DELIAR NOER: BAPAK POLITIK INDONESIA BERPULANG


deliar noer

Beberapa menit lalu saya mendapat SMS forwarding dari sahabat Lukman Hakim Hassan, bahwa DR. Deliar Noer telah meninggal dunia di ICU RSCM jam 10.00 pagi.

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, Bapak Politik Indonesia, Ilmuwan Politik, Politikus Islam Sejati Indonesia, hari ini berpulang ke Rahmatullah… Selamat Jalan Bapak DR DELIAR NOER… semoga engkau selalu menjadi panutan politik Islami di Indonesia…

Deliar Noer lahir di Medan, 9 Pebruari 1926,  adalah seorang dosen, pemikir, peneliti dan penulis buku. Beliau adalah Doktor Politik Pertama di Indonesia. Pasca reformasi 1998 mendirikan dan menjadi Ketua Umum Partai Ummat Islam (PUI). 

Statement beliau yang paling penting mengenai penegakan syariat Islam:

Syariat Islam perlu ditegakkan di negeri ini secara resmi, melalui peraturan perundang-undangan. Penegakan syari’at tersebut tidak bisa mengabaikan simbolisme. Substansi memang penting, namun simbol juga perlu. Simbol bisa menggembirakan, menumbuhkan kebangaan dan memudahkan pemahaman pada masyarakat awam (Republika, 4 September 2000).

 

Bersama-sama dengan Prof Miriam Budiardjo, ia juga orang pertama yang meletakkan dasar-dasar pengembangan ilmu politik di Indonesia. Tempat Deliar dalam ilmu politik di Indonesia bisa disejajarkan dengan Sartono Kartodirdjo untuk ilmu sejarah dan Koentjaraningrat untuk antropologi. Sayangnya, berbeda dengan Sartono dan Koentjaraningrat yang terus berkesempatan bergaul di dunia universitas dan mendidik para mahasiswa secara intens, Deliar diasingkan dari dunia itu sebagai akibat kritisme dan konsistensi politiknya. 

Namun justru di situlah letak kelangkaan Deliar. Ketika kesempatannya mengajar di universitas terbatasi, ia tetap leluasa meneruskan “pengajaran” dengan memaksimalkan perannya melalui publikasi karya tulis. 

Gerakan Modern Islam di Indonesia, dan Mohammad Hatta: Biografi Politik, barangkali dapat disebut sebagai dua karya Deliar yang paling monumental. Gerakan Modern Islam, diangkat dari disertasi Deliar di Universitas Cornell, telah menjadi kutipan klasik bagi studi-studi politik Indonesia. Sementara biografi politik Hatta adalah studi paling komprehensif tentang Hatta — wajar jika pada 1992 buku ini terpilih sebagai buku terbaik Yayasan Buku Utama. 

Selain itu, sejumlah buku Deliar juga cukup dikenal, seperti Adiministrasi Islam di Indonesia; Partai Islam di Pentas Nasional; Ideologi, Politik, dan Pembangunan; Islam, Pancasila, dan Asas Tunggal; dan Bunga Rampai dari Negeri Kanguru. Ada juga buku teks untuk universitas semacam Pengantar ke Pemikiran Politik dan Pemikiran Politik di Negeri Barat. 

Produktivitas dan keseriusan Deliar dalam dunia publikasi ilmiah, sebetulnya justru menegaskan fakta memprihatinkan ilmuwan politik di sini. Ketika Deliar mencuat — nyaris sendirian — sebagai ilmuwan politik yang aktif memproduksi karya-karya serius dan monumental, kebanyakan akademisi ilmu politik mandeg dalam publikasi ilmiah. Padahal mereka yang disebut terakhir ini berinteraksi setiap waktu dengan kelas-kelas perkuliahan yang sebetulnya menuntut mereka mengembangkan terus disiplin ilmu politik. Bagaimana mungkin itu semua dilakukan tanpa menulis karya-karya ilmiah yang serius? Keseriusan meneliti dan menulis serta konsistensi dan independensi sikap-sikap politik Deliar mebuatnya menjadi ilmuwan politik langka. Almarhum Dr. Alfian pun pernah tanpa malu-malu menunjukkan kekagumannya pada Deliar. 

   “Adalah sulit mencari ilmuwan politik seperti Deliar Noer yang bukan 
   saja memiliki integritas yang tinggi sebagai seorang intelektual dan 
   pakar, tetapi juga tidak pernah berhenti meneliti dan menulis karya 
   ilmiahnya dalam situasi dan kondisi apa pun yang dihadapinya. Di 
   samping itu dia masih sempat menulis untuk surat kabar dan majalah,” 
   tulis Alfian (1991). 
    Berikut Bibliografi Beliau:

* Islam & masyarakat (2003)

* Islam & politik (2003)

* Mohammad Hatta, hati nurani bangsa 1902-1980 (2002)

* Membincangkan tokoh-tokoh bangsa (2001)

* Mencari Presiden (1999)

* Aku bagian ummat, aku bagian bangsa : otobiografi Deliar Noer (1996) * Mohammad Hatta : biografi politik (1990)

* Culture, philosophy, and the future : essays in honor of Sutan Takdir Alisjahbana on his 80th birthday (1988).

* Perubahan, pembaruan, dan kesadaran menghadapi abad ke-21 (1988).

* Partai Islam di pentas nasional 1945-1965 (1987).

* Administrasi Islam di Indonesia (1983)

* Islam, Pancasila dan asas tunggal (1983).

* Mengenang Arief Rahman Hakim (1983).

* Bunga rampai dari Negeri Kanguru (1981)

* Administration of Islam in Indonesia (1978).

* Sekali lagi, masalah ulama-intelektuil atau intelektuil-ulama: suatu tesis buat generasi muda Islam (1974)

* Guru sebagai benteng terakhir nilai-nilai ideal; tuntutan : bekerja tertib (1973)

* The modernist Muslim movement in Indonesia, 1900-1942 (1973)

* Gerakan Modern Islam di Indonesia 1900-1942 (terjemahan) (1990)

* Beberapa masalah politik (1972)

* IKIP D Sewindu : pidato/laporan Rektor pada Dies Natalis ke VIII IKIP D, diutjapkan pada tanggal 20 Mei 1972 (1972)

* Kitab tuntunan untuk membuat karangan ilmiah, termasuk skripsi, (1964).

* The rise and development of the modernist Muslim movement in Indonesia during the Dutch colonial period 1900-1942 (1963).

* Partisipasi dalam pembangunan (1977)

* Pengantar ke pemikiran politik (1965)

 

Sumber:

 http://www.republika.co.id/9608/25/25BOX.04.html 

Wikipedia

Berbagai buku beliau

 

6 thoughts on “DELIAR NOER: BAPAK POLITIK INDONESIA BERPULANG

  1. Sayang, saya baru sekarang sedikit mendengar informasi mengenai Deliar Noer yang dikatakan sebagai ‘ilmuwan politik indonesia’.

    Apakah ada yang bisa menjelaskan kongkritnya, mengapa pemerinah Presiden Suharto menyingkikan Deliar Noer dari dunia perguruan tinggi Indonesia, sehingga beliau harus mengungsi ke Australia.
    Dimana pandangan Deliar Noer bertolak belakang dengan politik Orba mengenai Islam.

    Apa dari hukum syariat yang oleh Deliar Noer dianggap perlu ditegakkan resm di Indonesia melalui undang-undang?

    Salam takzim,

    Isa
    Amsterdam, 05 Februari 2010

  2. Selamat jalan Bapak DR. Deliar Noer Semoga akan lahir kembali penerus Ilmuan Politik seperti beliau yang sangat dibutuhkan karyanya untuk bangsa ini. Amien!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s