MUNAFIK, SYARAT JADI KANTOR AKUNTAN BESAR?


Tulisan menarik Michael West ini mempertanyakan seberapa jauh “mentalitas dewa” Empat Besar Kantor Akuntan Publik Internasional, PwC, Delloite, E&Y dan KMPG yang dianggaapnya “remain hypocritically inscrutable”. Apakah memang bila ingin menjadi KAP besar sekelas BIg Four kita harus menjadi manusia munafik, organisasi munafik, KAP munafik? Silakan baca lebih lanjut tulisannya di thesaturdaypaper.com di bawah ini:

News, Aug 13, 2016
Who audits the Big Four auditors? By Michael West Baca lebih lanjut

SIAPA BERKUASA, UPPER ATAU UNDERWORLD?


silk road baru.001.jpeg.001.jpeg

1. Pendahuluan: Gemuruh Upperworld: Jakarta Saja?

Hari-hari ini kita masih disuguhi perseteruan dahsyat antara pengelola negara yang menganggap dirinya adalah representasi kebenaran berdasarkan hukum positif, dengan para ulama dan rakyat yang pro ulama dalam melihat negeri. Puncak pertarungannya, seperti demo 1410, 411, 212 kemudian mengerucut pada sidang pengadilan Ahok atas dugaan penistaan agama sekaligus penggiringan opini penghinaan lambang negara pada Habib Rizieq Syihab serta banyak tokoh kritis yang dikriminalisasi, ditahan dan ditangkap. Paling gres adalah ribut isu negatif SBY dan KH. Ma’ruf Amin melalui penyadapan pembicaraan mereka yang terungkap di persidangan Ahok. Ndak pakai lama pihak kepolisian, TNI dan Menko Luhut Binsar Panjaitan harus tergesa-gesa ke rumah KH. Ma’ruf Amin untuk yang katanya hanya safari politik biasa. Serasa masalah Indonesia hanya berkutat di dunia atas (upperworld). Bahkan upperworld sepertinya disempitkan hanya pada masalah pilkada DKI, sedang pilkada Jabar, serta 100 daerah lain (baik propinsi maupun kota dan kabupaten) di luar Jakarta bukan merupakan peristiwa yang terkoneksi dengan partai politik. Baca lebih lanjut

212: PINTU MASUK HIJRAH UNTUK NEGERI


212: PINTU MASUK HIJRAH UNTUK NEGERI

 Oleh: Dr. Aji Dedi Mulawarman

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya

Ketua Dewan Pengurus Nasional Forum Dosen Ekonomi dan Bisnis Islam

Koordinator Keluarga Besar Alumni HMI MPO

 

PENDAHULUAN

Selalu saja mendengarkan lagu-lagu kebangsaan sarat nilai kesadaran bahwa kita diminta

merawat negeri dengan kemandirian membuncahkan jiwa kita. Coba lihat lirik lagu Rayuan Pulau

Kelapa, nyanyikan, resapi, apa yang terayun di kedalaman ruang batin kita: Baca lebih lanjut

GELOMBANG PUSARAN: DARI BARAT KE YELLOW RIVER


GELOMBANG PUSARAN DARI BARAT KE YELLOW RIVER

Aji Dedi Mulawarman

Dulu kita berjibaku mati-matian melawan Belanda, Inggris, Perancis, pokoke Eropa dan terakhir Jepang sampai apa yang kita kata katakan itu Merdeka dari Penjajahan. Proses kemerdekaan bertahan sampai tahun 1965, ketika Orde Baru berinteraksi dengan Amrik dan Inggris menumbangkan kekuatan Orde Lama. Kata kunci dari 1945-1965 adalah menghadang habis-habisan pengaruh Barat Sentris atas nama Kapitalisme Liberal, terlepas itu ada tarik menarik dari Komunisme yang ingin merangsek masuk mulai 1926 dan 1948. Artinya kita di awal kemerdekaan itu tidak mau terbaratkan, tetapi ingin merdeka menjadi Indonesia sesungguhnya. Baca lebih lanjut

411 – KEIKHLASAN SEJUTA UMAT


KEIKHLASAN SEJUTA UMAT DI TENGAH TERGADAINYA KUASA

Kasian sejuta umat dan para ulama’ yang tak pernah diprediksi sebelumnya oleh siapapun. Mereka ikhlas, benar-benar ikhlas, merasakan solidaritas saling berbagi apapun. Ya suasana batin dan denyut umat di tengah represi aparat dan kepongahan pemimpin negeri ini hanya karena pertarungan segelintir elit saling berebut kuasa demi mengamankan posisi dan transaksi yang terlanjur tergadai.

Baca lebih lanjut