RUMAH PASIR


Rumah Pasir, bangunan buatan masa kecilku, di pantai, saat aku tamasya bersama keluarga. Hal yang banyak dilakukan anak-anak bersama saudara dan atau teman-temannya. Bagiku, rumah pasir, apapun bentuknya yang terdesain kemudian, pada saat fokus pada proses membangun, suasana batin dan rasaku ada di “rumah impian” tetapi “nyata”. Distraksi tak mengganggu konsentrasi atas ketidakjelasan ruang mimpi dan nyata, karena pikiran sudah tak berpisah secara disposisional dengan rasa dan batiniah. Realitas bagiku adalah mimpi dan nyata yang menyatu tak berkesudahan dalam jalin kelindannya atom-atom frekuensional kegembiraan. Jalinan kesadaran tak berkesadaran itu mengalir pada rongga-rongga darah dan saraf menggerakkan tangan membentuk tumpukan butir pasir semu basah secara kasat mengikuti alur pikiran-rasa, berujung pada kenyataan khayalan rumah, di tengah desiran suara khas pantai, ombak-angin-pepohonan-manusia. Ya itulah bentukan antara kenyataan dan ketaknyataan.

Ya begitulah setiap kehidupan itu bergelayut di setiap detik nafas kemanusiaan. Tak ada ruang kebenaran, semua adalah persepsi atas kebenaran. Tak ada itu kebenaran mutlak, karena pikiran, rasa dan batin menembus kesadaran, membangun kesadaran pandangan atas realitas. Selama realitas dianggap sebagai kenyataan oleh mata fisik, maka itulah realitas. Selama realitas dianggap sebagai bentukan kenyataan alias kesemuan, maka itulah realitas. Tak ada batas antara kebenaran fisik dan kebenaran mental. Semua adalah kebenaran itu sendiri. Tak mungkin setiap pandangan kebenaran fisik berdiri spasial berhadapan dengan kebenaran mental. Karena itu kebenaran pastilah jalinan utuh antara yang fisik dan mental.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s