PENELITIAN PSIKOLOGI KOPERASI: Kohesivitas Koperasi


Bapak-ibu sekalian, kemarin saya ketemu Pak Fattah Hidayat. Kebetulan beliau juga melakukan penelitian tentang koperasi. Fokus penelitiannya mengenai psikologi di domain koperasi, yaitu kohesivitas koperasi. Penelitian psikologi koperasi termasuk jarang dilakukan. Hasil penelitian berbentuk artikel telah saya peroleh, atas ijin dan kemurahan hati beliau, boleh diposting di sini.

Artikel berjudul “Perbedaan Kohesivitas KSP Setia Kawan dan Artha Niaga” tersebut pernah dipresentasikan pada Diskusi Panel Kajian Koperasi: Peluang dan Prospek Masa Depan. Diselenggarakan oleh Kementrian Negara Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah bekerjasama dengan Universitas Negeri Malang. 10 Desember 2007. Berikut Bagian Pertama (Pendahuluan) artikel tersebut.

BAB 1

PENDAHULUAN

A. MASALAH

Target jumlah koperasi bermutu di Indonesia akan mencapai 70 ribu koperasi selama lima tahun. Tahun pencapaian target koperasi klasifikasi A diperkirakan akan tercapai tahun 2010. Hasil penilaian koperasi tahun 2004,bulan Agustus,(Rasyad, Wijaya,Sipahutar,2005) klasifikasi A sekitar 2.351 unit koperasi. Kesenjangan antara tujuan dan hasil tersebut menurut Baswir(dalam PIP, 2005) tidak perlu karena koperasi berkembang sesuai dengan kebutuhan riil anggota tiap koperasi yang berbeda-beda. Koperasi adalah kumpulan orang bukan modal sehingga perlu memperhatikan individu yang bergabung dalam koperasi. Individu dalam koperasi penting karena prinsip tiap anggota mempunyai suara dalam pengambilan keputusan koperasi.

Jumlah koperasi yang aktif tiap daerah dengan jumlah koperasi tercatat memperlihatkan adanya kesenjangan. Koperasi aktif menunjukkan anggota koperasi aktif dalam melakukan kegiatan di koperasi. Koperasi yang tidak aktif menunjukkan anggota sudah tidak lagi aktif. Individu aktif sebenarnya menunjukkan adanya interaksi antar individu yang berujud sebagai kelompok .

Bidang koperasi di Indonesia sangat beragam salah satu bidang yaitu perdagangan uang adalah koperasi simpan pinjam.Praktek koperasi simpan pinjam hampir sama dengan bank tetapi dengan tetap memegang prinsip perkoperasian, yaitu kekeluargaan dan gotong royong. Asas kekeluargaan sebenarnya menunjukkan individu yang bergabung dalam koperasi berada dalam kelompok. Individu meminjam uang dari koperasi berarti meminjam uang kelompok.

Individu yang bergabung dalam koperasi akan melakukan interaksi dengan anggota koperasi lain. Individu saling berinteraksi sehingga munculah kelompok . Kelompok yang solid dengan tujuan , norma, perilaku tertentu akan mendukung pencapaian tujuan koperasi. Sebaliknya kelompok yang tidak solid dengan adanya individu yang tidak mendukung tercapainya tujuan kelompok yang tercantum dalam aturan koperasi. Individu yang berperilaku tidak lagi sesuai dengan aturan koperasi akan dipecat menurut Buttutasik(dalam PIP,2005). Dengan demikian kelompok yang kohesiv tetap dapat mencapai tujuan kinerja yang baik (Nieva,Fleishman dan Rieck dalam Robbins,2003 ).

Salah satu aspek terjadinya kohesivitas adalah lamanya interaksi antar anggota koperasi. Periode waktu kelompok di koperasi akan membawa tahap kohesivitas kelompok. Kohesitas yang produktif akan dipengaruhi oleh lamanya interaksi antar individu baik karena lamanya tapi juga intensitas interaksi antar individu. Dengan demikian peneliti melakukan penelitian perbedaan kohesivitas Koperasi Simpan Pinjam yang lama berdiri dengan koperasi yang baru berdiri.

B.TUJUAN PENELITIAN

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui:

Perbedaan kohesivitas anggota koperasi simpan pinjam Setia Kawan dan koperasi simpan pinjam Artha Niaga.

C. HIPOTESIS

Ada perbedaan kohesivitas anggota koperasi simpan pinjam Setia Kawan dan koperasi simpan pinjam Artha Niaga.

7 thoughts on “PENELITIAN PSIKOLOGI KOPERASI: Kohesivitas Koperasi

  1. Asw. Perkenalkan saya erick dari IPB sedang meneliti strategi pengembangan koperasi mahasiswa. Ingin menanyakan menurut Bpk apakah beda koperasi dengan UKM? apakah koperasi merupakan UKM? Bolehkan saya meminta file2 jurnal atau tulisan2 yang terkait dengan koperasi sebgai bahan untuk tinjauan pustaka. tks

  2. Bapak yang terhormat, saya terterik skali dengan artikel-artikel tentang koperasi dan perkembangannya maupun strategi untuk memberdayakan koperasi. untuk ini saya mohon perkenaannya agar saya bisa memperoleh artikel-artikel tersebut. trima kasih sebelumnya.

  3. Pak, perkenalkan saya mhasisw Univ Negeri Malang Jur.PSikologi. Saya hendak melakukan penelitian skripsi yang salah satu variabelnya adalah kohesivitas kelompok. Namun saya merasa kesulitan menemukan indikator dari kohesivitas kelompok itu sendiri. Padahal saya memakai metode kuantitatif dalam penelitian saya, dengan skala atau kuesioner sebagai alat pengumpul data. Dan indikator kohesivitas akan saya gunakan untuk membuat skala atau kuesioner yang saya butuhkan. Untuk itu saya mohon bapak, bolehkan saya meminta jurnal atau file2 yang bisa saya gunakan sebagai sumber bahan pustaka saya. maturnuwun.

  4. saya ingin bertanya tentang kenapa koperasi dibedakan dalam kelompok usaha kecil menengah ( ukm ),sedang kan kita lihat dari segi ekonomi UKM dan koperasi sama – sama membantu perekonomian kita.Mengapa ?saya minta sama bpk agar bisa memberikan kontribusinya terhadap saya yg dlm penelitian tentang perbedaan ukm dan koperasi ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s