TAZKIYAH SAINS DAN TEKNOLOGI (Bagian 2)


TAZKIYAH SAINS DAN TEKNOLOGI:

KELUAR DARI CARUT MARUT SAINS-TEKNOLOGI MODERN[1]

Dr. Aji Dedi Mulawarman[2]

Bagian kedua dari artikel dengan judul yang sama.

2. MENCARI AKAR MASALAH

Ilmu adalah hasil perenungan dan proses persinggunggan aktif, dinamis sinergis dari akal, batin dan fitrah spiritualitas yang hanya dimiliki manusia. Seperti akan kita lihat nanti bagaimana sebenarnya ilmu tak dapat lepas dari ketiga hal tersebut. Hal ini sekaligus akan merombak tradisi konvensional saat ini yang sangat parsial, ilmu yang berpisah dengan batin manusia, spiritualitas manusia, etika kemanusiaan bahkan teknologi hasil implementasinya. Tetapi kenyataannya dalam domain ilmu Barat pandangan empiris sebagai basis dasar ontologi ilmu dan pandangan positivisme sebagai basis dasar epistemologi ilmu telah menurunkan bentuk ilmu khas Barat, dan tidak bersesuaian dengan takdirnya sebagai manusia.

Mempertanyakan basis dasar keilmuan pasti berhubungan dengan manusia sebagai sosok pengembang ilmu. Karena ilmu memang khas manusia. Pertanyaan mengenai diri atau manusia sebagai dirinya sendiri telah banyak dilakukan. Bahkan pertanyaan tentang manusia telah dilakukan sejak jaman filsafat Yunani. Pembahasan manusia mengalami perubahan-perubahan sesuai dengan tingkat pemahaman pengetahuan di jamannya. Ketika pemahaman pengetahuan masih diliputi oleh nuansa mistis, maka konsep manusia dihubungkan dengan hal-hal yang berhubungan dengan titisan dewa, setengah dewa dan sebagainya. Ketika manusia telah memahami bahwa alam semesta tidak bersifat mistis tetapi bersifat mekanistis, maka konsep manusia berubah menjadi penciptaan yang bersifat evolusionis. Ketika manusia telah memahami bahwa alam semesta beserta isinya tidak mungkin apa adanya, tetapi terjadi dari sebuah Grand Design yang Super Canggih, maka manusia dipahami sebagai makhluk yang bersifat spiritual sekaligus memiliki kecerdasan untuk merubah alam semesta ini sesuai dengan batas dan kemampuannya serta keinginannya.

Schumacher (1981, 3-5) melihat manusia modern ternyata berpola scientism empiricism/positivism dengan menegasikan integralitas kemanusiaannya. Manusia modern tidak percaya sesuatu yang tak dapat dibuktikan secara empiris, tidak percaya pada masalah yang berhubungan dengan nilai artistik/seni, nilai spiritual, dan kebenaran mutlak. Hal tersebut diperparah dengan penerapan metode ilmiah yang semakin ketat atas nama obyektifitas ilmiah, bahwa nilai-nilai dan makna-makna tidak lain daripada mekanisme-mekanisme pertahanan serta bentukan-bentukan reaksi. Bahwa manusia tak lain daripada suatu mekanisme biokimia pelik yang dimotori oleh suatu system pembakaran yang memberi tenaga kepada computer-komputer dengan fasilitas-fasilitas penyimpanan yang luar biasa guna memelihara informasi bersandi. Hilangnya dimensi vertikal lanjut Schumacher (15) berarti bahwa tak mungkin lagi terdapat suatu jawaban kecuali yang berkaitan dengan kepentingan (utility). Jawabannya dapat bersifat lebih egoistis-individualistis atau lebih sosial-altruistik, tetapi ia tak dapat tidak bersifat utilitarian. Tidak pula mungkin merumuskan fitrah manusia lain daripada tabiat hewan, dan juga hewan yang lebih tinggi yang disebut homo sapiens.

Bersambung…. ke bagian 3. Keberadaan Segala Sesuatu


[1] Makalah pernah disampaikan dalam Kuliah Peradaban di Masjidil ’Ilm Bani Hasyim, Singosari,  Malang, 8 Januari 2007 dan Latihan Kader II HMI Cabang Yogyakarta,  30 Juni 2007. Makalah ini merupakan salah satu bagian dari rencana buku yang akan diterbitkan penulis dengan judul Peradaban dan Ilmu Islami: Menggugat Filsafat Ilmu dan Metode Ilmiah

[2] Dosen Program Doktor Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya, Malang; Direktur Eksekutif Lembaga Studi Ekonomi dan Keuangan Islam, CISFED, Jakarta. Direktur KB-TK-SD Bertaraf Internasional Masjidil ’Ilm Bani Hasyim,  Singosari, Malang, Jawa Timur. Email: ajidedim@yahoo.co.id HP: 081-555-600-745

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s