HARMONISASI AKUNTANSI = NEOKOLONIALISME?


Berikut adalah kesimpulan dampak globalisasi pada harmonisasi akuntansi internasional yang saya kutip dari tulisan Diaconu Paul, Lecturer di Academy of Economic Studies Bucharest yang berjudul Impact of Globalization on International Accounting Harmonization (http://ssrn.com/abstract=958478):

“USA is also involved in developing international accounting standards with IASB (International Accounting Standard Board, added). Most of the countries which trade with USA prepare their accounts according to US GAAP this in turn makes US GAAP accepted not only in USA but in other countries as well. As USA being the biggest and the strongest economy in the world and its ability to control a large part of the capital market poses a great challenge for the IASB because the companies in USA using IAS (International Accounting Standards, added) issued by the IASB need reconciliation with the US GAAP. This implies that IAS cannot be adopted without the approval of FASB (Financial Accounting Standards Board, added). Furthermore IASB will have difficulties in refusing the proposals made by USA because of its heavy involvement. This will hinder the harmonization of account standards. One can argue that countries, which are economycally superior to other countries, will have their way out in setting the international accounting standards.”

Kalau diartikan secara bebas kesimpulan di atas mungkin gini:

Amerika Serikat juga terlibat dalam pengembangan standar akuntansi internasional dengan IASB. Banyak negara yang melakukan perdagangan dengan USA mempersiapkan akuntansi mereka yang sesuai dengan US GAAP atau Pedoman  Akuntasi Berterima Umum di Amerika Serikat, yang hal ini berdampak pula pada penerimaan US GAAP tidak hanya di Amerika Serikat tetapi juga di negara-negara lain yang berhubungan dengannya. USA sebagai negara yang secara ekonomi memang kuat dan besar di dunia dan kemampuannya untuk mengendalikan sebagian besar capital market posisinya sangat kuat terhadap perubahan IASB karena perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat memang menggunakan Standar Akuntansi Internasional dari IASB dan perlu direkonsiliasi dengan US GAAP. Dampaknya jelas, IAS tidak dapat diadopsi tanpa persetujuan dari FASB. Terlebih lagi IASB akan kesulitas menolak usulan dari Amerika Serikat karena keterlibatan yang sangat kuat. Hal ini pula yang menghambat harmonisasi standar akuntansi. Dapat pula diartikan di sini bahwa negara yang secara ekonomi memiliki superioritas terhadap negara lain, akan melakukan setting terhadap standar akuntansi internasional.

Harmonisasi akuntansi sebagai bagian dari neoliberalisme bila dilihat lebih jauh, khususnya dipandang dari kepentingan Multinational Company’s di Amerika Serikat, mirip seperti apa yang dikatakan Merino, Mayper dan Tolleson (2005) yaitu implementasi bentuk ketiga kekuasaan atau power untuk melanggengkan kepentingan hegemoni korporasi melalui MANUFACTURED CONSENT, atau dapat diterjemahkan bebas menjadi INDUSTRIALISASI DEREGULASI. Menurut mereka yang namanya manufactured consent adalah cara paling efektif mengarahkan kekuasaan atas nama neoliberalisme. Justifikasi ideologis penting deregulasi untuk mendistribusikan wealth, security, globally, pada kondisi penguatan pasar yang bebas dari intervensi regulasi. Ujung-ujungnya adalah profit sebagai ideologi neoliberal paling utama yang harus masuk dalam deregulasi melalui pintu harmonisasi akuntansi. Multinational Company’s (MNC) telah mendesain deregulasi lewat harmonisasi akuntansi dengan menjadikan akuntan dan analis finansial sebagai “professional gatekeeper” untuk menginjeksikan kepentingan mereka lewat lobi dan kelonggaran deregulasi audit demi profit (Merino. Mayper dan Tolleson 2005).

Jadi, gimana? Kita termasuk negara yang secara ekonomi superior atau inferior? Kalo ternyata kita secara ekonomi harus tergantung pada negara-negara lain, terutama USA dan Eropa yang superior, maka artinya harmonisasi akuntansi adalah bentuk neokolonialisme lewat globalisasi ekonomi atau neoliberalisme ekonomi……? gitu gak ya? Silakan jawab deh para standard setter di Indonesia atau para akuntan kita…😀

2 thoughts on “HARMONISASI AKUNTANSI = NEOKOLONIALISME?

  1. Harmonisasi standar akuntansi memberikan sinyal bahwa superior akan mengintervensi bahkan menguasasi industri akuntansi negara seperti Indoeisiam Mereka superior tidak akan terlalu banyak bel;ajar dengan kondisi dan budaya kika dan akan lebih mudah masuk ke wilayah industri akuntansi kita. Mereka akan dapat lebih mudah untuk menekan dan menguasai. Sumberdaya manusia yang lokal akan hilang kesempatan atau paling tidak terhimpit oleh superior yang digandrungi ole para pebisnis dan pengembil kebijakan di negara kita yang tercinta. Saat ini kita harus mewaspadai dan menangkalnya dengan gerakan “pengembangan standar akuntansi yang mengglobal berbasis nilai-nilai syariah Islamiyah.

    Pendidikan akuntansi yang kita bangun selama ini akan tersingkir oleh produk-produk asing (sumber daya akuntan asing) jika tidak dilakukan gerakan proteksi kemampuan dan regulasi. Kita harus berani untuk mempunyai pijakan tersendiri; jika perlu dunia internasional mengikuti langkah kita menuju “standar akuntansi berbasis syariah Islamiah” Thaghut selalu membuat sensasi dan upaya untuk mengalahkan thayib….. Hati-hati para standar setter atau para akuntan. Rakyat Indonesia butuh makan bukan butuh utang, kita masih mampu makan dari alam yang disediakan oleh Allah SWT, tanpa formalin dan sejenisnya. Waspadailah gerakan globalisasi standar akuntansi. demi masa depan anak cucu kita.

  2. boleh tau gak link tentang harmonisasi akuntansi yang sangat lengkap dalam versi indonesia

    soal nya dah di cari beberapa hari ini tidak dapat juga

    pliss

    makasih yah gan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s