PAGE BARU: RETHINKING CIVILIZATION


Peradaban tak dapat ditolak meskipun kita ingin menolaknya.
Yang bisa dan harus kita lakukan adalah menghancurkan mitosnya.

(‘Alija ‘Ali Izetbegovic)

Bapak ibu sekalian, saya sekarang mencoba untuk membuka wacana tentang peradaban. Peradaban, sama nasibnya dengan filsafat teknologi, jarang diperbincangkan secara serius di Indonesia. Padahal seperti merujuk perkembangan bangsa-bangsa maju dunia, wacana peradaban selalu dilihat sebagai salah satu point penting perkembangan suatu bangsa. Mengapa Ibn Khaldun pemikirannya menjadi rujukan berabad-abad, dan bahkan dianggap sebagai “Bapak Peradaban” oleh Barat yang notabene biasanya agak miring pandangannya terhadap Islam?

Mengapa Restorasi Meiji di Jepang dilakukan dengan salah satu agendanya adalah melakukan “rethinking about their civilization“, melalui penerjemahan tulisan-tulisan mengenai peradaban di berbagai penjuru dunia? Mengapa Indonesia yang katanya negara besar tetapi selalu saja tertinggal dengan negara lain? Menarik kritik Soedjatmoko bahwa Indonesia tidak akan maju apabila tidak pernah berpikir mengenai kebudayaan (yang memiliki akar dan kedekatan pemahaman dengan peradaban) dan melakukan penerjemahan buku-buku asing ke bahasa ibu, bahasa Indonesia. Mengapa Huntington sampai mengkhawatirkan peradaban Barat mengenai perkembangan Islam? Huntington bahkan mengatakan dalam bukunya yang fenomenal “The Clash of Civilization and The Remaking of World Order” bahwa: “bagi Barat yang menjadi ganjalan utama bukanlah fundamentalisme Islam, tetapi Islam itu sendiri, sebuah peradaban yang masyarakatnya berbeda dengan kebudayaan mereka.”

Berdasarkan pentingnya peradaban itulah, saya mau coba-coba membuat page baru, yang saya namakan Rethinking Civilization (and Culture) atau disingkat aja Rethinking Civilization. Mengenai formatnya, mengalir aja deh…🙂

barakallah

salam

3 thoughts on “PAGE BARU: RETHINKING CIVILIZATION

  1. assalamu’alaikum Wr.Wb.

    satu kata yang dapat saya katakan setelah membaca artikel Bapak, “SALUT”. karena jarang bahkan hampir tak ditemukan lagi pada zaman sekarang ini orang yang punya semangat dan perhatian yang besar terhadap peradaban Islam yang sudah “hampir terlupakan”. saya sepakat bagaimana Bapak mengungkapkan pentingnya peradaban itu bagi kemajuan suatu bangsa pada umumya dan Indonesia pada khususnya, yang notabene penduduknya adalah muslim. saya juga pernah mendengar bahwa salah satu awal kemunduran suatu bangsa adalah bangsa yang tidak menghargai sejarahnya. bangsa yang telah melupakan peninggalan-peninggalan para pendahulunya.

    cukup di sini saja kometar dari saya…….harapa saya semoga saya masih bisa menjuumpai tulisan-tulisan Bapak yang lainnya ! Amin……….dan tentuya semoga bisa menjadi inspirasi saya untuk berjuang lebih semangat lagi !SEMANGAT………!!!!!!

    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

  2. iya Barat emang parno dengan Islam. kita lo ga’ ngapa2in tapi mereka ketakutan sendiri. tapi, hikmah besar ada dibalik kejadian besar, 11 September. di Amerika tiap hari penduduknya menjadi muallaf dengan jumlah yang sangat besar, bahkan beberapa tahun belakangan ini Islam tercatat sebagai agama paling berkembang disana.subhanalloh. Dan buku paling populer adalah Al-Quran..hebat kan. memang janji Alloh benar, Dia akan menjaga kemurnian Alquran.

    Indonesia….mmmm, complicated kalo’ diomongin. Masalahnya begitu buanyak. kalo’ liat berita suka bikin stress, marah2 sendiri, haduh pokoknya negara yang tinggal nunggu hancur kalo’ ga’ cepet ada tokoh pendobrak. Mulai jadi negara termiskin, terkorup, terbelakang, dan sebagainya
    Mulai dari diri sendiri aja deh yang paling mudah, karena sulit merubah orang lain yang bisa adalah merubah diri kita sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s