GELOMBANG PUSARAN: DARI BARAT KE YELLOW RIVER


GELOMBANG PUSARAN DARI BARAT KE YELLOW RIVER

Aji Dedi Mulawarman

Dulu kita berjibaku mati-matian melawan Belanda, Inggris, Perancis, pokoke Eropa dan terakhir Jepang sampai apa yang kita kata katakan itu Merdeka dari Penjajahan. Proses kemerdekaan bertahan sampai tahun 1965, ketika Orde Baru berinteraksi dengan Amrik dan Inggris menumbangkan kekuatan Orde Lama. Kata kunci dari 1945-1965 adalah menghadang habis-habisan pengaruh Barat Sentris atas nama Kapitalisme Liberal, terlepas itu ada tarik menarik dari Komunisme yang ingin merangsek masuk mulai 1926 dan 1948. Artinya kita di awal kemerdekaan itu tidak mau terbaratkan, tetapi ingin merdeka menjadi Indonesia sesungguhnya.

Ketika Orde Baru merangsek yang katanya untuk membendung Komunisme, tetapi  kuda tunggangannya jelas, Kapitalisme Liberal yang sebelumnya jadi musuh bersama sejak VOC sampai Belanda. Kenyataannya kemudian kita terbaratkan habis-habisan di masa Orde Baru, meski awal tahun 1974, peristiwa malari sempat terjadi ledakan dahsyat. Tetapi, semua tak sekuat yang kita bayangkan, habislah otak para pemimpin dan masyarakat negeri ini menjadi Barat Sentris.

Nah Orde Reformasi, pintu kebebasan mulai terbuka kembali, tetapi dunia telah berubah, kekuatan Cina Komunis telah menjadi superpower baru katanya, Maka kita mulai tertarik masuk ke pusaran “baru yang lama”, komunisme yang kita tolak habis-habisan hingga 3 tragedi PKI dulu, dari yang barat sentris ke cina sentris. Dana digelontor ke negeri ini, seperti dulu IMF, WB, dan G to G yang pasti itu adalah Baratisme Nusantara. Sekarang Dana digelontor habis-habisan dari Yellow River, dan kampus-kampus sudah mulai memberangkatkan mahasiswa dan dosen-dosennya. Ya, air bah yang berubah arah dari yang dulunya Amerika, Eropa dan Australia, sekarang berpindah ke Yellow River.

Kita tidak sedang bertarung dengan individu amrik, eropa, australia, atau orang cina-nya. tapi yang kita lihat dari semua hal yang bersifat historis dan masa depan kita adalah Narasi Besar yang dibawa, Ideologi Besar Barat yang Liberalisme atau Ideologi Besar Cina yang Komunisme itu. kita tidak sedang membenci ras kulit putih atau kuning, tetapi yang kita tentang adalah air bah besar, narasi besar, ideologi besar, yang berhadap-hadapan dengan Pancasila itu sendiri. Semua manusia pada dasarnya sama, punya sifat baik, hubungan kemanusiaan dengan bule atau cina its ok, dan itu harus dilakukan dalam kerangka interaksi kemanusiaan belaka. tetapi tidak dengan ideologi yang dapat menghancurkan kerangka besar kenasionalan kita, kenusantaraan kita, yaitu Pancasila. Kita sedang berjuang seperti apa yang dikatakan pada pidato haji wada’ rasul, semua kulit punya hak sama, punya kemanusiaan yang sama, tetapi yang kita hadapi adalah ketidak adilan dan dominasi ideologi yang menggiring pada ketidakadilan dan penghancuran sistematis ke-Pancasila-an kita sebagai bangsa yang juga majemuk dan bangsa toleran. Kita toleran pada siapapun asal keadilan dan kebaikan serta kebenaran semesta adalah keberpihakan yang tetap menjaga ke-Pancasila-an kita, ke-Indonesia-an kita, bukan merebut hak dasar, bukan menjarah, bukan menindas, bukan mendominasi negeri atas nama ideologi yang kadang tak kita rasakan sebagai penjajahan kasat mata.

Jadi, sebenarnya kalau kita sekarang bergerak melakukan perlawanan terhadap “cina sentris”, sepertinya hanya sampai berapa tahun kita kuat mempertahankannya? Kapan model Malari di masa kini, akan terjadi di negeri ini sebagai penolakan “sementara” terhadap gerakan air bah Cina Sentrisme sebagaimana dulu Jepang dan Barat Sentrisme? Seberapa cerdas dan seberapa idealis kita mempertahankan Pancasila yang sebenarnya, toh dulu Pancasila sudah jadi Liberal, apakah nanti Pancasila akan jadi Komunis? Dulu Pancasila terpaksa menyerahkan diri ke Liberalis Barat karena Superpower memang Masih Amerika dan para konconya yang bertengger. Tetapi sekarang Superpower telah bergeser lo, ke Yellow River, apakah nantinya Pancasila akan menyerahkan diri ke Komunisme Cina? Sejarah Berulang dengan Aliran Air Bah Baru, dari Barat Ke Yellow River. Siap-siap saja, kita akan tergerus habis terombang-ambing ke pusaran lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s