PENELITIAN PSIKOLOGI KOPERASI: Kohesivitas Koperasi (Bagian Tiga)


Berikut Bagian Ketiga (Metode Penelitian Kuantitatif) dari artikel berjudul “Perbedaan Kohesivitas KSP Setia Kawan dan Artha Niaga” tersebut pernah dipresentasikan pada Diskusi Panel Kajian Koperasi: Peluang dan Prospek Masa Depan. Diselenggarakan oleh Kementrian Negara Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah bekerjasama dengan Universitas Negeri Malang. 10 Desember 2007.

BAB III

METODE PENELITIAN

A.    Rancangan Penelitian

Bentuk rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dan komparatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk membandingkan persamaan dan perbedaan suatu gejala, peristiwa dan masalah-masalah yang ada sekarang (Arikunto, 2002). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran umum tentang variabel yang ada dan membandingkan kohesivitas antara koperasi  simpan pinjam yang baru berdiri setahun dengan koperasi yang lebih dari setahun.

B.  Variabel Penelitian

            Variabel adalah konsep yang mempunyai bermacam-macam nilai (Nazir, 2003). Menurut DIKTI (dalam Narbuko dan Achmadi, 2003) variabel penelitian adalah segala sesuatu yang akan menjadi obyek pengamatan penelitian. Variabel dalam penelitian ini adalah   kohesivitas. Skala yang sudah diuji coba oleh Martono (1996) dan mempunyai koefisien korelasi antar aitem antara 0.2679  dan 0.7667. Reliabilitas dengan Tehnik Hoyt menunjukkan koefisien  a = 0. 849

 

C.    Populasi dan Sampel

1.      Populasi

Menurut Arikunto (2002) populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Menurut Hadi (2001) populasi adalah seluruh penduduk yang dimaksudkan untuk diselidiki, populasi dibatasi sebagai sejumlah penduduk atau individu yang mempunyai sifat yang sama. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota  koperasi simpan pinjam Setia Kawan dan Artha Niaga. Karakteristik populasi penelitian adalah:

a.   Anggota Koperasi Setia Kawan

1.      Anggota  Koperasi Setia Kawan

2.      Usia 17-55  tahun ke atas

3.      Laki-laki dan perempuan

b.   Anggota  Koperasi Artha Niaga

1.      Anggota  Koperasi Artha Niaga

2.      Usia 17-55 tahun

3.      Laki-laki dan perempuan

Adapun cara menentukan koperasi yang digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan tehnik purposive sampling, yang terpilih adalah anggota koperasi simpan pinjam di DIY Jateng . Kedua koperasi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda lama berdirinya. KSP Setia Kawan berada di Yogyakarta berdiri tahun 1994 sedangkan KSP Artha Niaga  berada di Boyolali berdiri tahun 2003.

2. Sampel

Sampel adalah sejumlah penduduk yang jumlahnya kurang dari populasi, tempat juga setidaknya mempunyai sifat yang sama dengan populasi (Hadi, 2001). Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah anggota Koperasi Setia Kawan dan Artha Niaga  . 

Tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik purposif sampling yaitu tehnik penarikan sampel yang karakteristiknya sudah ditentukan dan diketahui lebih dulu berdasarkan ciri dan sifat populasinya. Sampel anggota koperasi KSP Setia Kawan berjumlah 28 subjek dan KSP Artha Niaga berjumlah 28 subjek. 

 

3 thoughts on “PENELITIAN PSIKOLOGI KOPERASI: Kohesivitas Koperasi (Bagian Tiga)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s