2014: Berpihakkah Setahun itu ?


Sudah lama blog ini tak tersapa dengan khusyu’,🙂 , tak seperti awal-awal tahun 2007-2008 yang rutin dan hampir tiap minggu posting terjadi beruntun. Bukan hanya posting, waktu-waktu itu juga sedang gencarnya “njadab” menulis, baik itu artikel, disertasi, buku dan macam-macam. Konsekuensi logisnya memang ada, kreativitas fikiran sangat massif, sebaliknya, kreativitas bisnisku menjadi terbelakangkan. Hari-hari ini sudah penulis mulai menyeimbangkan antara tulisan, aktivitas akademis dan bisnis, meski hampir tiga tahun ini mencoba merasakan dunia politik.

Khusus politik, sepanjang 2012-2014, penulis sudah berusaha maksimal mendorong dan membantu “hasrat kekuasaan” kakak kandung dan sahabat penulis. Tidak tanggung-tanggung, jadi manajer caleg selama kampanye pemilihan legislatif dari kakak kandung penulis,  dan satunya lagi jadi ketua dewan pakar salah satu ormas pendorong sang sahabat.

Alhamdulillah keduanya lolos, yang kakak berhasil jadi anggota dewan kabupaten, sedangkan sang sahabat berhasil menduduki salah satu jabatan paling strategis di kabinet negeri ini.  Sebagian lainnya, dari penulis yang penting itu adalah konsep dan tawaran alternatif kebijakan kenegaraan sudah disampaikan.

Pertama – Membuat gagasan reorientasi dan implementasi strategis, taktis, teknis dari ekonomi negeri yang berorientasi pada ruang kerakyatan dan penegakan koperasi sebagai ujung tombaknya.

Kedua – Membuat dan menawarkan gagasan desain kabinet yang “bernyawa” Indonesia banget via tempat transisional setelah presiden terpilih dan dititipkan ke sang sahabat. Malahan karena gagasan ini pula penulis sempat diminta jadi panelis FGD yang diadakan oleh salah satu lembaga perencana negeri ini  dengan menghadirkan tokoh-tokoh lainnya.

Ketiga – Penulis bersama Tim dari Pusat Kajian Kedaulatan Pertanian meluncurkan konsep serta gagasan detil pertanian nasional “ber-ruh” kemandirian petani vis a vis liberalisasi. Berdasarkan hal tersebut penulis sempat diwawancarai beberapa kali live di televisi nasional, majalah nasional khusus perkebunan, serta FGD yang diadakan oleh organisasi pertanian di lingkungan nasional.

Keempat – Gagasan pendidikan nasional lewat pendirian lembaga “Forum Guru Nasional” (FGN) bersama banyak guru dan lembaga-lembaga pendidikan se Indonesia, serta melakukan Pelatihan Guru Nasional, (PGN) yang juga dihadiri oleh perwakilan guru-guru se Indonesia. Nah yang pendidikan, memang penulis belum “menjual ide secara individual” kecuali dinisbahkan kepada para guru se Indonesia waktu itu.

Kalau mau dapat file konsepnya juga boleh kok…🙂 Alhamdulillah mereka sudah mendapatkan hasil dari perjuangannya. Syukur itu patut dilantunkan terus, meski penulis sampai sekarang sangat berbahagia menjadi bukan siapa-siapa, penulis masihlah jadi “penulis”, pembuat gagasan, dan yang dimintai untuk melakukan itu. Untuk siapa? Ya untuk siapa saja, bahkan yang ingin dan berhasrat kuasa juga gak papa kok. Ikhlas itu kan puncak dari kebaikan, ya kebaikan diri, sosial, semesta, bahkan Tuhan. Nah benernya pula, ada beberapa pesan mengasyikkan dari salah satu sahabatku yang bukan politikus dan sama sekali tidak pernah mau haus politik – yang paling dekat dengan penulis, ketika penulis sedang asyik masyuk  di ruang “peperangan” politik:

“kalau sudah nyemplung politik ya harus nyemplung beneran, dengan segala konsekuensinya lo mas, berhasil Alhamdulillah, kalau nggak ya wis Alhamdulillah juga… Resikonya memang gagasan, fisik, dana ya nggerojok habis… tapi gak boleh ngeluh…”

Bahkan di kesempatan lainnya dia bilang ketika penulis mulai melihat gelagat makin memuncaknya tarian interaksi politik di sekitar pertengahan 2014:

“kalau mau politik itu ya wajib menikmati mentalitas pragmatisme transaksional, sebaik apapun, seganteng dan se-charming siapapun itu politisi, mbok itu teman baik maspun, jelas ada maunya, wong *dagangan kuasa* – nah masalahnya kuat apa gak begitu, siap apa gak, mau bersikap seperti apapun tetap kontradiktif dengan idealisme lo… – (Waktu itu jawabku: ya memang sih, tapi pragmatisme-transaksional mungkin aja terjadi pada politisi lain, tapi ini kan sesama pejuang idealisme,  tapi nanti hasilnya apapun,  aku bisa belajar dari situ, bahwa bisa saja nanti, kapan dan sampai kapanpun, idealisme di negeri ini patut dipertanyakan ketika perjuangan itu meleset mencapai kebaikan karena harus dijalankan melalui mekanisme pragmatisme transaksional) Ya gpp  dicoba, selama sabar dan gak ngamuk-ngamuk ya.. *sambil senyum menenangkan penulis* begitu sang sahabatku menuturi hehehe…

 

So? Ya lets go… Wong penulis juga sampai hari ini masih dapat tersenyum dan melanjutkan aktivitas mengajar di kampus, mengelola sekolah internasional, dan sekarang sudah mulai mengembangkan kembali insting bisnis yang sekitar 10 tahunan kendor.  Go Ahead “me”… hehehe…  Khusus yang Sekolah Internasional, membicarakan Sekolah Bani Hasyim, yang kebetulan penulis ikut aktif di situ, jadi bos cilik-lah hehehe, sudah mengeluarkan buku ajar untuk santri KB, TK dan SD, sejumlah lebih dari 600 judul buku lo sejak tahun 2003… Kalau berdasarkan cetakan, mmm berapa ya? Buanyak jesss, lebih dari 20 ribu eksemplar yang jelas sesuai dengan jumlah santri sejak tahun 2003 sampai sekarang. Yang menulis siapa? Ya guru-guru di lingkungan Bani Hasyim. Bahkan kita juga punya lo buku khusus yang jadi dasar filosofis berfikir para guru itu…

So lagi… Kalau mau dilihat lagi selama setahun ini, penulis sudah berhasil menyelesaikan tulisan untuk buku dan atau menerbitkan buku baru:

Pertama – Menerbitkan Buku bersama 3 kolega, dan diterbitkan dalam Seri Pertama dari Seri Akuntansi Pertanian Berpihak, dengan judul GUGURNYA PETANI RAKYAT: Episode Perang Laba Pertanian Nasional… keren kan? hehehe…

Kedua – Ada lagi satu buku akuntansi pertanian, ditulis bersama 1 kolega, akan jadi Seri Kedua dari Seri Akuntansi Pertanian Berpihak,  bertema Dekonstruksi Aset Biologis Pertanian… Keren juga kan? hehehe… Semoga segera terbit tahun 2015. Sudah jadi sih bukunya. Sekarang masih di percetakan dan perlu revisi 1-2 hal, meski tidak begitu penting.

Ketiga – Nah sebenarnya, selama 2014 juga penulis telah menyelesaikan sendiri penulisan buku sejarah dari idola penulis, yaitu HOS Tjokroaminoto, judulnya: JANG OETAMA: Sebuah Biografi HOS Tjokroaminoto. Buku sedang proses edit dan cetak di penerbit Galang Press Jogjakarta. Semoga tahun 2015 awal bisa segera terbit, dengan begitu bisa segera di-launching… Keren juga nggak? Hehehe… ini namanya menenangkan hati bro-sis, supaya bisa menikmati hidup beneran.

Keempat – Mengenai artikel ilmiah ada juga yang sudah selesai dan terbit di Internasional Journal of Accounting and Business Society, terus kalau gak salah ada juga artikel lainnya yang diterbitkan di Jurnal Ekonomika milik CISFED dan Jurnal Akuntansi Multiparadigma. Ada juga tulisan tentang Filsafat Ekonomi dan Ekonomi Kerakyatan di Koran Republika, atau tentang Pertanian dan Perkebunan, di beberapa majalah nasional. Mmmm banyak juga ya, kalau dilist gini. Belum lagi membuat bahan presentasi TOT Ekonomis Islam, TOT Akuntansi Syariah, ngisi kuliah tamu Akuntansi Pertanian, Ekonomi Islam, Seminar Nasional Kurikulum dan Pendidikan… Weeeee… tibake akeh.

Alhamdulillah, masih diberi rahman dan rahim-Nya, kesempatan menulis dan memaparkan ide, gagasan, mengajar para mahasiswa di kampus…  Subhanallah, Walhamdulillah, wa Laa Ilaha Ilallah, Allahu Akbar… Ternyata Allah mau menunjukkan pada penulis, berbuat baik untuk negeri itu harus ikhlas, tidak boleh ada prasangka dan transaksional sesuai maqam-mu Ded… berjuang untuk berpihak itu jalannya banyak, insya Allah yang ada saat ini adalah yang terbaik, ya yang terbaik menjadi Ombak di Lautan, bukan Buih di Lautan… Ombak itu gulungannya besar dan berdampak keabadian, bukan temporal, apalagi cuma “kuasa”… So… ya gini ini refleksi inyong, gue, kulo, dalem, saya, abdi, hehehe..

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s