<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Filsafat-Peradaban</title>
	<atom:link href="http://ajidedim.wordpress.com/rethinking-civilization/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ajidedim.wordpress.com</link>
	<description>sedang berproses migrasi ke http://www.ajidedim.com</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Dec 2009 05:24:48 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Hasan</title>
		<link>http://ajidedim.wordpress.com/rethinking-civilization/#comment-1077</link>
		<dc:creator>Hasan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 12:09:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ajidedim.wordpress.com/rethinking-civilization/#comment-1077</guid>
		<description>Assalamualaikum Wr.Wb
Pak Dedy Sehatkah? adakah wacana terbaru tentang peradaban?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Wr.Wb<br />
Pak Dedy Sehatkah? adakah wacana terbaru tentang peradaban?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: budi prabowo</title>
		<link>http://ajidedim.wordpress.com/rethinking-civilization/#comment-963</link>
		<dc:creator>budi prabowo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 05:46:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ajidedim.wordpress.com/rethinking-civilization/#comment-963</guid>
		<description>Assalammualaikum wr.wb
Terima kasih atas informasi yang telah diberikan kepada kita semua, untuk itu mari kita terus menyambung tali silaturahim ini dengan saling memberi masukan yang berguna untuk kemajuan peradaban dan keimanan manusia.Kita coba melebarkan wawasan dan memperdalam kajian tanpa maksud mempengaruhi ataupun merubah pendirian seseorang,akan tetapi kita coba untuk memberikan alternatif yang bisa memberikan pemahaman yang lebih dalam,agar seseorang lebih memahami apa yang telah mereka pahami selama ini dengan fakta yang nyata. Semoga kita nanti akan menjadi manusia yang memahami arti sebuah peradaban dan kehidupan. Mohon maaf apabila ada salah kata yang kurang berkenan di hati para pembaca. Hanya Tuhan Yang Maha Mengetahui  apa yang ada dalam diri setiap manusia.Amin
Wassalam...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalammualaikum wr.wb<br />
Terima kasih atas informasi yang telah diberikan kepada kita semua, untuk itu mari kita terus menyambung tali silaturahim ini dengan saling memberi masukan yang berguna untuk kemajuan peradaban dan keimanan manusia.Kita coba melebarkan wawasan dan memperdalam kajian tanpa maksud mempengaruhi ataupun merubah pendirian seseorang,akan tetapi kita coba untuk memberikan alternatif yang bisa memberikan pemahaman yang lebih dalam,agar seseorang lebih memahami apa yang telah mereka pahami selama ini dengan fakta yang nyata. Semoga kita nanti akan menjadi manusia yang memahami arti sebuah peradaban dan kehidupan. Mohon maaf apabila ada salah kata yang kurang berkenan di hati para pembaca. Hanya Tuhan Yang Maha Mengetahui  apa yang ada dalam diri setiap manusia.Amin<br />
Wassalam&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: al-Fatih(samaran)</title>
		<link>http://ajidedim.wordpress.com/rethinking-civilization/#comment-818</link>
		<dc:creator>al-Fatih(samaran)</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 01:50:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ajidedim.wordpress.com/rethinking-civilization/#comment-818</guid>
		<description>Assalammualaikum wr.wb
Segala puji untuk Allah yang telah mengaruniakan kita kesehatan serta semoga Allah senantiasa menegakkan kita hati dan pola pikir untuk senantiasa berjuang menegakkan PERADABAN ISLAM.
Pak Dedy yang saya hormati, saya mohon maaf tidak memperkenalkan nama sebenar saya karena hal tertentu yang mendesak saya untuk melakukannya. dari tulisan ini saya hendak mengucapkan ribuan terimakasih saya, jujur tanpa tempaaan serta dorongan dari pak DEDY saya tidak ada apa-apanya selama ini. Pak Dedy telah memberikan saya banyak hal inspirasi memaknai peradaban, ilmu bahkan insan maupun alam semesta ini dalam hubungkaitnya. Pagi ini saya berkesempatan menikmati rangkaian atau kalau bolah katakan serpihan dalam upaya menegakkan peradaban yang dulu pak Dedy pernah ceritakan pada saya, bahkan saya boleh menikmatinya di sumber-sumber asal(bravo pak DEDY). Pak sekali lagi saya mengucapkan terimakasih, saya mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan saya, sampai sekarang ini saya tetap meneruskan pasan-pesan pak Dedy untuk senantisa bertazkiyah, merenung serta membaca. Satu hal yang belum terpenuhi dari pesanan pak Dedy untuk sesegera menuangkan apa yang saya pikirkan tentang peradaban untuk segera di tulis.
Satu hal lagi pak Dedy,semenjak beberapa saat yang lalu saya tengah berusaha mencari sumber-sumber keilmuan tentang peradaban hingga saat ini, insyaAllah kalau pak Dedy ada waktu serta mengijinkan saya menghadab ingin saya bertukar pandangan serta mendiskusikan lebih lanjut tentang peradaban.
Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalammualaikum wr.wb<br />
Segala puji untuk Allah yang telah mengaruniakan kita kesehatan serta semoga Allah senantiasa menegakkan kita hati dan pola pikir untuk senantiasa berjuang menegakkan PERADABAN ISLAM.<br />
Pak Dedy yang saya hormati, saya mohon maaf tidak memperkenalkan nama sebenar saya karena hal tertentu yang mendesak saya untuk melakukannya. dari tulisan ini saya hendak mengucapkan ribuan terimakasih saya, jujur tanpa tempaaan serta dorongan dari pak DEDY saya tidak ada apa-apanya selama ini. Pak Dedy telah memberikan saya banyak hal inspirasi memaknai peradaban, ilmu bahkan insan maupun alam semesta ini dalam hubungkaitnya. Pagi ini saya berkesempatan menikmati rangkaian atau kalau bolah katakan serpihan dalam upaya menegakkan peradaban yang dulu pak Dedy pernah ceritakan pada saya, bahkan saya boleh menikmatinya di sumber-sumber asal(bravo pak DEDY). Pak sekali lagi saya mengucapkan terimakasih, saya mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan saya, sampai sekarang ini saya tetap meneruskan pasan-pesan pak Dedy untuk senantisa bertazkiyah, merenung serta membaca. Satu hal yang belum terpenuhi dari pesanan pak Dedy untuk sesegera menuangkan apa yang saya pikirkan tentang peradaban untuk segera di tulis.<br />
Satu hal lagi pak Dedy,semenjak beberapa saat yang lalu saya tengah berusaha mencari sumber-sumber keilmuan tentang peradaban hingga saat ini, insyaAllah kalau pak Dedy ada waktu serta mengijinkan saya menghadab ingin saya bertukar pandangan serta mendiskusikan lebih lanjut tentang peradaban.<br />
Wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: mniam</title>
		<link>http://ajidedim.wordpress.com/rethinking-civilization/#comment-453</link>
		<dc:creator>mniam</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 15:01:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ajidedim.wordpress.com/rethinking-civilization/#comment-453</guid>
		<description>Ass.
Konsepsi tentang peradaban sebetulnya pararel dengan konsepsi
dzilallahi ( dilalah_dumadaan ).
Perguliran perdaban manusia tidak timbul secara linier tapi selalu diiringi dengan lonjakan-lonjakan multidimensi, sehingga dalam perjalanannya waktu ada gesekan2 dan itu adalah wajar untuk adanya perubahan.
Dan tentunay semua itu tidak lepas dari campurtangan Tuhan, atas apa yang dikehendaki. Tks
Untuk Mas dedi kami ucapkan selamat atas wisuda Doktornya semoga menjadi sumbangsih untuk perjalanan sebuah peradaban.
amin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass.<br />
Konsepsi tentang peradaban sebetulnya pararel dengan konsepsi<br />
dzilallahi ( dilalah_dumadaan ).<br />
Perguliran perdaban manusia tidak timbul secara linier tapi selalu diiringi dengan lonjakan-lonjakan multidimensi, sehingga dalam perjalanannya waktu ada gesekan2 dan itu adalah wajar untuk adanya perubahan.<br />
Dan tentunay semua itu tidak lepas dari campurtangan Tuhan, atas apa yang dikehendaki. Tks<br />
Untuk Mas dedi kami ucapkan selamat atas wisuda Doktornya semoga menjadi sumbangsih untuk perjalanan sebuah peradaban.<br />
amin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ropingi el Ishaq</title>
		<link>http://ajidedim.wordpress.com/rethinking-civilization/#comment-352</link>
		<dc:creator>Ropingi el Ishaq</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 13:05:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ajidedim.wordpress.com/rethinking-civilization/#comment-352</guid>
		<description>Assalamu&#039;alikum
Saya ROPINGI EL ISHAQ, panggilanku adalah Rofii. Nah, kalo mas sudibyo, merasa kesulitan memaknai peradaban, sebenarnya sama juga sulitnya memaknai bentuk air. sebab air senantiasa mengikuti tempat dimana berada. tempat merupakan faktor atau dimensi yang senantiasa mempengaruhi bentuk air. Artinya, bahwa peradaban memang tidak serta merta dapat diartikan dengan satu atau dua definisi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alikum<br />
Saya ROPINGI EL ISHAQ, panggilanku adalah Rofii. Nah, kalo mas sudibyo, merasa kesulitan memaknai peradaban, sebenarnya sama juga sulitnya memaknai bentuk air. sebab air senantiasa mengikuti tempat dimana berada. tempat merupakan faktor atau dimensi yang senantiasa mempengaruhi bentuk air. Artinya, bahwa peradaban memang tidak serta merta dapat diartikan dengan satu atau dua definisi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: azwirdafrist</title>
		<link>http://ajidedim.wordpress.com/rethinking-civilization/#comment-69</link>
		<dc:creator>azwirdafrist</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jan 2008 05:26:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ajidedim.wordpress.com/rethinking-civilization/#comment-69</guid>
		<description>Otak perubahan terhadap peradaban itu adalah pemikiran manusia itu sendiri. Majunya peradaban bukan berarti peradaban itu semakin baik, tapi itu hanyalah kamuflase kebutuhan hidup bagi manusia itu sendiri. Kalau di lihat sekarang, peradaban  semakin maju banyak hal menjadi semakin simpel, otomatis tapi juga ribet dan penuh resiko. Kalau peradaban itu tidak diimbangi dengan teologi yang baik, itu hanya akan membawa kehancuran. Apapun yang manusia lakukan sebenarnya tak lebih dari mengorek-ngorek ilmu Yang Maha Tahu, dan kita hanya boleh menggunakan ilmu itu hanya untuk beribadah kepada Nya. karena itu tanggung jawab kita. Itu akan membuat hidup manusia menjadi lebih hidup.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Otak perubahan terhadap peradaban itu adalah pemikiran manusia itu sendiri. Majunya peradaban bukan berarti peradaban itu semakin baik, tapi itu hanyalah kamuflase kebutuhan hidup bagi manusia itu sendiri. Kalau di lihat sekarang, peradaban  semakin maju banyak hal menjadi semakin simpel, otomatis tapi juga ribet dan penuh resiko. Kalau peradaban itu tidak diimbangi dengan teologi yang baik, itu hanya akan membawa kehancuran. Apapun yang manusia lakukan sebenarnya tak lebih dari mengorek-ngorek ilmu Yang Maha Tahu, dan kita hanya boleh menggunakan ilmu itu hanya untuk beribadah kepada Nya. karena itu tanggung jawab kita. Itu akan membuat hidup manusia menjadi lebih hidup.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Aji Dedi Mulawarman</title>
		<link>http://ajidedim.wordpress.com/rethinking-civilization/#comment-30</link>
		<dc:creator>Aji Dedi Mulawarman</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Jan 2008 04:27:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ajidedim.wordpress.com/rethinking-civilization/#comment-30</guid>
		<description>mas wisnu, komentarnya bagus dan bisa jadi pemicu untuk memikirkan bagaimana dasar terbentuknya peradaban... teman-teman ada yang mau nyumbang ide lagi?... ada yang pro atau ada yang kontra silakan aja...kalo memang nanti banyak komentar masuk, bisa aja ya dilakukan sinergi terhadap ide-ide yang masuk dan dijadikan tulisan bersama... malah asik tuh....thx mas wisnu...awal yang bagus buat kita semua
wasssalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas wisnu, komentarnya bagus dan bisa jadi pemicu untuk memikirkan bagaimana dasar terbentuknya peradaban&#8230; teman-teman ada yang mau nyumbang ide lagi?&#8230; ada yang pro atau ada yang kontra silakan aja&#8230;kalo memang nanti banyak komentar masuk, bisa aja ya dilakukan sinergi terhadap ide-ide yang masuk dan dijadikan tulisan bersama&#8230; malah asik tuh&#8230;.thx mas wisnu&#8230;awal yang bagus buat kita semua<br />
wasssalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Wisnu Sudibjo</title>
		<link>http://ajidedim.wordpress.com/rethinking-civilization/#comment-25</link>
		<dc:creator>Wisnu Sudibjo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jan 2008 14:07:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ajidedim.wordpress.com/rethinking-civilization/#comment-25</guid>
		<description>assalamualaikum mas dedi....

boleh urun rembuk nih ya....

kalo saya lihat dari slide - slide di atas... kita bakalan kesulitan mendefinisikan apa sebenarnya peradaban itu.... juga apa yang telah membangun peradaban itu...
kalo kita tahu apa sih yang telah membentuk peradaban... niscaya kita dapat mewujudkannya...
kalo kita pikir - pikir... peradaban itu pasti diawali dengan munculnya pemikiran yang mendasar akan keberadaannya... nah dari situlah muncul seluruh solusi atas permasalahan yang dihadapinya...
kalo telah punya solusi atas semua masalah yang dihadapi... udah deh tuh peradaban pasti bisa tercipta...
nah coba aja lihat nih indonesia... dia nggak punya tempat bertanya atas segala masalah yang dihadapinya... 
paling juga bertanya ke orang asing yang justru pengen kita itu terus dalam kondisi seperti ini...
saya pikir yang harus dilakukan temen - temen sekarang adalah memikirkan, sebaiknya apa yang bisa jadi tempat kita bersandar dan bertanya atas segala permasalahan yang kita hadapi..

wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum mas dedi&#8230;.</p>
<p>boleh urun rembuk nih ya&#8230;.</p>
<p>kalo saya lihat dari slide &#8211; slide di atas&#8230; kita bakalan kesulitan mendefinisikan apa sebenarnya peradaban itu&#8230;. juga apa yang telah membangun peradaban itu&#8230;<br />
kalo kita tahu apa sih yang telah membentuk peradaban&#8230; niscaya kita dapat mewujudkannya&#8230;<br />
kalo kita pikir &#8211; pikir&#8230; peradaban itu pasti diawali dengan munculnya pemikiran yang mendasar akan keberadaannya&#8230; nah dari situlah muncul seluruh solusi atas permasalahan yang dihadapinya&#8230;<br />
kalo telah punya solusi atas semua masalah yang dihadapi&#8230; udah deh tuh peradaban pasti bisa tercipta&#8230;<br />
nah coba aja lihat nih indonesia&#8230; dia nggak punya tempat bertanya atas segala masalah yang dihadapinya&#8230;<br />
paling juga bertanya ke orang asing yang justru pengen kita itu terus dalam kondisi seperti ini&#8230;<br />
saya pikir yang harus dilakukan temen &#8211; temen sekarang adalah memikirkan, sebaiknya apa yang bisa jadi tempat kita bersandar dan bertanya atas segala permasalahan yang kita hadapi..</p>
<p>wassalam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
