WAJAH DEMOKRASI INDONESIA: GOLPUT !!!


Tidak bisa dipungkiri lagi, Golput telah menjadi representasi demokrasi kita. Sudah banyak himbauan dari pimpinan parpol, mantan presiden, pemerintah berkuasa, ulama, dan siapapun untuk tidak ber-Golput-ria. Tapi apa daya, Golput makin merajalela. Kalau di seluruh Jawa saja rata-rata hampir 40% golput, jelas sekali pemenang pemilu, legislatif, presiden, gubernur, dan bupati/walikota tidak memiliki legitimasi konkrit mereka sebagai penguasa negeri ini. Penegasan Golput ya tidak seperti omongan bohong atas nama lembaga survey yang mengatakan 70% misalnya (hehehe…ini program nakut-nakuti atau bargaining keterkenalan ya?…who knows), yang memang untuk tahun 2009 ini ditegaskan kembali pada pemilu tahap pertama di Jawa Timur, sebagai salah satu ukuran “warning” pemilu 2009.

Ukuran sebelumnya telah terjadi di Jabar, DKI, Banten dan Jateng. Semuanya sama, lebih-kurang 40%. Ini memang prestasi yang sangat konsisten dan patut diacungi jempol. Pilgub Jabar misalnya, Golput mencapai 32,6% atau 9.130.604 jiwa mengalahkan suara dari yang katanya pemenang pilkada yaitu Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf sebesar 7.287647 pemilih. Pilkada DKI-Jakarta juga memiliki prosentasi melebihi tiga puluh persen, yaitu 39,2% atau 2.241.003 jiwa, mengalahkan pemenang (2.010.545). Tidak berbeda di Jawa Tengah dan Banten.

Fenomena demikian juga terulang lagi di Jawa Timur. Lihat saja, hasil perhitungan suara pilgub Jatim, secara umum GOLPUT di Jatim mencapai 38,3% atau 11.153.406 jiwa dari total jumlah pemilih 29.062.718. Jadi yang memilih hanya 17.014.256 plus 895.046 suara tidak sah. Luar biasa kan? Prosentasenya melebihi dua pemenang yang boleh mengikuti putaran kedua (Soekarwo-Syaifullah Yusuf, 26,43% atau 4.498.332 atau Khofifah-Mudjiono, 24,82% atau 4.223.089). Bahkan kalau jumlah pemilih keduanya dijumlah (hanya 8,7 juta) masih jauh di bawah angka Golput. Golput memang angka ajaib.

Jadi, mau apalagi Pemilu kita, demokrasi kita, presiden kita, legislatif kita, dan para pemimpin politik di negeri ini. Mereka sebenarnya secara de facto telah terdeligitimasikan secara sosiologis dan budaya, kalau secara politis dianggap tidak layak dijadikan ukuran. Tetap saja secara sosiologis dan budaya mereka tidak punya legitimasi…Terus gimana? Ya istighfar aja…kembalikan semua ke pencipta kita…hehehe…

Gimana ya kalo angka Golput pada 2009 melebihi 40% dan bahkan sampai bergerak hampir 50%. Kalau sudah mendekati 50% atau bahkan lebih dari 50% , jelas kabar buruk bagi dunia politik dan demokrasi kita.

Baca link tentang Golput lainnya: GOLPUT MENINGKAT TAJAM DI JATIM: WARNING BAGI DEMOKRASI

10 thoughts on “WAJAH DEMOKRASI INDONESIA: GOLPUT !!!

  1. Golput bagi org² yg mengikuti tren atopun akibat dari statement salah satu tokoh yg di dukungnya itu yg kurang ajar (tdk berprinsip), tp bagi yg murni akibat ketidak percayaan thd tokoh politik indonesia yg cenderung Mc.D (Modal Cocot Doang) apa mgkin bisa di terima…?? kalopun harus di paksakan utk memilih, kemungkinan dia akan abstain..(Abstain=Golput)
    Saya rasa mmg inilah demokrasi, tp saya ko masih awam ttg Demokrasi..Apa itu demokrasi???😀
    Salam kenal,

  2. Mao bilang apa lagi?
    Toh, tdk bisa dipungkiri ini dikarenakan masyarakat tdk percaya lagi kpd mereka2 itu…

    Emang, udah kelihatan manusia nggak bisa dipercaya…
    Hhehee….🙂

  3. GOLPUT adalah fenomena ketidakberdayaan masyarakat dalam menghadapi fenomena perpolitikan Indopnesia yang penuh dengan aksi politik yang menjengkelkan. Sebelum P

  4. SAYA KEMRIN WAKTU PILGUB PUTARAN 2 TIDAK GOLPUT LHO…, TAPI SAYA DATANGI TPS DAN SAYA COBLOS KEDUA KANDIDAT TANPA PILIH KASIH, EHM… PILEG 2009 LEBIH MUDAHLAGI, TANPA SAYA BUKA KARTU SUARA LANGSUNG SAYA COBLOS….., GOLPUT EMANG OKE…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s