PENELITIAN PSIKOLOGI KOPERASI: Kohesivitas Koperasi (Bagian Empat)


Berikut Bagian Keempat (Pembahasan) artikel berjudul “Perbedaan Kohesivitas KSP Setia Kawan dan Artha Niaga” tersebut pernah dipresentasikan pada Diskusi Panel Kajian Koperasi: Peluang dan Prospek Masa Depan. Diselenggarakan oleh Kementrian Negara Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah bekerjasama dengan Universitas Negeri Malang. 10 Desember 2007.

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

1. Karakteristik Subyek Penelitian

Subyek penelitian ini adalah anggota koperasi simpan pinjam Setia Kawan sejumlah 28 dan koperasi simpan pinjam Artha Niaga sebanyak 28 anggota. Koperasi Setia Kawan berada di Yogyakarta dan Artha Niaga berada di Boyolali daerah Jawa Tengah

2. Jenis Data

Jenis data dalam penelitian ini adalah data interval. Data ini diperoleh dari skala kohesivitas yang terdiri dari 30 aitem.

Hasil Analisis Data

Uji Hipotesis

1. Prasyarat Uji Analisis

Sebelum dilaksanakan uji hipotesis, dilakukan uji normalitas yang bertujuan untuk mengetahui apakah sebaran data normal atau tidak. Jika hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data penelitian normal, maka digunakan tehnik uji-t untuk mencari perbedaan kohesivitas anggota KSP yang baru berdiri dengan yang sudah lama berdiri. Pedoman untuk menentukan data penelitian normal atau tidak adalah dengan melihat nilai signifikansi (p) > 0,05 maka data dikatakan normal, jika signifikansi (p) < 0,05 maka data dikatakan tidak normal.

Uji normalitas kohesivitas KSP Setia Kawan diperoleh dari nilai KS-Z anggota koperasi sebesar 0,857 dengan signifikansi (p) = 0,455 > 0,05 dan KSP Artha Niaga dengan signifikansi p = 0.368 > 0.05 sehingga dapat disimpulkan sebaran skor terdistribusi secara normal .

2. Uji Hipotesis

Tehnik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis uji-t yaitu untuk membedakan kohesivitas antara anggota koperasi simpan pinjam Setia Kawan dan koperasi simpan pinjam Artha Niaga. Hipotesis nihil dalam penelitian ini adalah tidak ada perbedaan kohesivitas antara anggota koperasi simpan pinjam Setia Kawan dan Atha Niaga . Hipotesis alternatif dalam penelitian ini adalah ada perbedaan kohesivitas antara anggota koperasi Artha Niaga dan Setia Kawan .

Analisis uji-t dibantu dengan program komputer SPSS 11,0 for windows. Pedoman untuk menentukan ada tidaknya perbedaan dengan ketentuan jika signifikansi (p) < 0,05 maka terdapat perbedaan yang signifikan, jika signifikansi (p) > 0,05 maka tidak terdapat perbedaan antar variabel. Hasil analisis uji-t perbedaan kohesivitas anggota koperasi simpan pinjam dapat dilihat pada tabel 1.4 berikut.

Tabel 1.4

Hasil Analisis Uji-t Perbedaan Kohesivitas KSP Artha Niaga dan Setia Kawan

Variabel

Anggota

Mean

t-hitung

Signifikansi

Keterangan

Kesimpulan

kohesivitas

Setia Kawan

102

2,073

0,043

P < 0,05

signifikan

Artha Niaga

97

Berdasarkan tabel 1.4 dapat diketahui nilai mean kohesivitas anggota Koperasi Setia Kawan sebesar 102 dan Artha Niaga dengan nilai mean 97. Nilai t-hitung = 2,073; p = 0,043 < 0,05 disimpulkan bahwa ada perbedaan kohesivitas yang signifikan antara anggota Koperasi Setia Kawan dan Artha Niaga.

B. Pembahasan

Sebagaimana telah disebutkan dalam kajian teori, kohesivitas adalah pemahaman seseorang tentang kelompok berdasar waktu yang dihabiskan, akses ketat, ukuran kelompok, ancaman eksternal, sukses sebelumnya. Kohesivitas berkaitan erat dengan proses kognitif anggota sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang berkembang di kelompok. Anggota koperasi yang tidak pernah berinteraksi dengan anggota koperasi lain dalam kelompok mudah untuk keluar.

Interaksi antar anggota koperasi dapat menimbulkan nilai, norma dan perilaku yang berbeda dengan apa yang diharapkan oleh nilai nilai koperasi. Kesenjangan antara norma dan perilaku koperasi dan kelompok dapat menimbulkan masalah pecahnya kelompok dengan berujung keluarnya individu dari koperasi atau konflik antar anggota.

Kohesivitas kelompok yang mendukung kinerja koperasi karena norma kinerja yang dianut kelompok mendukung pencapaian tujuan pencapaian prestasi. Perilaku prestasi kelompok sesuai norma yang terbentuk akibat Interaksi antar anggota terjadi dalam waktu lama. Waktu interaksi antar individu memebentuk norma norma prestatif kelompok. Individu melakukan seleksi perilaku perilaku yang dapat ditoleransi sehingga terdapat kumpulan perilaku katego.Perilaku kategori yang di anggap tinggi dan sebaliknya. Selain waktu yang lama interaksi dapat pula dilakukan pertemuan oleh koperasi agar intensitas pertemuan menimbulkan kesepakatan perilaku prestatif dipercepat. Proses fase perilaku kelompok mencapai norma kelompok dan perilaku prestatif akan lebih mudah akibat individu sering berinteraksi.

One thought on “PENELITIAN PSIKOLOGI KOPERASI: Kohesivitas Koperasi (Bagian Empat)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s