DERU SEJUK DETIK BARU SETIAP DETIK BARU


Refleksi Akhir Tahun 1430/2009

Rasanya ingin menapaki sungai langit tak berujung
Menapaki kesejukan dan kesunyian ujung jemari kaki jemari
Merasakan remahan dedaunan di injakan dan rengkuhan masa depan
Menembus ruang bintang hutan hijau
Ruang hirup aroma tanah basah
Hirupan hijau wana…
Merasakan gelitikan angin kedamaian di ujung bulu angsa surga
Dalam lantun kegaiban alunan dawai biola pujangga berkuda
Di rentang ujung bukit berombak canopy kesuburan alam semesta
Seiramanya lambaian bumi lambaian alam semesta lambaian langit
Menjadikan impian setiap insan yang memerlukan kedamaian
Damai jiwa damai hati damai harga diri damai hak asasi

Tanpa basa basi dengan ungkapan bak dewa
Dengan pamor yang harus dihidupkan dengan energi uang pemabuk riba substantif
Pemabuk riba sipit yang selalu menumpuk harta lewat darah manusia tak berdaya
Janganlah pemimpin nyamar dewa tetapi menyimpan hasrat bak durjana
Selalu mengeluh teraniaya dalam membohongi ketulusan dan indahnya kejujuran kurcaci-kurcaci tanah air
Hanya untuk tetap menjadi orang yang selalu senyum tulus bersenjatakan sayatan pedang gaya ken arok
Pemberi nyawaku pemberi hirupan hidupku…
Sejukkan hati kami semua…sabarkan kami semua
Hai kamu sang NYAMAR DEWA segera taubatan nasuha
Sebelum duniamu jadi nerakamu sendiri…

Selamat Menjadi Manusia Baru setiap detik… setiap waktu berputar… sampai nanti tak lagi perlu detik waktu…

Singosari
15 Hijriah 1431 H… saat bulan purnama
bersamaan pada 1 Januari Miladiyah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s