SYARIAH ISLAM LAYAK DIADOPSI INGGRIS


http://www.telegraph.co.uk/news said: By Katie Franklin and agencies

Last Updated: 2:32am GMT 08/02/2008. The adoption of some aspects of Islamic Sharia law in Britain “seems unavoidable”, the Archbishop of Canterbury has said.

  • Your View: Is Sharia law in Britain unavoidable?
  • Damian Thompson: Rowan Williams supports Sharia
  • Three Line Whip: Is this the end of one law for all?
  • Dr Rowan Williams said other religions enjoyed tolerance of their own laws, and called for “constructive accommodation” with Muslim practice in areas such as marital disputes.

      Dr Rowan Williams
    Dr Williams backs adopting parts of Islamic Sharia law

    But he stressed that it could never be allowed to take precedence over an individual’s rights as a citizen.

    Asked if the adoption of Sharia law was necessary for community cohesion, Dr Williams told the BBC: “It seems unavoidable and, as a matter of fact, certain conditions of Sharia are already recognised in our society and under our law, so it is not as if we are bringing in an alien and rival system.

    “We already have in this country a number of situations in which the internal law of religious communities is recognised by the law of the land as justifying conscientious objections in certain circumstances.”

    He added: “There is a place for finding what would be a constructive accommodation with some aspects of Muslim law as we already do with aspects of other kinds of religious law.

    “It would be quite wrong to say that we could ever license a system of law for some community which gave people no right of appeal, no way of exercising the rights that are guaranteed to them as citizens in general.

    “But there are ways of looking at marital disputes, for example, which provide an alternative to the divorce courts as we understand them.

  • My Telegraph: Is Williams a believer in Christianity or an academic playing at it?
  • Anglican Church sets up peacemaker court
  • “In some cultural and religious settings they would seem more appropriate.”

    Gordon Brown’s spokesman insisted that British law would be based on British values, and Sharia law would be no justification for acting against national law.

    But he also said concessions could be made in specific instances, such as a relaxation of the law on stamp duty to avoid it being paid twice when Sharia-compliant mortgages were used by Muslims.

    Mr Brown’s spokesman said: “In relation to Sharia law, there are instances where the Government has made changes – for example, we have changed the regulation around stamp duty to include Sharia-compliant mortgages.”

    JAWAPOS Minggu, 10 Feb 2008,


    Pemimpin Gereja Anglikan Wacanakan Penerapan Hukum Islam
    LONDON – Syariah Islam mendadak menjadi perbincangan kontroversi di Negeri Ratu Elizabeth. Itu terjadi setelah pemimpin tertinggi Gereja Anglikan Inggris Dr Rowan Wiliams muncul dengan pernyataan yang menggemparkan dan menjunjung tinggi nilai Islam pada Jumat (8/2).

    Orang nomor satu di komunitas Gereja Anglikan tersebut mengatakan, adopsi sejumlah syariah Islam dalam dasar hukum Inggris adalah hal yang tak terhindarkan. Sebab, syariah Islam tak sering bertentangan dengan struktur dan pola hidup warga di negeri kerajaan itu.

    Williams mengakui bahwa syariah Islam mencakup aturan yang sangat luwes, tapi komprehensif. Aplikasi dasar-dasar hukum Islam tersebut dalam struktur kenegaraan Inggris akan mampu mengatasi kohesi sosial yang saat ini melanda bangsa kolonialis itu. Dia lantas mencontohkan, tiap muslim yang terlibat dalam sengketa pernikahan sampai finansial dapat menemukan solusi pada syariah Islam. Hal tersebut, lanjut dia, menunjukkan betapa lengkapnya syariah Islam.

    “Ketergantungan muslim terhadap syariah seharusnya dipahami dan diteliti lagi dengan baik,” tutur Williams. “Sebab, bagaimanapun juga, jika pemerintah Inggris memaksa menerapkan satu hukum untuk semua warganya, hal tersebut justru akan lebih berbahaya,” sambungnya.

    Namun, Williams juga menekankan, tidak semua hal dalam syariah Islam layak diadopsi. Misalnya, hukum Islam yang memberikan sanksi tegas potong tangan untuk pencuri. Juga, aksi diskriminasi terhadap perempuan. “Yang patut diadopsi oleh pemerintah Inggris adalah kemajemukan syariah yang mampu meng-cover berbagai aspek hidup muslim, bukan yang lain,” tegasnya.

    Williams kemudian mencontohkan pengadilan Yahudi Ortodoks yang telah dijalankan oleh para pengikut Kristen. Mekanisme hukum Yahudi Ortodoks itu terkenal dengan visi keagamaan yang ketat dan konsep antiaborsi. Serupa dengan hal tersebut, peradilan syariah juga layak mendapatkan tempat di dalam struktur hukum kenegaraan di Inggris. “Ide yang seharusnya ditangkap adalah bagaimana menemukan cara yang lebih layak untuk menghormati budaya dan komunitas beragama lain yang juga sudah berkembang di Inggris,” tegasnya.

    Pernyataan kontroversial itu tak urung segera menuai protes dari berbagai kalangan dan politisi nasional Inggris. Juru bicara Perdana Menteri (PM) Inggris Gordon Brown segera menyampaikan pernyataan yang terkesan menjaga jarak dengan isu sensitif tersebut. “Bagaimanapun, hukum Inggris harus berlandas pada dasar-dasar hukum setempat,” jelasnya.

    Menteri Kebudayaan Inggris Andy Burnham justru tak ingin setengah-setengah dalam menanggapi pernyataan Williams itu. Dalam wawancara dengan stasiun televisi BBC, dia langsung menembakkan amunisinya seraya menuding bahwa pernyataan Williams tersebut salah besar. Dia menamai resep yang dianjurkan oleh petinggi Gereja Anglikan itu sebagai “resep untuk kekacauan sosial”. Pernyataan tersebut segera diamini oleh penganut aliran konservatif Inggris.

    Integrasi budaya dan syariah Islam di Inggris menjadi sensitif sejak terjadi pengeboman pada 2005 di London yang dilakukan oleh empat pelajar muslim Inggris. Aksi bom bunuh diri itu menewaskan sedikitnya 52 orang lain yang berada di lokasi peledakan tersebut. Padahal, faktanya, saat ini Inggris adalah tempat tinggal bagi 1,6 juta muslim yang merupakan 2,7 persen dari populasi keseluruhan negara kecil itu.

    Di sisi lain, wacana Williams tersebut disambut baik oleh Yayasan Ramadhan yang bergerak untuk mempromosikan perbaikan hubungan antara warga muslim dan nonmuslim di Inggris. Muhammad Umar, ketua yayasan itu, mengatakan tak percaya bahwa visi terhadap Islam sudah berkembang sedemikian pesat dan konkret. “Kami mengakui, selama ini visi terhadap syariah Islam sedikit salah. Kami siap memperdebatkan fakta-faktanya jika diperlukan,” ucapnya. (AFP/BBC/zul)

    Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    w

    Connecting to %s