan perubahan radikal pada beberapa hal seperti pola makan sehat, menjaga keseimbangan pikiran, tubuh dan mental. Menyembuhkan kekacauan realitas akibat teknologi juga semestinya tidak menyelesaikan masalah dengan mereduksi dampak teknologi saja. Menyembuhkan dampak teknologi juga tidak hanya menyelesaikan konsep teknologi, tetapi juga harus masuk lebih jauh pada pembentuk konsep teknologi itu sendiri, yaitu sains atau ilmu beserta atribut-atribut filosofis yang menempel di dalamnya.</p>
<p>Bersambung&#8230;. ke bagian 2. Mencari Akar Masalah</p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> Makalah pernah disampaikan dalam Kuliah Peradaban di Masjidil ’Ilm Bani Hasyim, Singosari,  Malang, 8 Januari 2007 dan Latihan Kader II HMI Cabang Yogyakarta,  30 Juni 2007. Makalah ini merupakan salah satu bagian dari rencana buku yang akan diterbitkan penulis dengan judul Peradaban dan Ilmu Islami: Menggugat Filsafat Ilmu dan Metode Ilmiah</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> Dosen Program Doktor Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Malang; Direktur Eksekutif Lembaga Studi Ekonomi dan Keuangan Islam, CISFED, Jakarta. Direktur KB-TK-SD Bertaraf Internasional Masjidil ’Ilm Bani Hasyim,  Singosari, Malang, Jawa Timur. Email: <a href="mailto:ajidedim@yahoo.co.id">ajidedim@yahoo.co.id</a> HP: 081-555-600-745</p>
<p><a href="#_ftnref3">[3]</a> <em>Automaton</em> menurut Castells adalah ciptaan inti ekonomi hasil proses globalisasi keuangan yang secara tegas mengatur kehidupan manusia. Bukan robot-robot yang menghilangkan lapangan kerja atau komputer-komputer pemerintah, tetapi mesin-mesin globalisasi berbentuk transaksi keuangan elektroniklah yang mengambil alih dunia manusia. Logika automaton bukanlah aturan-aturan pasar tradisional, dinamika aliran keuangan yang digerakkannya saat ini di luar kendali-kendali pemerintahan negara, perusahaan-perusahaan dan lembaga-lembaga keuangan. Akan tetapi pada keluwesan dan ketepatan teknologi informasi dan komunikasi baru, regulasi ekonomi global yang efektif secara teknis menjadi masuk akal.</p>
<p><a href="#_ftnref4">[4]</a> Dalam bahasa dan penjelasan yang lebih komprehensif dan lugas misalnya Fritjof Capra dalam bukunya <em>The Hidden Connections</em> (2001); Fritjof Capra dalam <em>The Turning Point</em> yang diterjemahkan Penerbit Bentang tahun 1997; atau yang lebih klasik seperti Lewis Mumford  dalam <em>The Automation of Technology: Are We Becoming Robots?</em> (1964); lihat juga Teknologi dan Dampak Kebudayaannya Volume II yang disunting oleh YB. Mangunwijaya (1985); Masa Depan Islam karangan Ziauddin Sardar edisi terjemahan yang diterbitkan Pustaka Bandung (1987); Bruce Rich dalam bukunya Menggadaikan Bumi edisi terjemahan Indonesia yang diterbitkan oleh INFID 1999; Dunia yang Berlari: Mencari Tuhan-tuhan Digital (2004) karangan Yasraf Amir Pilliang; Manusia, Ilmu dan Teknologi: Pergumulan Abadi dalam Perang dan Damai karangan T. Jacob edisi kedua tahun 1993; dan banyak lagi.</p>
Posted in agama, filsafat, ilmu, islam, peradaban, teknologi Tagged: agama, barat, filsafat, islam. modernisme, sains, sains dan teknologi, spiritualisme, tazkiyah, teknologi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajidedim.wordpress.com/1145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajidedim.wordpress.com/1145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajidedim.wordpress.com/1145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajidedim.wordpress.com/1145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajidedim.wordpress.com/1145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajidedim.wordpress.com/1145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajidedim.wordpress.com/1145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajidedim.wordpress.com/1145/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajidedim.wordpress.com/1145/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajidedim.wordpress.com/1145/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1145&subd=ajidedim&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajidedim.wordpress.com/2009/08/10/tazkiyah-sains-dan-teknologi-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6a90be39a12048fad564851a13d5c28?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mas dedi online</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEMBALI MENULIS KRITIS&#8230; BISMILLAH</title>
		<link>http://ajidedim.wordpress.com/2009/07/22/kembali-menulis-kritis-bismillah/</link>
		<comments>http://ajidedim.wordpress.com/2009/07/22/kembali-menulis-kritis-bismillah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 16:52:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajidedim</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajidedim.wordpress.com/?p=1140</guid>
		<description><![CDATA[Menuliskan dan menuangkan yang kritis itu memang tidak bisa dihambat. Tidak bisa dihambat oleh siapapun, apapun, kapanpun, dimanapun, bagaimanapun, dan seterusnya, dan seterusnya, dan seterusnya. Kritis atas sesuatu, pasti banyak resistensi. Karena kritis itu selalu memberi penilaian yang menyebabkan sesuatu itu dievaluasi dan diarahkan untuk terjadinya perubahan. Dan perubahan itu pasti berkenaan dengan transisi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1140&subd=ajidedim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Menuliskan dan menuangkan yang kritis itu memang tidak bisa dihambat. Tidak bisa dihambat oleh siapapun, apapun, kapanpun, dimanapun, bagaimanapun, dan seterusnya, dan seterusnya, dan seterusnya. Kritis atas sesuatu, pasti banyak resistensi. Karena kritis itu selalu memberi penilaian yang menyebabkan sesuatu itu dievaluasi dan diarahkan untuk terjadinya perubahan. Dan perubahan itu pasti berkenaan dengan transisi yang menggoda siapa saja untuk menjadi stagnan, berubah menjadi sesuatu yang baru dengan penyesuaian, atau bahkan baru sama sekali.</p>
<p>Tetapi, kritik tidak juga harus menjadi ekstrim. Kritik juga dapat memberi evaluasi hanya untuk menjadikan sesuatu itu menjadi lebih baik. Biasanya kritik yang seperti ini masih bisa diterima. Meski yang begini ini ada saja yang dikompromikan dan dibuang untuk kebaikan bersama. Kebaikan bersama yang berkepentingan terhadap kritis. Sedangkan kebaikan di luar yang berkepentingan harus digeser dan tak terpikirkan.</p>
<p>Selama ini, di wordpress ini, sebagai salah satu wadah bagi saya, untuk mengekspresikan pikiran dan wacana kritis saya. Menuliskan wacana akuntansi kritis, ekonomi kritis, peradaban kritis. Dan memang yang saya tulis relatif panjang dan banyak argumentasi. Berbeda dengan ketika nulis di facebook misalnya, kritis tetap ada, tetapi relatif banyak celetukan kritis daripada analisa kritis. Dan kenyataannya beberapa bulan ini, aktivitas saya memang lebih banyak tercermin dalam bentuk celetukan kritis. Saatnya memang saya harus mulai mengedepankan analisa kritis kembali. Semoga yang saya tulis sekarang ini adalah bentuk refleksi untuk kembali menjadi kritis.</p>
<p>TO BE CONTINUED&#8230;</p>
<p>Sesuatu yang lain, sesuatu yang baru, sesuatu yang berubah, tidak sama dengan yang ada saat ini&#8230;perlukah ada? Pikiran yang lain, baru, berubah, tidak sama atas dunia yang sedang berlangsung ini selalu bertabuh setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun dan sampai kapanpun aku masih diberi pikiran dan hidup.</p>
<p>Pikiran seperti itu, lain-baru,berubah-tidak sama, tak akan muncul dalam pikiran siapapun, bila mimpi yang ada di dalam pikirannya adalah kemapanan, melihat dunia saat ini adalah final, ingin hidup dalam dunia kini dan apa adanya. Apalagi kalau kita melihat dunia sekarang ini adalah dunia yang baik dan merupakan peradaban tanpa cela, atau kalaupun ada yang salah, itu hanya proses interaksi sosial yang lazim, dan bukannya memiliki masalah yang sangat &#8220;berat&#8221;.</p>
<p>Atau mungkin berpikir tentang merubah dunia tidak harus dengan kontradiksi atau antitesis? Pikiran evaluatif, sinergis atau integrasi sesuatu kadang muncul dalam setiap kita. Dunia yang baik menjadi melenceng, dan kemudian perlu pelurusan, perbaikan, berpikir positif dalam melihat dunia adalah kemungkinan lainnya.</p>
<p>Kemungkinan-kemungkinan dunia memang tidak bisa diderivasikan atau diprediksikan dalam tiga alternatif seperti di atas itu. Kemungkinan dunia adalah kemungkinan sejauh mana pikiran dan perubahan realitas dipengaruhi oleh dominasi-dominasi atas realitas itu sendiri. Apakah dunia berada pada posisi berubah dalam &#8220;arti&#8221; sebenarnya bisa saja terjadi, termasuk tak berubah maupun pergeseran menuju perbaikan tanpa perubahan esesnsial.  Atau bahkan terjadi pergeseran selain yang tiga itu, &#8220;who knows&#8221;</p>
<p>Manusia, ya hanya yang menamakan diri &#8220;manusia sebenarnya&#8221;-lah yang menyadari dirinya tidak dapat melihat dunia di sekelilingnya tanpa perubahan apabila dunia berkembang dan bergerak tak sesuai dengan gerakan dan yang dilakukannya. Bahkan manusia akan terusik dan paling ekstrim akan marah, bila dia melakukan aktivitas tetapi kemudian terganggu oleh apapun di luar dirinya yang juga bergerak dan menggeser atau  melakukan aktivitas yang tidak sesuai dengan jalan pikirannya. &#8220;In my opinion&#8221;, g mungkin manusia tidak akan terusik aktivitas di luar dirinya yang nyata-nyata tak sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran atau kesepakatan pikirannya.</p>
Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajidedim.wordpress.com/1140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajidedim.wordpress.com/1140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajidedim.wordpress.com/1140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajidedim.wordpress.com/1140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajidedim.wordpress.com/1140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajidedim.wordpress.com/1140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajidedim.wordpress.com/1140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajidedim.wordpress.com/1140/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajidedim.wordpress.com/1140/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajidedim.wordpress.com/1140/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1140&subd=ajidedim&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajidedim.wordpress.com/2009/07/22/kembali-menulis-kritis-bismillah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6a90be39a12048fad564851a13d5c28?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mas dedi online</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Revisi perolehan kursi DPR-RI 2009</title>
		<link>http://ajidedim.wordpress.com/2009/05/14/revisi-perolehan-kursi-dpr-ri-2009/</link>
		<comments>http://ajidedim.wordpress.com/2009/05/14/revisi-perolehan-kursi-dpr-ri-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 05:18:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajidedim</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[kursi dpr]]></category>
		<category><![CDATA[kursi dpr ri]]></category>
		<category><![CDATA[parpol]]></category>
		<category><![CDATA[partai politik]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu legislatif 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajidedim.wordpress.com/2009/05/14/revisi-perolehan-kursi-dpr-ri-2009/</guid>
		<description><![CDATA[Partai Demokrat 150
Partai Golkar 107
PDIP 95
PKS 57
PAN 43
PPP 37
PKB 27
Partai Gerindra 26
Partai Hanura 18 
Posted in politik Tagged: kursi dpr, kursi dpr ri, parpol, partai politik, pemilu, pemilu legislatif 2009      <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1128&subd=ajidedim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Partai Demokrat 150<br />
Partai Golkar 107<br />
PDIP 95<br />
PKS 57<br />
PAN 43<br />
PPP 37<br />
PKB 27<br />
Partai Gerindra 26<br />
Partai Hanura 18 </p>
Posted in politik Tagged: kursi dpr, kursi dpr ri, parpol, partai politik, pemilu, pemilu legislatif 2009 <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajidedim.wordpress.com/1128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajidedim.wordpress.com/1128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajidedim.wordpress.com/1128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajidedim.wordpress.com/1128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajidedim.wordpress.com/1128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajidedim.wordpress.com/1128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajidedim.wordpress.com/1128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajidedim.wordpress.com/1128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajidedim.wordpress.com/1128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajidedim.wordpress.com/1128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1128&subd=ajidedim&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajidedim.wordpress.com/2009/05/14/revisi-perolehan-kursi-dpr-ri-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6a90be39a12048fad564851a13d5c28?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mas dedi online</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HASIL PEMILU LEGISLATIF 2009 DALAM ANGKA</title>
		<link>http://ajidedim.wordpress.com/2009/05/11/hasil-pemilu-legislatif-2009-dalam-angka/</link>
		<comments>http://ajidedim.wordpress.com/2009/05/11/hasil-pemilu-legislatif-2009-dalam-angka/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 10:45:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajidedim</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[dpr-ri]]></category>
		<category><![CDATA[golput]]></category>
		<category><![CDATA[hasil pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[parpol]]></category>
		<category><![CDATA[PARTAI]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajidedim.wordpress.com/?p=1118</guid>
		<description><![CDATA[
Komisi Pemilihan Umum (KPU), di Jakarta, Sabtu (9/5) malam, telah menetapkan hasil pemilu legislatif 2009. Berikut rinciannya:
1. Jumlah pemilih 171.265.442 (berdasarkan DPT)
2. Jumlah pengguna hak pilih 121.288.366
3. Jumlah suara sah 104.099.785
4. Jumlah suara tidak sah sebesar 17.488.581 suara.
5. Jumlah yang tidak menggunakan hak pilih 49.677.076  (Golput)
Berikut perbandingan angka golput dengan perolehan suara sembilan partai politik yang lolos parliamentary [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1118&subd=ajidedim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<p style="margin:0;padding:0 0 15px;">Komisi Pemilihan Umum (KPU), di Jakarta, Sabtu (9/5) malam, telah menetapkan <a title="Hasil Perolehan Suara Parpol Peserta Pemilu 2009" href="http://www.pemiluindonesia.com/pemilu-2009/kpu-tetapkan-hasil-pemilu-legislatif-2009.html">hasil pemilu legislatif 2009.</a> Berikut rinciannya:<span id="more-1118"></span></p>
<p style="margin:0;padding:0 0 15px;">1. Jumlah pemilih 171.265.442 (berdasarkan DPT)</p>
<p style="margin:0;padding:0 0 15px;">2. Jumlah pengguna hak pilih 121.288.366</p>
<p style="margin:0;padding:0 0 15px;">3. Jumlah suara sah 104.099.785</p>
<p style="margin:0;padding:0 0 15px;">4. Jumlah suara tidak sah sebesar 17.488.581 suara.</p>
<p style="margin:0;padding:0 0 15px;">5. Jumlah yang tidak menggunakan hak pilih 49.677.076  (Golput)</p>
<p>Berikut perbandingan angka golput dengan perolehan suara sembilan partai politik yang lolos <em>parliamentary threshold</em>.</p>
<ul style="list-style-type:none;margin:0;padding:0;">
<li>Partai Demokrat           21.703.137 suara (20,85%)</li>
<li>Partai Golkar                15.037.757 suara (14,45%)</li>
<li>PDI P                            14.600.091 suara (14,03%)</li>
<li>PKS                               8.206.955 suara (7,88%)</li>
<li>PAN                              6.254.580 suara (6,01%)</li>
<li>PPP                               5.533.214 suara (5,32%)</li>
<li>PKB                               5.146.122 suara (4,94%)</li>
<li>Gerindra                       4.646.406 suara (4,46%)</li>
<li>Hanura                         3.922.870 suara (3,77 %)</li>
</ul>
</div>
<p>Sebagai perbandingan angka Golput dari pemilu 1971 sampai 2009:</p>
<ul style="list-style-type:none;margin:0 0 10px 10px;padding:0;">
<li>1971   :  6.64 %</li>
<li>1977   : 8.40 %</li>
<li>1982   : 8.53 %</li>
<li>1987   : 8.39%</li>
<li>1992   : 9.09 %</li>
<li>1997   : 9.42 %</li>
<li>1999   : 10.21 %</li>
<li>2004   : 23.34 %</li>
<li><em>2009   : 29% (dibanding jumlah DPT) atau 40,95% (dibanding jumlah yang memilih)</em></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;font-size:1em;margin:0 0 10px;padding:0;"><em>Data : 1971-2004 dari <a href="http://www.pspk-ugm.or.id/artikel_detail.php?id=26" target="_blank">Pusat Studi dan Kawasan UGM </a></em></p>
Posted in politik Tagged: DPR, dpr-ri, golput, hasil pemilu, parpol, PARTAI, pemilu 2009, politik <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajidedim.wordpress.com/1118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajidedim.wordpress.com/1118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajidedim.wordpress.com/1118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajidedim.wordpress.com/1118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajidedim.wordpress.com/1118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajidedim.wordpress.com/1118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajidedim.wordpress.com/1118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajidedim.wordpress.com/1118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajidedim.wordpress.com/1118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajidedim.wordpress.com/1118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1118&subd=ajidedim&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajidedim.wordpress.com/2009/05/11/hasil-pemilu-legislatif-2009-dalam-angka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6a90be39a12048fad564851a13d5c28?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mas dedi online</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PEROLEHAN KURSI DPR-RI 2009</title>
		<link>http://ajidedim.wordpress.com/2009/05/11/perolehan-kursi-dpr-ri-2009/</link>
		<comments>http://ajidedim.wordpress.com/2009/05/11/perolehan-kursi-dpr-ri-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 02:09:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajidedim</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[dpr-ri]]></category>
		<category><![CDATA[kursi]]></category>
		<category><![CDATA[kursi dpr]]></category>
		<category><![CDATA[PARTAI]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajidedim.wordpress.com/?p=1112</guid>
		<description><![CDATA[



revisi KPU per 14 mei 2009 klik sini
Detiknews.com. Jakarta &#8211; Hanya 9 Partai yang akan mendudukkan wakilnya di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2009-2014. Partai Demokrat meraih kursi terbanyak dengan 148 kursi.Berikut perolehan kursi kesembilan partai tersebut seperti dibacakan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafiz Anshary dalam rapat pleno penetapan suara sah nasional [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1112&subd=ajidedim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong></strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p><strong><a title="revisi perolehan kursi dpr-ri" href="http://ajidedim.wordpress.com/2009/05/14/revisi-perolehan-kursi-dpr-ri-2009/" target="_blank">revisi KPU per 14 mei 2009 klik sini</a></strong></p>
<p><strong>Detiknews.com. Jakarta</strong> &#8211; Hanya 9 Partai yang akan mendudukkan wakilnya di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2009-2014. Partai Demokrat meraih kursi terbanyak dengan 148 kursi.<span id="more-1112"></span>Berikut perolehan kursi kesembilan partai tersebut seperti dibacakan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafiz Anshary dalam rapat pleno penetapan suara sah nasional di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat Minggu (10/5/2009), pukul 00.02 WIB.</p>
<p>1. Partai Demokrat 148 kursi<br />
2. Partai Golongan Karya (Golkar) 108 kursi<br />
3. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) 93 kursi<br />
4. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 59 kursi<br />
5. Partai Amanat Nasional (PAN) 42 kursi<br />
6. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 39 kursi<br />
7. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 26 kursi<br />
8. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) 30 kursi<br />
9. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 15 kursi</p>
Posted in politik Tagged: DPR, dpr-ri, kursi, kursi dpr, PARTAI, pemilu 2009 <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajidedim.wordpress.com/1112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajidedim.wordpress.com/1112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajidedim.wordpress.com/1112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajidedim.wordpress.com/1112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajidedim.wordpress.com/1112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajidedim.wordpress.com/1112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajidedim.wordpress.com/1112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajidedim.wordpress.com/1112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajidedim.wordpress.com/1112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajidedim.wordpress.com/1112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1112&subd=ajidedim&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajidedim.wordpress.com/2009/05/11/perolehan-kursi-dpr-ri-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6a90be39a12048fad564851a13d5c28?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mas dedi online</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HASIL AKHIR PEMILU LEGISLATIF 2009</title>
		<link>http://ajidedim.wordpress.com/2009/05/10/hasil-akhir-pemilu-legislatif-2009/</link>
		<comments>http://ajidedim.wordpress.com/2009/05/10/hasil-akhir-pemilu-legislatif-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 May 2009 14:45:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajidedim</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[kpu]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajidedim.wordpress.com/?p=1106</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya Pemilu Legislatif 2009 mencatatkan hasil akhirnya. Kalau hanya berkenaan dengan angka gini, ya gak apa-apalah. Indonesia kan butuh angka formal&#8230;. Data ini diambil dari detiknews.com







No
Partai Politik
Jumlah Suara
Persentase


1
Demokrat (31)
21.703.137
20,85%


2
Golkar (23)
15.037.757
14,45%


3
PDIP (28)
14.600.091
14,03%


4
PKS (8)
8.206.955
7,88%


5
PAN (9)
6.254.580
6,01%


6
PPP (24)
5.533.214
5,32%


7
PKB (13)
5.146.122
4,94%


8
Gerindra (5)
4.646.406
4,46%


9
Hanura (1)
3.922.870
3,77%


10
PBB (27)
1.864.752
1,79%


11
PDS (25)
1.541.592
1,48%


12
PKNU (34)
1.527.593
1,47%


13
PKPB (2)
1.461.182
1,40%


14
PBR (29)
1.264.333
1,21%


15
PPRN (4)
1.260.794
1,21%


16
PKPI (7)
934.892
0,90%


17
PDP (16)
896.66
0,86%


18
Barnas (6)
761.086
0,73%


19
PPPI (3)
745.625
0,72%


20
PDK (20)
671.244
0,64%


21
RepublikaN (21)
630.78
0,61%


22
PPD (12)
550.581
0,53%


23
Patriot (30)
547.351
0,53%


24
PNBK (26)
468.696
0,45%


25
Kedaulatan (11)
437.121
0,42%


26
PMB (18)
414.75
0,40%


27
PPI (14)
414.043
0,40%


28
Pakar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1106&subd=ajidedim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Akhirnya Pemilu Legislatif 2009 mencatatkan hasil akhirnya. Kalau hanya berkenaan dengan angka gini, ya gak apa-apalah. Indonesia kan butuh angka formal&#8230;. Data ini diambil dari detiknews.com<span id="more-1106"></span></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="302">
<col width="21"></col>
<col width="120"></col>
<col width="87"></col>
<col width="74"></col>
<tbody>
<tr>
<td width="21" height="13">No</td>
<td width="120">Partai Politik</td>
<td width="87">Jumlah Suara</td>
<td width="74">Persentase</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">1</td>
<td>Demokrat (31)</td>
<td>21.703.137</td>
<td>20,85%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">2</td>
<td>Golkar (23)</td>
<td>15.037.757</td>
<td>14,45%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">3</td>
<td>PDIP (28)</td>
<td>14.600.091</td>
<td>14,03%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">4</td>
<td>PKS (8)</td>
<td>8.206.955</td>
<td>7,88%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">5</td>
<td>PAN (9)</td>
<td>6.254.580</td>
<td>6,01%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">6</td>
<td>PPP (24)</td>
<td>5.533.214</td>
<td>5,32%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">7</td>
<td>PKB (13)</td>
<td>5.146.122</td>
<td>4,94%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">8</td>
<td>Gerindra (5)</td>
<td>4.646.406</td>
<td>4,46%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">9</td>
<td>Hanura (1)</td>
<td>3.922.870</td>
<td>3,77%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">10</td>
<td>PBB (27)</td>
<td>1.864.752</td>
<td>1,79%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">11</td>
<td>PDS (25)</td>
<td>1.541.592</td>
<td>1,48%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">12</td>
<td>PKNU (34)</td>
<td>1.527.593</td>
<td>1,47%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">13</td>
<td>PKPB (2)</td>
<td>1.461.182</td>
<td>1,40%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">14</td>
<td>PBR (29)</td>
<td>1.264.333</td>
<td>1,21%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">15</td>
<td>PPRN (4)</td>
<td>1.260.794</td>
<td>1,21%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">16</td>
<td>PKPI (7)</td>
<td>934.892</td>
<td>0,90%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">17</td>
<td>PDP (16)</td>
<td>896.66</td>
<td>0,86%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">18</td>
<td>Barnas (6)</td>
<td>761.086</td>
<td>0,73%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">19</td>
<td>PPPI (3)</td>
<td>745.625</td>
<td>0,72%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">20</td>
<td>PDK (20)</td>
<td>671.244</td>
<td>0,64%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">21</td>
<td>RepublikaN (21)</td>
<td>630.78</td>
<td>0,61%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">22</td>
<td>PPD (12)</td>
<td>550.581</td>
<td>0,53%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">23</td>
<td>Patriot (30)</td>
<td>547.351</td>
<td>0,53%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">24</td>
<td>PNBK (26)</td>
<td>468.696</td>
<td>0,45%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">25</td>
<td>Kedaulatan (11)</td>
<td>437.121</td>
<td>0,42%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">26</td>
<td>PMB (18)</td>
<td>414.75</td>
<td>0,40%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">27</td>
<td>PPI (14)</td>
<td>414.043</td>
<td>0,40%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">28</td>
<td>Pakar Pangan (17)</td>
<td>351.44</td>
<td>0,34%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">29</td>
<td>Pelopor (22)</td>
<td>342.914</td>
<td>0,33%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">30</td>
<td>PKDI (32)</td>
<td>324.553</td>
<td>0,31%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">31</td>
<td>PIS (33)</td>
<td>320.665</td>
<td>0,31%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">32</td>
<td>PNI M (15)</td>
<td>316.752</td>
<td>0,30%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">33</td>
<td>Partai Buruh (44)</td>
<td>265.203</td>
<td>0,25%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">34</td>
<td>PPIB (10)</td>
<td>197.371</td>
<td>0,19%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">35</td>
<td>PPNUI (42)</td>
<td>142.841</td>
<td>0,14%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">36</td>
<td>PSI (43)</td>
<td>140.551</td>
<td>0,14%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">37</td>
<td>PPDI (19)</td>
<td>137.727</td>
<td>0,13%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">38</td>
<td>Merdeka (41)</td>
<td>111.623</td>
<td>0,11%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">39</td>
<td>PDA (36)</td>
<td>0</td>
<td>0,00%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">40</td>
<td>Partai SIRA (37)</td>
<td>0</td>
<td>0,00%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">41</td>
<td>PRA (38)</td>
<td>0</td>
<td>0,00%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">42</td>
<td>Partai Aceh (39)</td>
<td>0</td>
<td>0,00%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">43</td>
<td>PBA (40)</td>
<td>0</td>
<td>0,00%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13" align="right">44</td>
<td>PAAS (35)</td>
<td>0</td>
<td>0,00%</td>
</tr>
<tr>
<td height="13"></td>
<td>Jumlah</td>
<td>104.095.847</td>
<td>100%</td>
</tr>
</tbody>
</table>
Posted in politik Tagged: kpu, pemilu, politik <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajidedim.wordpress.com/1106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajidedim.wordpress.com/1106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajidedim.wordpress.com/1106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajidedim.wordpress.com/1106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajidedim.wordpress.com/1106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajidedim.wordpress.com/1106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajidedim.wordpress.com/1106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajidedim.wordpress.com/1106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajidedim.wordpress.com/1106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajidedim.wordpress.com/1106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1106&subd=ajidedim&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajidedim.wordpress.com/2009/05/10/hasil-akhir-pemilu-legislatif-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6a90be39a12048fad564851a13d5c28?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mas dedi online</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>INDAHNYA KALO PARTAI MUSLIM SINERGI</title>
		<link>http://ajidedim.wordpress.com/2009/04/30/indahnya-kalo-partai-muslim-sinergi/</link>
		<comments>http://ajidedim.wordpress.com/2009/04/30/indahnya-kalo-partai-muslim-sinergi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Apr 2009 14:06:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ajidedim</dc:creator>
				<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pan]]></category>
		<category><![CDATA[parpol]]></category>
		<category><![CDATA[partai islam]]></category>
		<category><![CDATA[pbb]]></category>
		<category><![CDATA[pbr]]></category>
		<category><![CDATA[pemilihan presiden]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[pilpres]]></category>
		<category><![CDATA[pkb]]></category>
		<category><![CDATA[pks]]></category>
		<category><![CDATA[pmb]]></category>
		<category><![CDATA[ppnui]]></category>
		<category><![CDATA[ppp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ajidedim.wordpress.com/?p=1102</guid>
		<description><![CDATA[Aneh memang dunia Indonesia kita ini. Partai-partai Islam kok g percaya diri karena kemenangannya. PKS, PAN, PKB, PPP lolos parliamentary treshold. Kalo dihitung-hitung 4 partai mencapai lebih kurang 27%. Belum lagi kalo ditambah dengan PKNU, PBR, PBB, PMB, PPNUI yang juga menyuarakan kepentingan umat Islam dapat mendulang 7-8%. Jadi total suara umat Islam di Indonesia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1102&subd=ajidedim&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Aneh memang dunia Indonesia kita ini. Partai-partai Islam kok g percaya diri karena kemenangannya. PKS, PAN, PKB, PPP lolos parliamentary treshold. Kalo dihitung-hitung 4 partai mencapai lebih kurang 27%. Belum lagi kalo ditambah dengan PKNU, PBR, PBB, PMB, PPNUI yang juga menyuarakan kepentingan umat Islam dapat mendulang 7-8%. Jadi total suara umat Islam di Indonesia yang masih meyakini partai Islam adalah solusi bagi Indonesia bisa mencapai 35%. <span id="more-1102"></span></p>
<p>Belum lagi bila hitung-hitungan umat Islam yang tidak menyuarakan aspirasinya lewat partai-partai. Suara mereka dimungkinkan mencapai 20-25%. Alias Golput. Sungguh prosentase yang sangat luar biasa.  </p>
<p>Pertanyaannya adalah, mengapa mereka malah bingung cari solusi koalisi dengan partai lain yang jelas-jelas tidak bisa 100% mengakomodasi kepentingan umat Islam. Saya berangan-angan kalo koalisi partai umat Islam bergabung dan mengajukan calon presiden dan calon wakil presiden sendiri.</p>
<p>Tetapi, ya beginilah realitas perpolitikan Indonesia. Partai-partai Islam malah tidak percaya diri, takut dengan bayangannya sendiri dan jelas sekali mereka tidak bisa menampilkan komitmen yang mengarah pada Izzul Islam Wal Muslimin. Apapun alasannya, apapun argumentasi dari mereka yang mengusung umat Islam sebagai grass root untuk kemenangan umat Islam, yang jelas saya jadi khawatir pada keteguhan hati para pembawa aspirasi Islam lewat partai-partai tersebut.</p>
<p>Jadi ingat lagu Oppie Andaresta&#8230;dan diplesetkan (maaf ya Mbak Oppie&#8230;:                   Andai aaaaa aku jadi orang Islam&#8230;Andai aaaaa aku punya calon presiden yang diusung partai Islam&#8230;.andai aaaaaa&#8230;.</p>
Posted in politik Tagged: indonesia, pan, parpol, partai islam, pbb, pbr, pemilihan presiden, pemilu, pilpres, pkb, pks, pmb, politik, ppnui, ppp <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ajidedim.wordpress.com/1102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ajidedim.wordpress.com/1102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ajidedim.wordpress.com/1102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ajidedim.wordpress.com/1102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ajidedim.wordpress.com/1102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ajidedim.wordpress.com/1102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ajidedim.wordpress.com/1102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ajidedim.wordpress.com/1102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ajidedim.wordpress.com/1102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ajidedim.wordpress.com/1102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ajidedim.wordpress.com&blog=2153995&post=1102&subd=ajidedim&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ajidedim.wordpress.com/2009/04/30/indahnya-kalo-partai-muslim-sinergi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d6a90be39a12048fad564851a13d5c28?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mas dedi online</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>